☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
B-M-U
soal antrian ke 157
🧕🏻 Nama : Khuliatul Ashfiya’
Alamat : Pasuruan Jawa timur
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib
✍🏻 DESKRIPSI :
Sebut saja imam ketika dia sedang belajar nahwu, dia menemukan keterangan bahwa : muta'allaq adalah 'Amil dari huruf Jer.
Lalu ketika ia naik kelas dua tsanawiyah, ia membaca keterangan pada pembahasan •شبه الاستعمالى• bahwasanya kalimat huruf itu, hanya bisa meng'amili, tapi tidak bisa di 'amilli.
🌴 PERTANYAAN :
1.) Bagaimana dengan keterangan bahwa muta'allaq adalah 'Amil nya huruf Jer ⁉️
🍏 JAWABAN :
Keterangan bahwa muta'allaq adalah amilnya huruf jer, adalah keterangan yang salah, karena huruf jer adalah termasuk Amil lafzhi. Sedangkan mu'allaq merupakan hubungan (الارتباط) saja, agar di ketahui arti huruf itu sendiri.
“Bahwa sesungguh nya amil-amil yang ada di dalam ilmu nahwu itu ada 100 amil, yang secara garis besar terbagi menjadi dua bagian yaitu :
• Amil Lafzhi (لفظية)
• Amil Ma’nawi (معنوية)
Amil Lafzhi terbagi kepada dua bagian : (1) simai’e, (2) qiyasi. Amil Lafzhi Samai’e itu ada 91 Amil, sedangkan Amil Lafzhi Qiyas ada 7 Amil. Adapun Amil Ma’nawi itu hanya ada dua Amil.
Amil Lafzhi Samai’e/Simai’e
Macam/Cabang Amil Lafzhi samai’e itu ada 13 :
~ Macam yang pertama adalah : Huruf-huruf yang men-jarkan isim (huruf Khafadh), dan huruf jar itu ada 19, yaitu :
A-1.} Ba (ب) contoh nya :
G-7.} باء القسم (Ba yang di gunakan untuk Sumpah) contohnya : بالله = demi Allah.
H-8.} تاء القسم (Ta yang di gunakan untuk Sumpah) contoh nya : تالله= demi Allah.
I-9.} ل (Lâm) contoh nya :
[دروس فى اللغة العربية، ص ١١٨]📗
[Durusun fillughatil arabiyah hal 118]
“Dan huruf² jar dilihat dari segi kebutuhan nya kepada ta'alluq ada 3 macam :
1.) Huruf jar ashli, dan pemahaman ma'na bergantung padanya. Harfu jar ini membutuhkan pada muta'alliq.
2.) Huruf jar tambahan, beramal seperti tawkid, dan pemahaman ma'na bergantung padanya. Harfu jar ini tidak membutuhkan pada muta'alliq, seperti kalimat ما جاءَ من أحدٍ = ما جاءَ أحدٌ
3.) Huruf jar yang menyerupai harfu jar tambahan, yaitu harfu jar yang tidak mungkin cukup dengan sebuah kata lafazh atau ma'na saja. harfu jar ini tidak membutuhkan kepada muta'alliq”.
[ma'ani an-Nahwi, juz 3 hal 113]
“[ta'alluq/kaitan jar dengan majrur)
para ahli nahwu berpendapat bahwasanya jar dan majrur, dan kata keterangan/zhorof semacam nya tidak harus bergantung pada fi'il/kata kerja, atau sesuatu yang senada dengan nya. Adapun ketergantungan kepada fi'il, seperti kalimat (سرت في الطريق) dan syibhul fi'il seperti (أنا سائر في الطريق) adalah muta'alliq dengan isim fa'il, yang menyerupai fi'il. dan begitu juga dengan isim maf'ul dan sebagian isim musytaq serta mashdar atau yang memiliki ma'na fi'il, seperti (أين أنت مني) karena arti(أين أنت) adalah menjauh”.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
2.) Bukankah itu bertentangan dengan keterangan dalam •شبه الاستعمالى• ⁉️
🍏 JAWABAN :
Bukan bertentangan, melainkan keterangan, sebagaimana soal nomor 1 adalah keliru. Dan maksud شبه الاستعمالي adalah menerangkan kemabnian isim serupa, dengan huruf dari segi pemakaian nya adalah membutuhkan kalimat lain, sebagaimana huruf jar membutuhkan kalimat lain/ muta'allaq.
[Syarah ibn Thulun, ala alfiyah ibn Malik, Juz 1, Hal 59]
“Dan kemiripan yang ke 3 adalah "al'isti'maly" dan yang dimaksud dengan nya adalah bahwa isim yang terbentuk, ketika sebagian harf menyerupainya dalam penggunaan. Seperti isim fi'il, seperti صه maka sesungguhnya ia menyerupai إن dalam keadaan nya sebagi amil, yang tidak dipekerjakan, Dan beliau mengisyaratkan nya dengan perkataannya «وكنيابة عن الفعل» maka syibh ini dijadikan niyabah dari fi'il, karena fi'il adalah amil ghoyr ma'mul padanya dan yang diwakilkan nya juga seperti itu, Dan berhati-hatilah dengan perkataan nya «بلا تأثّر» dari mashdar na’ib dari fi'il, karena nya sesungguh nya ia terpengaruh dengan fi'il yang diwakilkan nya”.
[al'i'rab wal bina, juz 3]
³. assyibhul isti'maly, yaitu Isim yang mengikut ciri khas huruf yaitu :
1. - Seolah-olah dia mewakili fi'il dan tidak memasukkan amil yang mempengaruhinya, dan dengan demikian isim adalah amil ghoyr ma'mul seperti harf.
Dan yang termasuk dalam jenis ini adalah isim fi'il, seperti هيهات , أوه ، dan kata صه sesungguh nya merupakan na’ib dari ، بَعُد ، أتوجع ، اسكت Adapun فهي , لعل merupakan na’ib dari أتمنى, أترجى dan ini semua beramal dengan sendiri nya, bukan dikenai amil di dalam nya.
2. - Seolah-olah nama nya tidak memiliki kekurangan, yang melekat pada kalimat yang disebutkan setelah nya, untuk memperjelas artinya. Seperti : إذ ، وإذا ، haytsu (وحيث ) yang termasuk zhorof ، والذي ، والتي ، dan isim mawsul lain nya, dan zhorof yang telah lalu melakukan fungsi idhofah pada kalimat.
Jika kita berkata : انتهيت من عمل الواجب إذ . Arti " إذ " tidak sempurna, kecuali kalimat tersebut dilengkapi dengan mengatakan : حضر المدرس. Hal yang sama berlaku untuk hal ( الحال ) yang berhubungan dengan isim mawshul, karena sesungguhnya kata ini membutuhkan kepada jumlah shilah, yang tertentu dari ma'na yang di inginkan. Dan hal tersebut seperti huruf membutuhkan keterangan untuk ma'nanya, kepada yang lain nya, dalam pembicaraan dengan mengunakan penghubung”.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✍️ CATATAN :
~ Isim itu mabni dengan alasan kesama'an dengan huruf serupa, secara وضعي ada معنوي ada استعمالي . contoh yang استعمالي adalah seperti isim maushul, misalnya الذي yaitu agar memiliki ma'na yang dimaksud, butuh kepada lafazh setelah nya, yaitu صلة ini sama dengan huruf jer, yaitu butuh kepada muta'allaq, agar supaya ma'nanya diketahui, karena tanpa ta'alluq huruf, maka tidak memiliki arti. contoh :
sama dengan isim maushul, dapat diketahui ma'na الذي misalnya karena adalah lafazh setelah nya. contoh :
~ Syibhul isti'mali adalah alasan isim menjadi mabni. Karena isim menjadi mabni, disebabkan menyerupai huruf di antara perserupaan nya adalah syibhul isti'mal, artinya bisa ber'amal, tapi tidak bisa di 'amalkan.
~ Maksud 'amil itu adalah 'amil bagi ma'mul, bukan maksud nya 'amil bagi huruf jar.
~ Menurut sebagian yang lain, Keterangan di atas gak ada yang salah. Cuma cara penyampaian nya saja berbeda. Contohnya pada kitab Dhammun serta madkhal untuk kelas Tajhizi. Di sana disebutkan dhammun dan raf'un itu baris di hadapan. Tapi kalau mereka ngaji lagi sampai pada kitab Mutammimah Ajurumiyah, mereka akan mendapatkan beda antara dhammun dan raf'un.
Jadi sekilas kayak membohongi anak² baru belajar, tapi sebenarnya tidak. Karena ulama mengibaratkan untuk pemula dengan ibarat yang mudah, mereka pahami terlebih dahulu, meskipun ibarat tersebut masih ada kontra jika diperhalus atau diperdalam.
Itulah sebabnya guru kita sering mengingatkan belajar itu jangan tanggung-tanggung, belajar lah yang lama di pondok.
Intinya, untuk yang tadi itu gak ada yang salah satu pun. Secara kalimat huruf memang dia tidak bisa jadi ma'mul untuk sebuah i'rab, namun tak ternafi dia akan dita'alluqkan kepada sebuah fi'il, meskipun ta'alluq itu tidak disebutkan sebagai "diamalkan" namun secara keseluruhan ta'alluq itu juga bisa dipahami sebagai "diamalkan". Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ta'alluq fi'il (hubungan fi'il) itu adalah maf'ul bih, maf'ul muthlaq, maf'ul min ajlih, zharaf, jar dan majrur atau disebut maf'ul fih, termasuk ta'alluq fi'il kepada fa'ilnya. Bukankah hubungan fa'il, maf'ul bih, dan seterusnya itu disebut "diamalkan" atau "kena amalan fi'il" ?
"Dengan syarahan yang tepat akan menghilangkan perbedaan yang berkesan menyalahkan".
📗 Tadributh Thullab
MUHARRIR : @Kiai M.Huda_Jember
MUJAWWIB : @C.Anisah'Sukabumi @Putra Bungsu @U.Hasyim'Sum-Ut @Makhluf
TERJEMAH IBARAH : @U.Handoyo_Tangerang
والله أعلم بالصواب






Tidak ada komentar:
Posting Komentar