Jumat, 29 Mei 2020

JIMA' KETIKA ADZAN SHUBUH (RAMADHAN)


☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 63_
Nama : imam @⁨imammawardi64⁩
Alamat : Surakarta , jawa-tengah.

Pertanyaan :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*Hukumnya gimana bila di bulan romadlon, sehabis sahur ada pasangan suami-istri yang tanduk alias dukhuli (menjima') istrinya, tapi ditengah-tengah dukhul  mendengar adzan shubuh .... Itu hukumnya gimana...????

Terimakasih Atas jawabannya 🙏🙏🙏
*-------------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻


*[ @⁨Akhi'ibnu⁩ ] :*
Tidak batal, jika dia langsung men-copot nya

Ada di minhaj imam nawawi kalo ndak salah.


*[ @⁨Ridha-Lombok_Ahqaf⁩ ] :*
ولو طلع الفجر وفي فمه طعام فلفظه صح صومه وكذا لو كان مجامعا فنزع في الحال فإن مكث بطل.

*📚 [النووي، منهاج الطالبين وعمدة المفتين في الفقه، صفحة ٧٦]*

__________________________


*[ @⁨U.Ishadi'Aceh⁩ ] :*
Wa 'Alaikumus Salam

Jika dengan spontan mencabut dzakarnya, maka puasanya di hukumi Sah :

ولو طلع الفجر و في فمه طعام فلفظه قبل ان ينزل شيء لجوفه صح صومه , وكذا لو كان مجامعا عند ابتداء طلوع الفجر فنزع في الحال اي عقب طلوعه فلا يفطر وان انزل , لأن النزع ترك للجماع , فان لم ينزع حالا لم ينعقد الصوم وعليه القضاء و الكفارة.

Seandainya fajar terbit, sedangkan mulutnya masih berisi makanan kemudian melepih (mengeluarkan) sebelum ada yang masuk kedalam jaufnya, maka puasanya tetap sah. Demikian pula bila fajar mulai terbit ia masih dalam persetubuhan, lalu dengan spontan ia mencabut dzakarnya, maka puasa tidak batal sekalipun inzal, karena dengan melepasnya berarti ia telah meninggalkan persetubuhan. Jika tidak di cabut dengan spontan, maka puasanya tidak dianggap oleh syara’ dan ia diwajibkan meng~qadhanya dan membayar kaffarah.
*📚[I’anatut Thalibin. Juz. 2/ Hal. 234, cet: Toha Putra]*

_[kalau sudah mendengar adzan atau masuk waktu shubuh, maka segera mencabutnya ... masalahnya itu pas ditengah-tengah ronde, solusinya bagaimana... Berarti puasanya batal ya kalau tetap diteruskan... ????]_

Iya batal klo gak mau mencabut, dan wajib qadha, masalah kaffarahnya seperti penjelasan di bawah ini👇

Jika fajar terbit, sedangkan ia masih jima' dan tidak tau bahwa fajarnya telah muncul, lalu jima'nya di hentikan, kemudian dia tau bahwa fajar telah muncul, maka wajib qadha puasanya dan tidak wajib kafarah.

Jika fajarnya telah muncul, sedangkan ia masih jima' dan mengira puasanya sudah batal untuk apa di cabut, mending di lanjutkan aja, maka wajib qadha puasanya, tidak wajib kafarah.

*📚[al-Hawy al-Kabir. Juz. 3/ Hal. 418] :*

فَصْلٌ
فَأَمَّا إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ عَلَيْهِ وَهُوَ مُجَامِعٌ فَلَمْ يَعْلَمْ بِطُلُوعِهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْ جِمَاعِهِ، ثُمَّ عَلِمَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ، وَلَا كَفَّارَةَ لِأَنَّهُ لَمْ يَقْصِدْ هَتْكَ حُرْمَةِ الصَّوْمِ، وَلَوْ طَلَعَ الْفَجْرُ عَلَيْهِ، وَهُوَ مُجَامِعٌ فَظَنَّ أَنَّ صَوْمَهُ قَدْ بَطَلَ لَوْ أَقْلَعَ، فَمَكَثَ مُمْسِكًا عَنْ إِخْرَاجِهِ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَلَا كَفَّارَةَ لِأَنَّهُ غَيْرُ قَاصِدٍ لِهَتْكِ الْحُرْمَةِ، وَاللَّهُ أعلم.

_____________________________


*[ @⁨U.M.Hendra_Aceh⁩ ] :*
Adapun kaffaratnya adalah : memerdekakan budak, jika tidak ada,  maka berpuasa 2 bulan berturut turut,  jika tidak ada, maka memberi makan 60 orang faqir miskin :
______

1936 - حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ. قَالَ: «مَا لَكَ؟» قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا؟» قَالَ: لاَ، قَالَ: «فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ»، قَالَ: لاَ، فَقَالَ: «فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا». قَالَ: لاَ، قَالَ: فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ - وَالعَرَقُ المِكْتَلُ - قَالَ: «أَيْنَ السَّائِلُ؟» فَقَالَ: أَنَا، قَالَ: «خُذْهَا، فَتَصَدَّقْ بِهِ» فَقَالَ الرَّجُلُ: أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا - يُرِيدُ الحَرَّتَيْنِ - أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: «أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ»

*📚 [البخاري، صحيح البخاري، 32/3]*



* * * *


*📚 Kasyifatus saja syarah safinatun naja hal,  463-464 ,beirut :*

Klo begini kasus nya berarti perempuan yang bayar kaffarat :

Ketahuilah sesungguhnya dalam masalah pihak yang menjima', *jika si perempuan menaiki si laki-laki dan si laki² tersebut tidak bergerak sama sekali dan tidak mengeluarkan sperma*, maka puasa si laki² tidak batal.

Adapun apabila si laki² mengeluarkan sperma, maka puasanya batal sebagaimana batalnya puasa sebab menyentuh kulit secara langsung (tanpa penghalang) selain pada farji.

Ketika si laki² yang dinaiki itu mengeluarkan sperma, maka puasanya sendiri dan siperempuan menjadi batal, meskipun tidak sampai memasukkan seluruh hasyafah (kepala dzakar), karena meskipun hanya sebagian hasyafah dapat disebut sebagai masuknya benda ke dalam lubang.

*_Adapun kewajiban membayar kaffarat hanya dibebankan pada si perempuan itu, bukan pada si laki² yang tidak bergerak itu._*

* * * *TAMBAHAN :* * * *
Saya cuma ingin mempertegas disini, yang bahwa waktu mulai berpuasa bukan dengan adzan shubuh, namun dengan terbitnya fajar shadiq :
______

{أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَة الصِّيَام الرَّفَث} بِمَعْنَى الْإِفْضَاء {إلَى نِسَائِكُمْ} بِالْجِمَاعِ نَزَلَ نَسْخًا لِمَا كَانَ فِي صَدْر الْإِسْلَام عَلَى تَحْرِيمه وَتَحْرِيم الْأَكْل وَالشُّرْب بَعْد الْعِشَاء {هُنَّ لِبَاس لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاس لَهُنَّ} كِنَايَة عَنْ تَعَانُقهمَا أَوْ احْتِيَاج كُلّ مِنْهُمَا إلَى صَاحِبه {عَلِمَ اللَّه أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ} تَخُونُونَ {أَنْفُسكُمْ} بِالْجِمَاعِ لَيْلَة الصِّيَام وَقَعَ ذَلِكَ لِعُمَرَ وَغَيْره وَاعْتَذَرُوا إلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {فَتَابَ عَلَيْكُمْ} قَبْل تَوْبَتكُمْ {وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآن} إذْ أُحِلَّ لَكُمْ {بَاشِرُوهُنَّ} جَامِعُوهُنَّ {وَابْتَغُوا} اُطْلُبُوا {مَا كَتَبَ اللَّه لَكُمْ} أَيْ أَبَاحَهُ مِنْ الْجِمَاع أَوْ قَدْره مِنْ الْوَلَد {وَكُلُوا وَاشْرَبُوا} اللَّيْل كُلّه {حَتَّى يَتَبَيَّن} يَظْهَر {لَكُمْ الْخَيْط الْأَبْيَض مِنْ الْخَيْط الْأَسْوَد مِنْ الْفَجْر} أَيْ الصَّادِق بَيَان لِلْخَيْطِ الْأَبْيَض وَبَيَان الْأَسْوَد مَحْذُوف أَيْ مِنْ اللَّيْل شِبْه مَا يَبْدُو مِنْ الْبَيَاض وَمَا يَمْتَدّ مَعَهُ مِنْ الْغَبَش بِخَيْطَيْنِ أَبْيَض وَأَسْوَد فِي الِامْتِدَاد {ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَام} مِنْ الْفَجْر {إلَى اللَّيْل} أَيْ إلَى دُخُوله بِغُرُوبِ الشَّمْس {وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ} أَيْ نِسَاءَكُمْ {وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ} مُقِيمُونَ بِنِيَّةِ الاعتكاف {في المساجد} متعلق بعافكون نَهْي لِمَنْ كَانَ يَخْرُج وَهُوَ مُعْتَكِف فَيُجَامِع امْرَأَته وَيَعُود {تِلْكَ} الْأَحْكَام الْمَذْكُورَة {حُدُود اللَّه} حَدَّهَا لِعِبَادِهِ لِيَقِفُوا عِنْدهَا {فَلَا تَقْرَبُوهَا} أَبْلَغ مِنْ لَا تَعْتَدُوهَا الْمُعَبَّر بِهِ فِي آيَة أُخْرَى {كَذَلِكَ} كَمَا بَيَّنَ لَكُمْ مَا ذُكِرَ {يُبَيِّن اللَّه آيَاته لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ} مَحَارِمه

*📚 [المحلي، جلال الدين، تفسير الجلالين، صفحة 39]*

قوله: (وأول وقتها طلوع الفجر الثاني، وآخره في الاختيار إلى الإسفار)، وهو الإضاءة

*📚 [محمد بن قاسم الغزي، فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب = القول المختار في شرح غاية الاختصار، صفحة 69]*

_________________________


*[ @⁨U.Hafiluddin_Pasuruan⁩ ] :*

وان جامع قبل طلوع الفجر
memang oke.

tapi yang sulit 

فأخرج مع الطلوع ای طلوع الفجر وانزل .

tidak mungkin pas dan sulit  bersamaan dengan طلوع الفجر ketika adzan shubuh pasti melewati.

dengan kata lain batal puasa nya kalau batasannya sampai adzan shubuh.

masalah niat misalnya .
niat harus bersamaan dengan pekerjaan . kecuali niat puasa harus sebelum fajar .
karena sulit untuk bersamaan dengan pas niatnya keluarnya fajar di saat kita puasa.
malah bisa membatalkan puasa.
ini bisa di jadikan pertimbangan.

yang menjadi batasan di mulainya puasa kan bukan dari امساک tapi من الفجر waktu shubuh .

imsak ke waktu shubuh kira² 10 /15 menit .
yang jadi mas’alah adzan shubuhnya .

sangat sulit dan tidak mungkin pas bersamaan waktu fajar shubuh pasti melewati fajar shubuh .

jadi ketika berhubungan mencabut waktu mendengar adzan : di pastikan batal . karena batasan puasa di mulai dari من الفجر . bukan dari adzan shubuh .

firman Allah :

کلوا واشربوا حتی یتبین لکم الخیط الابیض من الفجر

____________________________


*[ @⁨Al-Jambi⁩ ] :*


*📚 التنبيه في الفقه الشافعي*

__________________________________

*[ @⁨Abdul Wahid Al Azhari⁩ ] :*
Ini bagus, kira-kira sama gak dengan masalah diatas ?

Ini kasusnya, jima' sebelum terbit fajar, dikeluarkan bersamaan dengan terbit fajar dan keluar. Maka puasanya tetap sah. Karena keluarnya mani tadi disebabkan sentuhan yang mubah. Maka puasanya tidak batal.


*📚 Al Mu'tamad fil fiqhi al syafi'i*


والله تعالى أعلم بالصواب


Tidak ada komentar:

Posting Komentar