Senin, 25 Mei 2020

TAUBAT & ABORSI



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 55_
*_Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh_*
Nama : desi
Alamat : jakarta

Pertanyaan : dengan tidak mengurangi rasa hormat ustadz dan Ustadzah
Ada temen bertanya...
Jika ada sepasang kekasih melakukan zina..kemudian hamil, lalu setelah hamil 4 bulan si fulanah lakukan aborsi, karena si laki2 gak mau bertanggung jawab, dia gak mau menanggung malu....
Ini adalah dosa yang amat besaaar...

Lalu pertanya'an nya : ...
1. Gimana cara fulanah bertaubat atas segala perbuatannya......????
2. Setelah bertaubat dan jika Allah menerima taubatnya...
Apakah di yaumil hisab.. juga akan dihisab masalah perbuatan ni.....?????
3. Gimana bayi yang dia gugurkan tadi...????
Apakah dia akan menghalangi si fulanah  masuk surga ????
Sementara si fulanah pernah denger klo bayi yang di gugurkan itu besok di yaumil qiamah akan bergelantungan di antara neraka dan syurga..????
Apakah bener seperti itu ustadz..????
Mohon penjelasannya
*_Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh_*
*------------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
______________________________________

@khalilurrahman :
UNTUK JAWABAN YANG NOMOR 1
MOHON DI KOREKSIKAN :

Syarath taubat :
   1. Menyesali perbuatannya.
   2. Meninggalkan pekerjaan tersebut.
   3. Berjanji / sungguh² bertekad tidak akan mengulangi kembali.
Catatan : jika salah nya Dengan manusia, maka di tambah lah menjadi 4 syarat (sebagai taubat) dengan cara : meminta maaf, meminta halal atau meminta ridha, kepada si manusia nya.
In syaa Allah mendapatkan taubatan Nashuha.

التوبة ثلاثة شروط الندم على الفعل والإقلاع في الحال والعزم على عدم العود ويزيد حق العباد برد المظالم اليهم.
*📚 بغية المسترشدين ص :٢٨٤*
____________________________*
لا تتوقف توبة الزاني أو القاتل على تسليم نفسه للحد وإن تحتم بثبوته عند الحاكم، بل لا تتوقف حتى في حق الأدمي الواجب تسليم نفسه، فإذا ندم صحت توبته في حق الله وبقيت معصية حق الأدمي
*📚 بغية المسترشدين ص : ٢٤٩*
_________________________*

"Setiap ummatku dimaafkan, kecuali orang yang terang-terangan (melakukan ma'shiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan ma'shiat di malam hari, kemudian di pagi harinya.
-padahal Allah ﷻ telah menutupnya-, ia berkata: wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu –padahal Allah ﷻ telah menutupnya- dan di pagi harinya ia membuka penutup Allah ﷻ terhadapnya."

عن أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال:((كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملاً، ثم يصبح وقد ستره الله عليه، فيقول: يا فلان، عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه))؛ متفق عليه.

ويسن للزاني ولكل من ارتكب معصية الستر على نفسه

Sunnah bagi pelaku zina dan segala macam bentuk perbuatan ma'shiyat untuk menutupi perbuatannya tersebut.

*📚 [مغنى المحتاج • ج ٤]*
والله تعالى أعلم بالصواب

_________________________________

@⁨U.M.Hendra_Aceh⁩ :
عليكم السلام
Jadi menurut abu ishak al marwazi beliau berfatwa : boleh selama masih segumpal darah atau daging.
Madzhab hanafiyah berlebihan dalam pendapat mereka : boleh secara mutlak.
Imam ghazali/pembicaraan kitab ihya : haram secara mutlak. Ibnu hajar mengatakan ini yang aujah.

Namun imam ramli mengunggulkan pendapat jika sudah ditiup ruh, maka haram menggugurkannya,  jika belum,  maka boleh.
Dan rajih adalah yang dikatakan oleh imam ramli.
Sedangkan janin ditiup ruh pada usia 120 hari, sejak janin terbentuk.

*📚 [ I'anatuth Thalibin, juz 4, halaman 130, cetakan Thoha Putra ]*
_________________

Menggugurkan kandungan merupakan dosa yang besar..
Di dalam kitab Shahihain disebutkan : melalui Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa ia pernah berta­nya kepada rasulullah ﷺ
"Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?"
Rasulullah ﷺ menjawab : Bila kamu mengadakan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan kamu. 
Ia bertanya lagi, "Kemudian dosa apa lagi?"
Rasulullah ﷺ menjawab : Bila kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu. 
Ia bertanya lagi, "Kemudian dosa apa lagi?" Rasulullah ﷺ. menjawab: Bila kamu berbuat zina dengan istri tetanggamu.
_____________

وقوله إِنَّ قَتْلَهُمْ كانَ خِطْأً كَبِيراً أَيْ ذَنْبًا عَظِيمًا، وَقَرَأَ بَعْضُهُمْ:
كَانَ خَطَأً كَبِيرًا وَهُوَ بِمَعْنَاهُ، وَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ: قَالَ «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ- قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ - قَالَ: أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ- قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ - قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ بحليلة جارك» «3» .

*📚 [ابن كثير، تفسير ابن كثير ط العلمية، 66/5]*
___________________

Bagaimana cara bertobat dengan semurni murninya.  Maka zur mengatakan bahwa : lalu ia bertanya kepada Ubay ibnu Ka'b
"Apakah yang dimaksud dengan tobat yang semurni²nya?"
Maka Ubay ibnu Ka'b menjawab bahwa ia pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dan Rasulullah ﷺ menjawab :
هُوَ النَّدَمُ عَلَى الذَّنْبِ حِينَ يَفْرُطُ مِنْكَ فَتَسْتَغْفِرُ اللَّهَ بِنَدَامَتِكَ مِنْهُ عِنْدَ الْحَاضِرِ ثُمَّ لَا تَعُودُ إِلَيْهِ أَبَدًا
Penyesalan atas perbuatan dosa, manakala kamu telah mengerjakannya, lalu kamu memohon ampunan kepada Allah ﷻ dengan penyesalanmu itu di waktu seketika, kemudian kamu bertekad untuk tidak mengulanginya lagi selama2nya.
______

قَالَ زِرٌّ: فَقُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: فَمَا التَّوْبَةُ النَّصُوحُ؟ فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عن ذلك فَقَالَ: «هُوَ النَّدَمُ عَلَى الذَّنْبِ حِينَ يَفْرُطُ مِنْكَ فَتَسْتَغْفِرُ اللَّهَ بِنَدَامَتِكَ مِنْهُ عِنْدَ الْحَاضِرِ ثُمَّ لَا تَعُودُ إِلَيْهِ أَبَدًا» . 
*📚 [ابن كثير، تفسير ابن كثير ط العلمية، 191/8]*
___________________

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Abu Amr ibnul 'Ala, ia pernah mendengar al hasan mengatakan bahwa tobat yang semurni²nya ialah : bila kamu berbalik membenci dosa sebagaimana kamu menyukainya sebelum itu, lalu kamu memohon ampun kepada allah bila kamu teringat kepadanya. Apabila seseorang telah bertekad untuk tobat dan meneguhkan pendiriannya pada tobatnya, maka sesungguhnya tobatnya itu dapat menghapus semua dosa yang sebelumnya.
Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis Shahih, yaitu :
"الْإِسْلَامُ يَجُب مَا قَبْلَهُ، وَالتَّوْبَةُ تَجُبُّ مَا قَبْلَهَا"
Islam menghapuskan semua dosa yang sebelumnya, dan tobat menghapuskan dosa yang sebelumnya.

_____
وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرِو بْنُ الْعَلَاءِ سَمِعْتُ الْحَسَنَ يَقُولُ: التَّوْبَةُ النَّصُوحُ أَنْ تُبْغِضَ الذَّنْبَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ وَتَسْتَغْفِرَ منه إذا ذكرته، فأما إذا جزم بِالتَّوْبَةِ وَصَمَّمَ عَلَيْهَا فَإِنَّهَا تَجُبُّ مَا قَبْلَهَا مِنَ الْخَطِيئَاتِ، كَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ «الْإِسْلَامُ يَجُبُّ مَا قَبْلَهُ، وَالتَّوْبَةُ تَجُبُّ مَا قَبْلَهَا» (1)
*📚 [ابن كثير، تفسير ابن كثير ط العلمية، 191/8]*
____________________________________________


Orang yang mau bertaubat dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatan/dosa dosa orang itu akan Allah ganti dengan kebaikan di akhirat kelak. Karena Allah bershifat dengan maha pengampun lagi maha penyanyang.
_______
{إلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا} مِنْهُمْ {فَأُولَئِكَ يُبَدِّل اللَّه سَيِّئَاتهمْ} الْمَذْكُورَة {حَسَنَات} فِي الْآخِرَة {وَكَانَ اللَّه غَفُورًا رَحِيمًا} أَيْ لَمْ يَزَلْ مُتَّصِفًا بِذَلِكَ
*📚 [المحلي، جلال الدين، تفسير الجلالين، صفحة 478]*


Dan orang yang bertobat dari dosa²nya dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar²nya, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan.
______
{وَمَنْ تَابَ} مِنْ ذُنُوبه غَيْر مَنْ ذُكِرَ {وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوب إلَى اللَّه مَتَابًا} أَيْ يَرْجِع إلَيْهِ رُجُوعًا فَيُجَازِيه خَيْرًا
*📚 [المحلي، جلال الدين، تفسير الجلالين، صفحة 478]*
___________________

@⁨Afif_Minang-Sumbar⁩ :
dosa yang telah di taubati dan diterima, tetap akan di tampakkan di akhirat tentu dngan hikmah Allah, dan dosa tersebut tidaklah akan pernah terhapus, kecuali setelah orang itu berdiri di yaumil hisab, sebagaimana perkataan Alqurthubi di *📚at-tadzkiroh* :

قال القرطبي في التذكرة بعد ذكر حديث: فإني قد سترتها عليك في الدنيا (أي لم أفضحك بها فيها)، وأنا أغفرها لك اليوم: ثم قيل هذه الذنوب تاب منها. كما ذكره أبو نعيم عن الأوزاعي عن هلال بن سعد قال: إن الله يغفر الذنوب، ولكن لا يمحوها من الصحيفة حتى يوقفه عليها يوم القيامة، وإن تاب منها. قال المؤلف -القرطبي نفسه-: ولا يعارض هذا ما في التنزيل والحديث من أن السيئات تبدل بالتوبة حسنات، فلعل ذلك يكون بعد ما يوقفه عليها. والله أعلم.


penutupan aib oleh Allah hanya terjadi di dunia saja, berdalil dengan mafhum hadits berikut ;

📚 في الصحيحين عن ابن عمر قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: يدنو المؤمن (أي من ربه تعالى) حتى يضع عليه كنفه فيقرره بذنوبه: تعرف ذنب كذا؟ يقول: أعرف، يقول: رب أعرف مرتين، فيقول: سترتها في الدنيا وأغفرها لك اليوم ثم تطوى صحيفة حسناته، وأما الآخرون أو الكفار فينادى على رؤوس الأشهاد: هَؤُلاء الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى رَبِّهِمْ أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

dan di dalam hadits di sebutkan bahwa Allah mengatakan "satartuha fiddunya" telah aku tutupi dia ( dosa² hamba ) di dunia, setelah di tampakkan oleh Allah aib nya seluruh nya dengan perkataan Allah ta'ala "ata'rifu dzanba kadza" (apakah kau tau dosa mu yang ini ?),maka di fahamilah disini bahwa di tutup nya aib adalah di dunia saja, adapun di akhirat akan tetap Allah tampakkan lagi kepada nya, untuk menampakan hikmah Allah kepada hambanya dan luas nya Ampunan Nya dngan perkataan Allah ta'ala "wa aghfirha lakal yauma" (maka aku ampuni dosa dosa mu saat ini)..

selain itu berdalil dengan qaulihi ta'ala :
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
(Az Zalzalah 99:8).
*_______________________*


@khalilurrahman :
MENGENAI ANAK ZINA :
Anak ZINA tetap bisa berkesempatan masuk surga, bila memang dikehendaki oleh Allah dan dia beramal shalih, sedang hadits Nabi :

فرخ الزنا لا يدخل الجنة
Anak zina tidak akan masuk surga (Riwayat dari Abu Hurairah), Kemungkinannya ada dua :
1. Hadits tersebut Maudhu’ (palsu) seperti yang dinyatakan oleh imam aljauzi.
2. Hadits tersebut diartikan tidak bisa masuk surga, pada golongan orang² yang diperkenankan memasukinya pertama kali, sebagai bentuk efek jera, agar tidak ada perzina’an yang dilakukan oleh para orang tua.

sedangkan mengenai hadits anak zina yang bergelantungan antara surga dan neraka, itu belum kita temukan, Allahu a'lam.

*📚 أسنى المطالب فى أحاديث مختلفة المراتب*
والله تعالى أعلم بالصواب
_______________________


@⁨U.M.Hendra_Aceh⁩ :
ruh orang yang maksiat kepada Allah dari kalangan orang mukmin, ruh mereka akan Allah tempatkan diantara langit dan bumi, layaknya seperti kapas yang  berterbangan. 

Penempatan ruh ketika orang meninggal 😔
(واعلم) أن الأرواح على خمسة أقسام: أرواح الأنبياء، وأرواح الشهداء، وأرواح المطيعين، وأرواح العصاة من المؤمنين، وأرواح الكفار.
فأما أرواح الأنبياء: فتخرج عن أجسادها، وتصير على صورتها مثل المسك والكافور، وتكون في الجنة، تأكل، وتتنعم، وتأوي بالليل إلى قناديل معلقة تحت العرش.
وأرواح الشهداء: إذا خرجت من أجسادها فإن الله يجعلها في أجواف طيور خضر تدور بها في أنهار الجنة، وتأكل من ثمارها، وتشرب من مائها، وتأوي إلى قناديل من ذهب معلقة في ظل العرش، هكذا قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -.
وأما أرواح المطيعين من المؤمنين: فهي في رياض الجنة، لا تأكل ولا تتنعم، لكن تنظر في الجنة فقط.
*وأما أرواح العصاة من المؤمنين: فبين السماء والأرض في الهواء.*
وأما أرواح الكفار: فهي في أجواف طيور سود في سجين، وسجين تحت الأرض السابعة، وهي متصلة بأجسادها، فتعذب أرواحها، فيتألم بذلك الجسد.
كالشمس: في السماء الرابعة، ونورها في الأرض، كما أن أرواح المؤمنين في عليين، متنعمة ونورها متصل بالجث
*📚 [البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، 123/2]*
_____________________

Posisi bayi yang dibunuh :
وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَلْقَمَةَ وَأَبِي الْأَحْوَصِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلّم:
«الوائدة والموؤودة فِي النَّارِ» وَقَالَ أَحْمَدُ (3) أَيْضًا حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ الْأَزْرَقُ، أَخْبَرَنَا عَوْفٌ، حَدَّثَتْنِي حَسْنَاءُ ابْنَةُ مُعَاوِيَةَ الصَّرِيمِيَّةُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ فِي الْجَنَّةِ؟ قَالَ:
«النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ وَالشَّهِيدُ فِي الْجَنَّةِ وَالْمَوْلُودُ فِي الْجَنَّةِ والموؤودة فِي الْجَنَّةِ» .
وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا قُرَّةُ قَالَ: سَمِعْتُ الْحَسَنَ يَقُولُ: قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ فِي الْجَنَّةِ؟ قَالَ: «الموؤودة فِي الْجَنَّةِ» هَذَا حَدِيثٌ مُرْسَلٌ مِنْ مَرَاسِيلِ الْحَسَنِ وَمِنْهُمْ مَنْ قَبِلَهُ. وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الظَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْعَدَنِيُّ، حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ أَبَانٍ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: أَطْفَالُ الْمُشْرِكِينَ فِي الْجَنَّةِ فَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُمْ في النار فقد كذب يقول الله تعالى: وَإِذَا الْمَوْؤُدَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هِيَ الْمَدْفُونَةُ.
*📚 [ابن كثير، تفسير ابن كثير ط العلمية، 333/8]*
___________________

Orang tua yang menggugurkan/membunuh anaknya, maka kelak akan dituntut balas kematiannya...
وقوله تعالى: وَإِذَا الْمَوْؤُدَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ هَكَذَا قِرَاءَةُ الْجُمْهُورِ سئلت.
والموؤودة هِيَ الَّتِي كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَدُسُّونَهَا فِي التراب كراهية البنات، فيوم القيامة تسأل الموؤودة عَلَى أَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ لِيَكُونَ ذَلِكَ تَهْدِيدًا لقاتلها، فإنه إذا سُئِلَ الْمَظْلُومُ فَمَا ظَنُّ الظَّالِمِ إِذًا؟ وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَإِذَا الْمَوْؤُدَةُ سُئِلَتْ أَيْ سَأَلَتْ. وَكَذَا قَالَ أَبُو الضُّحَى: سَأَلَتْ أَيْ طَالَبَتْ بِدَمِهَا. وَعَنِ السُّدِّيِّ وَقَتَادَةَ مثله.
وقد وردت أحاديث تتعلق بالموؤودة
*📚 [ابن كثير، تفسير ابن كثير ط العلمية، 332/8]*



Ketika orang tua tobat dengan tobat nasuha (sebenar² nya taubat),  maka Allah akan mengampuninya.

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar