Rabu, 17 Juni 2020

BERHUTANG DI BANK

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 90_
Nama : Ridhwan @⁨nadzirul jezs⁩ 
Alamat : Bogor Barat.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*Deskripsi masalah :*
Ada seseorang punya hutang (umpama 5 juta) dan dia tidak mampu membayar, dan tidak ada yang bisa (membantu) untuk meminjamkan, sedangkan si penagih hutang mengancam akan membunuh ( jika hutang tidak di bayar ).
Terus orang yang punya hutang tersebut minjem ke rentenir atau bank yang pembayaran nya pakai bunga / sistem riba’.

Pertanyaan :
1.) apa kah boleh berhutang di bank tersebut ????

2.) Kalau tidak boleh bagaimana solusi nya ????
*-------------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
_____________________________


*[ @⁨Al-Jambi⁩ ] :*
Kalau hal aqad berhutang dibank, yang lazimnya : hitam diatas putih ( kontrak / surat² ) yang menguatkan sipeminjam kepada pihak bank.

Perihal perjanjian peminjaman yang melalui jalan bank system surat2 / dan tanda tangan / kontrak nya belum tahu, apakah meminjam dalam jumlah besar atau pukul rata.

Setahu kami yang pertama ditanya dasar jaminan atas pinjaman.

Apakah bisa masuk dalam keterangan ayat al-qur'an surat albaqaroh ayat 282 - 283 .mohon koreksinya :

يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَن يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَلاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِن كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْلاَ يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلُُ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا اْلأُخْرَى وَلاَ يَأْبَ الشُّهَدَآءُ إِذَا مَادُعُوا وَلاَ تَسْئَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُوا إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلاَ يُضَآرَّ كَاتِبُُ وَلاَ شَهِيدُُ وَإِن تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقُُ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمُُ {282}* وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانُُ مَّقْبُوضَةُُ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَلاَ تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ ءَاثِمُُ قَلْبُهُ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمُُ {283}

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah Rabbnya, dan jangan-lah dia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah aqalnya atau lemah (keadaannya), atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di dalam rahmah nya Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai, yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasiqan pada dirimu. Dan bertaqwalah kepada Allah; Allah mengajarkan mu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Rabbnya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 282–283).
_______
dalam hal pinjam

Mencatat dengan benar (adil tidak di tambah dan di kurangi)

dangan adanya keterangan ini sangat lah penting aqad soal pinjam, baik perorangan atau kelompok dan terbuka tanpa ada yang ditutupi ( adil).
Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dari salah satu pihak yang beraqad ( berjanji / catat mencatat).

*📚 [ حاشية الصاوى جزء ١ ص ١٧٩ - ١٨٠ ]*

والله اعلم

_____________________________


*[ @khalilurrahman ] :*

*📚 [ الأشباه والنظآئر فى قواعد وفروع فقه الشافعية - جلال الدين عبد الرحمن بن أبى بكر/السيوطي - المبحث الثالث ] :*


_______
*📚 [ غاية تلخيص المراد_هامش_بغية المسترشدين فى تلخيص فتاوى بعض الأئمة من العلماء المتأخرين - عبد الرحمن بن محمد بن حسين المشهور/باعلوي ] :*


_______
*📚 [ حاشية إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين لشرح قرة العين بمهمات الدين - ج٣ - أبي بكر عثمان بن محمد شطا الدمياطي/البكري ] :*


_______
Kalau Ta'bir ini bagaimana ustadz (di bawah nya lagi daripada referensi yang sudah saya kirim di atas).

Inti daripada referensi ini adalah : boleh berhutang di bank, selama tidak ada unsur riba.

Pengertian nya :
Patokan YANG MENENTUKAN riba atau tidak nya itu adalah : AQAD nya ( bukan bank nya ).

Dan terlebih penting nya adalah : *tidak ada KESEPAQATAN untuk mengembalikan dengan ada lebih nya (kalau ada lebih nya dan di sepaqati ketika aqad, maka di sini lah yang nama nya : riba').*

*📚 [ حاشية إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين لشرح قرة العين بمهمات الدين - ج٣ - أبي بكر عثمان بن محمد شطا الدمياطي/البكري ]*

_______
_[ Apa ada bank yang meminjamkan dana dengan 0%, dalam arti pokok nya saja. 100 ribu, kembali 100 ribu ? ]_

Ada nashihat dari guru kami, kalau memang tidak ada (arti nya semua bank pakai bunga terus), maka uang bunga nya itu, lebih baik di bakar (jika kita menerima), kalau kita umpama mengasih bunga (uang lebih nya) kepada pegawai bank atau bank nya, maka bilang kepada mereka, itu hanya lah sebuah hadiyyah / pemberian saja (bukan di aqad yang di sepaqati sebagai bunga).

والله تعالى أعلم بالصواب


Tidak ada komentar:

Posting Komentar