☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*
*B-M-U*
_soal antrian ke 34_
Sa’il : @ahmad dede supardi
Assalamualaikum ustadz kiyai,,, Mau nanya,,,
, kita ini memiliki hutang yang sangat banyak , sudah mencapai 173.77 triliun per maret kemaren ..hutang Indonesia kepada negara asing . kita sendiri ini termasuk dalam warga indonesia !
apakah kita nanti kalau meninggal, juga akan di tuntut ke pengadilan nya Allah, atas hutang sebanyak itu ????
Apa hanya pemerintah nya aja yang menanggung beban hutang tersebut..????
mohon pencerahan nya ustadz 🙏🙏😔
*-------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻.
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻.
@Hafiluddin :
وعلیکم السلام
tentunya yg bertanggung jawab pemerintah itu sendiri sebagai pemimpin rakyat ..
وعلیکم السلام
tentunya yg bertanggung jawab pemerintah itu sendiri sebagai pemimpin rakyat ..
berdasarkan sabda nabi .
کلکم راع وکلکم مسٸول عن رعیته .
setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan di mintai pertanggung jawaban apa yg di pimpinnya .
seperti pemerintah memimpin rakyat jadi yg bertanggung jawab pemerintah itu sendiri .
termasuk mengenahi hutang negara .
bukan rakyat yg bertanggung jawab.
termasuk mengenahi hutang negara .
bukan rakyat yg bertanggung jawab.
@Handoyo_Tangerang :
Masalah hutang negara, tentunya sebagai warga negara kita wajib ikut menanggungnya sebagai bagian dr sebuah institusi, hutang pribadi kita wajib membayarnya sebagai pribadi.
Masalah hutang negara, tentunya sebagai warga negara kita wajib ikut menanggungnya sebagai bagian dr sebuah institusi, hutang pribadi kita wajib membayarnya sebagai pribadi.
Ketika sifatnya institusional tentunya penanggungnya adalah institusi dalam hal ini negara, setelah kita melakukan kewajiban kita sebagai rakyat dlm institusi negara dgn membayar pajak,
maka selesailah kewajiban kita kepada institusi negara sedangkan sesudah kita meninggal, insyaa Allah sudah hilang kewajiban kita untuk membayar hutang negara.
Dan bagaimana jika qita sebagai warga negara yang dihitung tidak mampu ...tapi di tarik pajak rumah..
Dan qita tidak bisa membayarnya karena keterbatasan ekonomi....apakah itu termasuk tanggungan hutang saat qita meninggal ....????
Dan qita tidak bisa membayarnya karena keterbatasan ekonomi....apakah itu termasuk tanggungan hutang saat qita meninggal ....????
@Handoyo_Tangerang
In sya Allah bukan ...
In sya Allah bukan ...
Karena dalam pajak itu
Pemungutan harus adil, yaitu di pungut oleh orang yang kaya aja dan tidak di pungut dari orang orang yang miskin ..
Pemungutan harus adil, yaitu di pungut oleh orang yang kaya aja dan tidak di pungut dari orang orang yang miskin ..
distribusinya juga harus adil dan merata tidak fokus pada tempat² yang tertentu ..apalagi yang mengandung unsur dosa dan ma'shiat.
1. Dari orang-orang kafir yang meliputi : jizyah, ghonimah, harta fai' dan khoroj (pajak tanah) dengan segala ketentuannya.
*TAMBAHAN :*
@muhammadsyah240 :
*📚 [ إحياء علوم الدين الجزء الثاني ص 134 مكتبة الهداية سورابايا ]*
*📚 [ إحياء علوم الدين الجزء الثاني ص 134 مكتبة الهداية سورابايا ]*
و كل ما يحل للسلطان سوى الأحياء وما يشترك فيه الرعية قسمان مأخوذ من الكفار وهو الغنيمة المأخوذة بالقهر والفيء وهو الذي حصل من مالهم في يده من غير قتال والجزية وأموال المصالحة وهي التي تؤخذ بالشروط والمعاقدة والقسم الثاني المأخوذ من المسلمين فلا يحل منه إلا قسمان المواريث وسائر الأمور الضائعة التي لا يتعين لها مالك والأوقاف التي لا متولى لها.
Sebenarnya pemasukan kas negara(pemerintah) yang diperoleh dari rakyat, itu hanya berasal dari dua sektor :
1. Dari orang-orang kafir yang meliputi : jizyah, ghonimah, harta fai' dan khoroj (pajak tanah) dengan segala ketentuannya.
2. Dari orang-orang Islam yang meliputi : warisan yang tidak diketahui ahli warisnya, mal al-Dlo'i', zakat, khoroj dan para ahli ma'siat dalam rangka menghentikan kema'siatannya.
Pada dasarnya pajak trhadap orang islam itu tidak ada terkecuali krna kondisi trtentu itupun dngan bberapa syarat.
فأجاب) الجواب وبالله التوفيق إن الأصل أن لا يطالب المسلمون بمغاريم غير واجبة بالشرع وإنما يطالبون بالزكاة وما أوجبه القرآن والسنة كالفيئ والركاز وإرث من يرثه بيت المال وهذا ما أمكن به حمل الوطن وما يحتاج له من جند ومصالح المسلمين وسد ثلم الإسلام فإذا عجز بيت المال عن أرزاق الجند وما يحتاج إليه من آلة حرب وعدة فيوزع على الناس ما يحتاج إليه من ذلك وعند ذلك يقال يخرج هذا الحكم ويستنبط من قوله تعالى قالوا يا ذالقرنين إن يأجوج ومأجوج مفسدون في الأرض فهل نجعل لك خرجا الآية لكن لا يجوز هذا إلا بشروط.
Ibarat ini sangat jelas dasarnya tidak ada pajak pada orang islam.
الأول) أن تتعين الحاجة فلو كان في بيت المال ما يقوم به لم يجز أن يفرض عليهم شيء لقوله صلى الله عليه وسلم ليس على المسلمين جزية وقال صلى الله عليه وسلم لا يدخل الجنة صاحب مكر وهذا يرجع إلى إغرام المال ظلما
الثاني) أن يتصرف فيه بالعدل ولا يجوز أن يستأثر به دون المسلمين ولا أن ينفقه في شرف ولا أن يعطى من لا يستحق ولا يعطي أحدا أكثر مما يستحق
klu kita lihat syarat kedua ini maka pajak gak wajib dibayar.
*📚المعيار المعزب الجزء احدى عشرة ص 127-138(حكم فرض الخراج على الرعية)*
والله أعلم بالصواب


Tidak ada komentar:
Posting Komentar