Jumat, 08 Mei 2020

SHALAT ISYRAQ DAN DHUHA




☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 35_
Sa’il : @⁨+62 815-1564-3279⁩

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ana mau tanya...
1. Apa pengertian shalat syuruq dan Thulu' ????
2. Apa hukum mngerjakan kedua Shalat itu ????
3. Dan kapan waktu yang di utamakan mengerjakan nya ????
Syukron.
*———————*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Muhammad Ja'far⁩ :
Sholat sunnah isyroq/syuru'/thulu' adalah sholat sunnah mensyukuri ni'mat terbitnya matahari, yang hukumnya sunnah dilakukan, landasannya di kitab bajuri, i'anah, nihatuz zein : bab sholat sunnah

@⁨Hafiluddin⁩ :
وعلیکم السلام
pertama pengertian sholat شروق الشمس dan sholat طلوع الشمس  itu artinya sama .
sama sama matahari terbit dari timur .

yg kedua hukum nya sunnah untuk di kerjakan .

yg ketiga kapan waktunya ?
yaitu
من ارتفاع الشمس قدررمح الی الزوال
mulai dari naiknya matahari kira kira satu tombak 2.50 m /16 menit dari matahari terbit sampai tergelencirnya matahari ya`ni waktu zhuhor .
yg perlu di ingat sholat شروق termasuk sholat dhuha, tapi ada perbedaan di situ .

sebagaimana dalam ulama fiqih
سنةالاشراق ھی سنةالضحی لکن ادیتھامکبرا من حین اشرقت الشمس وارتفعت قیدرمح ھی صلاةالاشراق .
وانکان فی اخرالوقت او فی وسط الوقت فإنھاصلاةالضحی

sholat syuruq atau isyroq  itu termasuk sholat dhuha, tetapi ada perbedaan sholat syuruq di kerjakan di awwal waktu, ketika matahari terbit dan sudah naik kira kira satu tombak, itulah sholat syuruq .
dan apa bila di kerjakan di akhir waktu menjelang dzuhor atau di tengah tengah waktu yakni merasakan panas sinar matahari itulah waktu sholat dhuha.
dan boleh setelah melakukan sholat syuruq di sambung melakukan sholat dhuha .

kalau yg di tanyakan si sail kpn waktu sholat شروق yg lebih utama dan sempurna  seperti pada pertanyaan ?
tentu jawabannya ada di awal waktu setelah melakukan sholat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai keluarnya mata hari naik satu tombak, kemudian melakukan sholat dua rokaat maka masuk kata sholat syuruq yg fahalanya seperti hajji dan umroh .
nabi mengatakan sempurna sempurna sempurna . sebagai mana yg di sabdakan nabi

من صلی الغداة فی جماعةثم قعد یذکرالله حتی تطلع الشمس ثم صلی رکعتین کانت له کأجرحجةوعمرة. قال رسول الله  تامة تامة تامة.

@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
Betul, yg hrus di bedakan syuruq dengan dhuha, bukan dgn thulu'

Untuk nomor satu, yang penting kalo mataharinya sudah terbit kadar tombak atau setengah tombak, sebagaimana keterangan kitab Ihya, maka shalatlah dua rakaat.

adakalanya niat shalat isyraq berdasar qaul yang mengatakan shalat isyraq itu bukan shalat dhuha, adakalanya niat shalat dhuha berdasarkan qaul yang mengatakan isyraq itu dhuha, dan ini yang mu'tamad.

[KETERANGAN : YANG MU'TAMAD DI SINI ADALAH BUAT SHOHIBUL KITAB MARAQIL UBUDIYYAH (IMAM GHAZALI).]

📚[Maraqil al-'Ubuudiyyah. Hal. 31_32]:
فإذا طلعت الشمس وارتفعت قدر رمح، أو قدر نصفه كما في الإحياء فصل ركعتين إما بنية صلاة الإشراق بناء على القول بأنها غير صلاة الضحى أو بنية الضحى بناء على أنها هي وهو المعتمد

[PENDAPAT DARIPADA SYAIKH IBNU HAJAR AL-HAITAMI DAN IMAM RAMLI, BAHWA SHALAT ISYRAQ BUKAN LAH SHALAT DHUHA, AKAN DI RINCIKAN DI BAWAH INI]


2)
mengerjakan shalat itu hukumnya sunah
Reff

*📚Taqriratus sadidah. Hal. 280_281.*


@⁨Hb.Ahmad-Haddar_Bogor⁩ :



Adapun mengenai waktu pelaksanaannya, para masyaikh senantiasa melaksanakan sblm rub'u nahaar.

Sekaligus dg niatan istikharah untuk tiap amalan selama sehari semalam.
Sehingga segala pekerjaan dan tundak tanduk kita beroleh bimbingan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Artinya semakin dini dilaksanakan,makin luas periode bimbingan tersebut.

```Titik permas'alahan nya di sini : di mana ada khilaf pendapat, yang pertama mengatakan, bahwasanya shalat syuruq atau shalat isyraq, bukan shalat Dhuha, sebagaimana yang di katakan oleh Syaikh ibn Hajar Al-Haitami, di dalam kitab nya Al-Ubbab, demikian pula, mengikuti daripada pendapat Al-imam Al-Ghazali, dan juga sependapat dengan imam Ramli di dalam selain kitab beliau Nihayatul Muhtaj, adapun yang mengatakan bahwa shalat isyraq termasuk shalat Dhuha, adalah pendapat dari imam Ramli, di dalam kitab nya Nihayatul Muhtaj dan juga perkataan Sayyidina Abdullah bin Abbas.

Untuk pendapat yang kedua, bahwa shalat isyraq adalah shalat Dhuha, maka waqtu afdhal nya pelaksanaan nya tentu nya sama dengan Dhuha, yaitu sesudah lewat seperempat hari, adapun pendapat yang pertama, memang tidak terdapat Nash, atau lebih tepatnya, kami belum mendapatkan nash nya tentang itu, Namun di kala di niyyatkan bersamaan dengan niyyat kifayah minassurur wal Asrar, niyyat istikharah li kulli amal, na'maluha li kulli a'mal, na'maluha fil yaum wallaillah, maka para masyayikh, para guru² melaksanakan nya awwal waqtu, demi mendapatkan tujuan daripada niyyat² selain shalat isyraq, niyyat hajat, niyyat istikharah, supaya niyyat tersebut, bisa teraspirasi, lebih lama, ya'ni lebih banyak, lebih awwal daripada di laksanakan sesudah rub'un nahar.```

Mengapa dikatakan pendapat pertama yg mu'tamad ?
Sbb keduanya,Syekh Ibnu Hajar dan Imam Ramli (dalam kitabnya selain Nihaayah) sepaqat bahwa Isyraaq berbeda dg Dhuha..

@⁨C.Shofi_Cianjur⁩ :
📚
Dan adapun Waktu yg dipilih untuk melaksanakan sholat dhuha, yaitu melaksanakan nya setelah melewati ربع النهار (seperempat hari) Kira2 jam 8:30 atau jam 9:00 ini waktu yg utama untuk melaksanakan sholat dhuha, karena hadits yg shohih dalam waktu ini.

andai kata ada bertentangan antara tempat dan waktu, Mna yg lbih utama misal kita bisa sholat dhuha dimasjid tapi sholat nya sebelum ربع النهار (seperempat hari) , dan bisa melaksanakan sholat dhuha diseperempat hari, nmun diluar masjid, nah ini yang lebih utama sholat dhuha nya diakhir kan ke ربع النهار walaupun melaksanakan nya diluar masjid illatnya karena ada qo'idah
لان الفضيلة المتعلقة بالوقت أولى بالمراعة من المتعلقة بالمکان.
والله أعلم بالصواب انتهى


*📚اعانة الطالبين ج1ص255 مكتبة دار الفكر*

@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ :
فَرْعٌ: الْمُعْتَمَدُ أَنَّ صَلَاةَ الْإِشْرَاقِ غَيْرُ صَلَاةِ الضُّحَى م ر وَفِي حَجّ مَا يُوَافِقُهُ. اهـ. وَعِبَارَةُ شَيْخِنَا وَهَلْ هِيَ صَلَاةُ الْإِشْرَاقِ أَوْ غَيْرُهَا الَّذِي فِي شَرْحِ الرَّمْلِيِّ أَنَّهَا هِيَ وَقَالَ ابْنُ حَجَرٍ إنَّهَا غَيْرُهَا وَنَقَلَهُ ابْنُ قَاسِمٍ عَنْ الرَّمْلِيِّ أَيْضًا فِي غَيْرِ الشَّرْحِ وَعَلَيْهِ فَصَلَاةُ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَانِ يُحْرِمُ بِهِمَا بِنِيَّةِ سُنَّةِ إشْرَاقِ الشَّمْسِ وَيَتَأَكَّدُ عَلَى الشَّخْصِ قَضَاؤُهَا إذَا فَاتَتْ؛ لِأَنَّهَا ذَاتُ وَقْتٍ وَهُوَ وَقْتُ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَلَا تُكْرَهُ حِينَئِذٍ كَمَا عَلِمْت أَنَّهَا ذَاتُ وَقْتٍ. اهـ
*📚 كتاب تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي [ابن حجر الهيتمي]*

قال في العباب: ركعتا الإشراق غير الضحى، ووقتها عند الارتفاع.
*📚كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين [البكري الدمياطي]*


*📚 Nihayatuzzain*

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar