☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*
*B-M-U*
_soal antrian ke 36_
Sa’il : @+62 858-6629-1539
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, mohon idzin bertanya.
1. Apa hukum menikahi anak hasil zina (anak yang terlahir dari zina)
Tapi yang menikahi lelaki lain...bukan ayahnya... ????
Tapi yang menikahi lelaki lain...bukan ayahnya... ????
2. Apa hukum ayah biologis menikahi anak nya yang hasil dari zina ????
3. Bagaimana dampak menikahi perempuan, yang hasil dari zina... ????
*----------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
@M.Shalih_Lumajang :
Menikahi anak zina hukumnya makruh secara mutlak (oleh ayah biologis maupun orang lain) karena hal tersebut bisa menjadi bahan cemoohan dan juga kemungkinan berbuat hal serupa.
Menikahi anak zina hukumnya makruh secara mutlak (oleh ayah biologis maupun orang lain) karena hal tersebut bisa menjadi bahan cemoohan dan juga kemungkinan berbuat hal serupa.
Ayah biologis disini maksudnya lelaki yang berzina dengan ibunya.
Referensi :
*📚 Tuhfatul Muhtaj juz 7*
*📚 Nihayatul Muhtaj juz 6*
@Rama'Maulana'Bogor :
وَإِذَا لَمْ يَلْحَقْ وَلَدُ الزِّنَا بِالزَّانِي وَكَانَتْ ثيباً جَازَ لِلزَّانِي أَنْ يَتَزَوَّجَهَا عِنْدَ الشَّافِعِيِّ، وَإِنْ كره له أن يتزوجها، واختلف أصحابنا في معنى الكراهية
وَإِذَا لَمْ يَلْحَقْ وَلَدُ الزِّنَا بِالزَّانِي وَكَانَتْ ثيباً جَازَ لِلزَّانِي أَنْ يَتَزَوَّجَهَا عِنْدَ الشَّافِعِيِّ، وَإِنْ كره له أن يتزوجها، واختلف أصحابنا في معنى الكراهية
*📚 كتاب الحاوي الكبير [الماوردي]*
@khalilurrrahman :
Referensi tambahan, untuk jawaban nomor 2, _boleh tapi makruh_
Referensi tambahan, untuk jawaban nomor 2, _boleh tapi makruh_
*📚 [حاشية الشرقاوى ، على تحفة الطلاب ، ج ٣]*
Kalau jawaban untuk nomor 3 itu, kita sudah berusaha cari referensi nya belum ada, akan tetapi hanya menyimpulkan daripada hukum adat atau kebiasaan saja.
dampak negatif nya kemungkinan besar, yaitu :
1. Ada Pandangan kurang baik nya dari orang lain, terhadap anak zina dan yang menikahi nya.
2. Keturunan nya ilegal.
1. Ada Pandangan kurang baik nya dari orang lain, terhadap anak zina dan yang menikahi nya.
2. Keturunan nya ilegal.
Kira nya begitu ya ada nya ?
@C melly :
Ni yang no 3 ..mungkin butuh pencerahan aja kayaknya ustadz ya....atas ketakutannya..
Ni yang no 3 ..mungkin butuh pencerahan aja kayaknya ustadz ya....atas ketakutannya..
Ni sail bilang..
benerkah ada dampak bahwa keturunan pezina akan menjadi buruk dan bahkan ada yg menjadi pezina keturunannya....???
Jadi jawabannya ..
anak itu baik tidaknya tergantung dari orang tuanya mendidik
jika ibunya Ma'shiat, tapi ia menyadari akan dirinya dulu pernah berma'shiat.
ia berniat anaknya kelak ingin di didik maka anak itu akan jadi Sholehah nantinya
ia berniat anaknya kelak ingin di didik maka anak itu akan jadi Sholehah nantinya
jika ortu buruk prilakunya, anaknya pun di ajarkan demikian, anaknya sama
ibarat buah jatuh gak jauh dari pohonnya..maka dia akan menjadi pezina juga...
ibarat buah jatuh gak jauh dari pohonnya..maka dia akan menjadi pezina juga...
Naudzubillah tsumma na'udzubillah..
Wallahu a'lam
@Afif_Minang-Sumbar :
qaul hanabilah bahwa ayah biologis tak boleh menikahi anak kandung nya,baik itu hasil hubungan zina atau pun hubungan halal.
qaul hanabilah bahwa ayah biologis tak boleh menikahi anak kandung nya,baik itu hasil hubungan zina atau pun hubungan halal.
dan ini qaul Alhasan,atho' ,thawus,almujahid,asy-sya'bi,an-nakho'i,ats-tsauri,ishaq dan ashabur ro'yi..
*📚قال ابن قدامة في المغني (7/ 117):*
[ مسألة: قال: (ووطء الحرام محرِّم كما يحرِّم وطء الحلال والشبهة) يعني أنه يثبت به تحريم المصاهرة، فإذا زنى بامرأة حرمت على أبيه وابنه، وحرمت عليه أمها وابنتها، كما لو وطئها بشبهة أو حلالاً، ولو وطئ أم امرأته أو بنتها حرمت عليه امرأتُه، نص أحمد على هذا في رواية جماعةٍ، وروي نحو ذلك عن عمران بن حصين، وبه قال الحسن، وعطاء، وطاووس، ومجاهد، والشعبي، والنخعي، والثوري، وإسحاق وأصحاب الرأي.
[ مسألة: قال: (ووطء الحرام محرِّم كما يحرِّم وطء الحلال والشبهة) يعني أنه يثبت به تحريم المصاهرة، فإذا زنى بامرأة حرمت على أبيه وابنه، وحرمت عليه أمها وابنتها، كما لو وطئها بشبهة أو حلالاً، ولو وطئ أم امرأته أو بنتها حرمت عليه امرأتُه، نص أحمد على هذا في رواية جماعةٍ، وروي نحو ذلك عن عمران بن حصين، وبه قال الحسن، وعطاء، وطاووس، ومجاهد، والشعبي، والنخعي، والثوري، وإسحاق وأصحاب الرأي.
adapun dalil mereka adalah firman Allah :
" ولا تنكحوا ما نكح أباؤكم من النساء"
dan mereka disini mema'nai kata nikah juga berma'na hubungan badan
ولنا: قوله تعالى: {ولا تنكحوا ما نكح آباؤكم من النساء} [النساء: 22] والوطء يسمى نكاحاً؛ قال الشاعر: "إذا زنيت فأجِدْ نكاحا" فيدخل في عموم الآية. وفي الآية قرينةٌ تصرفه إلى الوطء، وهو قوله سبحانه وتعالى: {إنه كان فاحشة ومقتاً وساء سبيلا} [النساء: 22]، وهذا التغليظ إنما يكون في الوطء. وروي عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: «لا ينظر الله إلى رجل نظر إلى فرج امرأة وابنتها». وروى الجوزجاني بإسناده عن وهب بن منبه قال: (ملعون من نظر إلى فرج امرأة وابنتها) فذكرتُه لسعيد بن المسيب فأعجبه. ولأن ما تعلق من التحريم بالوطء المباح تعلق بالمحظور، كوطء الحائض. ولأن النكاح عقد يفسده الوطء بالشبهة، فأفسده الوطء الحرام، كالإحرام وحديثهم لا نعرف صحته، وإنما هو من كلام ابن أشوع وبعض قضاة العراق ، كذلك قال الإمام أحمد. وقيل: إنه من قول ابن عباس ]. انتهى..
@M.Hendra_Aceh :
📚
Boleh menikahi anak zina, karena anak tersebut tidak bernasab ke bapaknya..
Boleh menikahi anak zina, karena anak tersebut tidak bernasab ke bapaknya..
Dampaknya sah pernikahan, dan keturunannya ilegal.
📚
Tidak haram menikahi anak zina yang hasil dari air maninya sendiri. Karena air mani akibat zina tidak ada penghormatan sekalipun, akan tetapi cuma dimakruhkan saja, karena keluar dari pendapat (abu hanifah) yang mngatakan haram menikahi anak zina, yang dihasilkan dari air mani nya sendiri..
*📚[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، 327/3]*
@+62 858-6629-1539 :
Berarti menikahi anak nya sendiri sah ? Jika anak zina
Berarti menikahi anak nya sendiri sah ? Jika anak zina
@M.Hendra_Aceh :
Sah jika belum menikahi dan menjima' ibunya si anak ini.
Sah jika belum menikahi dan menjima' ibunya si anak ini.
Jika ayah biologisnya menikahi ibu kandung anak tersebut dan sudah " menjima'nya " maka ayah biologisnya boleh bersentuhan dengannya, sekedar salaman dan semisalnya (bukan area intim), serta tidak membatalkan wudlu' bila menyentuhnya. sebab dalam keadaan ini ayah biologisnya menjadi ayah tirinya, karenanya dia mahrom bagi anak perempuan tersebut. Tapi tidak menjadi wali.
*📚فتاوي ابن الصلاح : (663/2)*
أَنا لَو قَدرنَا زَوْجَة الْأَب ذكرا فَتكون بِمَنْزِلَة زوج الْأُم لَا تحرم عَلَيْهِ ابْنة امْرَأَته على الْإِطْلَاق فِيمَا لَا يُوجد الدُّخُول فَإِذا وجد الدُّخُول حرمت على التَّأْبِيد.
والله أعلم بالصواب






Tidak ada komentar:
Posting Komentar