Minggu, 27 September 2020

HUKUM IJAB QABUL MELALUI MEDSOS

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 164
👳🏻‍♂️ Nama : Ari Azhari
Alamat : Aceh

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Dalam suatu perdagangan ada beberapa syarat yang harus di penuhi yaitu :

~ Ada ijab Qabul.
~ Tidak boleh ada pemisah antara ijab qabul, dalam artian tidak disenangi oleh waktu yang lama.
~ Ada nya barang yang dijual.
~ Barangnya layak untuk dijual, Dan lain sebagai nya.

🌴 PERTANYAAN :

1.) Bagaimana kah hukum nya jika ijab qabul yang dilakukan secara tidak langsung, dalam artian Melainkan melalui Medsos ⁉️

🍏 JAWABAN :

Hukum ijab qabul yang dilakukan secara tidak langsung, bertatap muka melainkan melalui medsos, adalah Sah, apabila syarat- syaratnya terpenuhi, yaitu seperti adanya lafazh yang menunjukkan ridha, berlangsung tanpa jeda lama antara ijab dan qabul.

[الفقه على المذاهب الأربعة، ج ٢ ص ١٤١]📗
الصيغة في البيع هي كل ما يدل على رضاء الجانبين البائع والمشتري وهي أمران (٢•) :
الأول: القول وما يقوم مقامه من رسول أو كتاب؛ فإذا كتب لغائب يقول له: قد بعتك داري بكذا أو أرسل له رسولاً فقبل البيع في المجلس فإنه يصح، ولا يغتفر له الفصل إلا بما يغتفر في القول حال حضور المبيع.
(٢•) الشافعية - قالوا: لا ينعقد البيع إلا بالصيغة الكلامية أو ما يقوم مقامها من الكتاب والرسول، وإشارة الأخرس المعلومة

[Alfiqh alal madzahibil arba'ah, juz 2, hal 141]
“Shighat dalam jual beli, adalah semua yang menunjukkan atas keridhoan dua pihak, penjual dan pembeli, yaitu ada 2 macam (•٢) :
1.) Perkataan dan sesuatu yang setara dengan nya yang berupa perwakilan atau tulisan. Bila ditulis untuk orang yang tidak ada, maka ia berkata bagi nya : sungguh telah ku jual padamu rumahku, dengan harga sekian, atau ia mengutus perwakilan, lalu ia menerima jual beli di sebuah majlis, maka itu sah. Dan tidak menjadi batal dengan adanya keterpisahan, kecuali dengan hal-hal yang membatalkan kondisi adanya barang di jual dalam perkataan.
(•٢) Menurut madzhab Syafi'i, mereka berpendapat bahwa tidak terjadi aqad jual beli, kecuali dengan shighat kalamiyah (dalam ucapan), atau dengan sesuatu yang menempati posisi shighat bai' berupa tulisan atau perwakilan, dan isyarat oramg bisu yang sudah diketahui”.


[شرح الياقوت النفيس، ج ٢ ص ٢٢]📗
وَالْعِبْرَةُ فِي الْعُقُودِ لِمَعَانِيهَا لَا لِصُوَرِ الْأَلْفَاظِ ----إلى أن قال---- وَعَنِ الْبَيْعِ وَ الشِّرَاءِ بِوَاسِطَةِ التِّلِيفُونِ وَالتَّلَكْسِ وَالْبَرْقِيَاتِ كُلُّ هذِهِ الْوَسَائِلِ وَأَمْثَالِهَا مُعْتَمَدَةُ الْيَوْمِ وَعَلَيْهَا الْعَمَلُ

“Yang dipertimbangkan dalam aqad-aqad, adalah substansinya, bukan bentuk lafazhnya, dan jual beli via telepon, teleks, telegram dan sejenisnya, telah menjadi alternatif yang utama dan dipraktekkan di zaman sekarang”.


[مغني المحتاج، ج ٢ ص ٣٣٠]📗
فَرْعٌ: يَصِحُّ الْبَيْعُ وَنَحْوُهُ مِنْ الْمُعَامَلَاتِ بِالْعَجَمِيَّةِ مَعَ الْقُدْرَةِ عَلَى الْعَرَبِيَّةِ قَطْعًا، وَفِي النِّكَاحِ خِلَافُ التَّعَبُّدِ، وَالْأَصَحُّ فِيهِ الصِّحَّةُ (وَيُشْتَرَطُ أَنْ لَا يَطُولَ الْفَصْلُ) بَيْنَ الْإِيجَابِ وَالْقَبُولِ وَلَوْ بِكِتَابَةٍ أَوْ إشَارَةِ أَخْرَسَ

[Mughnil muhtaj, juz 2, hal 330]
“Sebuah cabang : sah jual beli atau hal-hal sejenis dalam mu'amalat dengan orang ajam yang berkemampuan bahasa arab secara pasti. Dan dalam nikah ada perbedaan ibadah. Dan menurut pendapat yang Ashoh hal tersebut sah. (dan disyaratkan agar tidak memperpanjang pemisahan) antara ijab dan qabul, meskipun dengan tulisan atau isyarat orang bisu”.


[الفقه الإسلامي وأدلته، ج ٤ ص ١٠٨-١٠٩]📗
ليس المراد من اتحاد المجلس المطلوب في كل عقد كما بينا كون المتعاقدين في مكان واحد، لأنه قد يكون مكان أحدهما غير مكان الآخر، إذا وجد بينهما واسطة اتصال، كالتعاقد بالهاتف أو اللاسلكي أو بالمراسلة (الكتابة) وإنما المراد باتحاد المجلس: اتحاد الزمن أو الوقت الذي يكون المتعاقدان مشتغلين فيه بالتعاقد، فمجلس العقد: هو الحال التي يكون فيها المتعاقدان مقبلين على التفاوض في العقد، وعن هذا قال الفقهاء «إن المجلس يجمع المتفرقات» وعلى هذا يكون مجلس العقد في المكالمة الهاتفية أو اللاسلكية: هو زمن الاتصال ما دام الكلام في شأن العقد، فإن انتقل المتحدثان إلى حديث آخر انتهى المجلس.


[Al fiqh al islamy wa adillatuhu, juz 4, hal 108-109]
“Bukanlah dimaksud dari menyatunya majlis, yang diminta dalam setiap aqad, seperti yang telah kami jelaskan adalah adanya dua orang yang beraqad dalam satu tempat, karena terkadang tempat salah satunya berbeda, dengan tempat yang lain. Jika ditemukan diantara keduanya alat perantara untuk berkomunikasi, seperti beraqad dengan telpon, radio atau surat menyurat (tulisan), dan yang dimaksud dengan menyatunya majlis : satunya zaman atau waktu, dimana dua orang yang beraqad, sibuk di saat itu dengan beraqad.
Adapun majlis aqad : ialah kondisi yang didalamnya ada dua orang yang beraqad ber-hadap-hadapan, untuk menyerahkan sesuatu dalam aqad. Para fuqoha berpendapat mengenai hal ini, 《sesungguhnya majlis itu mengumpulkan perbedaan perbedaan}}, oleh karena itu majlis aqad ada dalam percakapan telpon atau radio : yaitu ketika berhubungan yang ada selama pembicaraan mengenai kondisi aqad. Dan apabila orang-orang yang bercakap-cakap, berpindah topik dalam pembicaraan, maka berakhirlah majlis itu”.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Kalau ijab dan qabul melalui surat, dikira sah, Kenapa bisa sah, Karena tanpa mengetahui siapa pembeli dan penjual nya itu bisa berakibat fatal, apabila terjadi kecacatan pada barang jualan, maka kecil kemungkinan nya untuk mengembalikan barang nya ke pemilik asal nya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Keabsahan ijab dan qabul melalui surat, adalah dengan tidak mengabaikan syarat-syarat lain dalam jual beli, yang dapat menghilangkan kemungkinan-kemungkinan, yang dapat menghilangkan hak-hak penjual dan pembeli, termasuk khiyar aib dan lain-lain.

[مشورات إجتماعية للبوطى، ص ٨٢]📗
هل يصح العقد التجاري على الإنترنت؟ وهل يصح ما يفعله الشباب اليوم من التعرف على السيدات على الإنترنت بقصد الزواج أو بقصد التسلية؟ وهل يصح الزواج والخطبة على الإنترنت؟
أما التعرف على السيدات و التسلية معهن على الإنترنيت، فلا يجهل مسلم عاقل أنه غير جائز . كذلك الزواج، لا ينعقد النكاح بمحاورات عبر الإنترنيت. وأما العقود التجارية فلا حرج في أن تتم بهذه الواسطة تحقيقا للسهولة، بشرط أن تنضبط الأمور وتسد الاحتمالات

[Masyurat ijtimaiyyah lilbuthy, hal 82]
“Apakah sah aqad dagang melalui internet ?, Dan apakah sah apa yang dilakukan anak muda sekarang, berkenalan dengan perempuan-perempuan melalui internet, dengan maksud menikahi atau dengan maksud bersenang-senang ?, Dan apakah sah menikah dan melamar melalui internet ?
Adapun berkenalan dengan perempuan-perempuan dan bersenang-senang dengan mereka melalui internet, maka tidaklah bodoh orang muslim yang beraqal, bahwa hal tersebut tidak boleh. Begitu juga menikah, tidak terjadi aqad nikah dengan perbincangan melalui internet, adapun aqad dagang, maka tidaklah bermasalah, untuk menyempurnakannya melalui perantaraan internet, untuk memudahkan, dengan syarat hal-hal tersebut sudah pasti dan menghalangi penyimpangan-penyimpangan”.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3.) Kalau misalkan boleh ijab dan qabul berselang waktu, Berapa lamakah jangka waktu yang dibolehkan untuk terpisah antara lafal ijab dan Qabul ⁉️

🍏 JAWABAN :

Lama jangka waktu yang dibolehkan untuk terpisah, antara ijab dan qobul, adalah waktu yang sebentar atau waktu yang tidak lama. Waktu yang dianggap tidak lama, adalah waktu dimana dengan jangka waktu tersebut, orang tidak dianggap berpaling dari qobul.

[كفاية الاخيار، ج ١ ص ٢٣٣]📗
وكما يشْتَرط الْإِيجَاب وَالْقَبُول يشْتَرط أَن لَا يطول الْفَصْل بَينهمَا إِمَّا بِأَن لَا تنفصل النِّيَّة أَو يفصل بِزَمَان قصير فَإِن طَال ضرّ لِأَن الطول يخرج الثَّانِي عَن أَن يكون جَوَابا والطويل مَا أشعر بإعراضه عَن الْقبُول كَذَا ذكره النَّوَوِيّ فِي زِيَادَة الرَّوْضَة فِي كتاب النِّكَاح

[Kifayatul akhyar, juz 1, hal 233]
“Dan sebagaimana disyaratkan ijab dan qabul, disyaratkan juga agar tidak memanjangkan pemisah di antara keduanya. Baik tidak terpisah niat atau terpisah dengan waktu yang pendek. apabila panjang pemisahnya, maka akan membahayakan, karena panjangnya waktu bisa mengeluarkan yang ke dua (qabul) dari menjadi jawaban. Dan panjangnya waktu tidak memberitahukan tentang penolakannya dari qabul, demikian yang disebutkan imam an-nawawi dalam ziyadatur raudhah pada bab nikah”.


✍️ NB :

Di dalam setiap aplikasi media beda-beda, Dhobit :

بحيث يشعر الإعراض عن القبول
Sekiranya pembeli itu dianggap berpaling dari qabul.

Contoh :
~ Qabul dalam aplikasi semisal shopee, tokopedia, Lazada, yang jauh dari tipu menipu, bahkan klo ada aib bisa رد المبيع di kembalikan barangnya, dan identitas penjual jelas, itu klo sekiranya kita membeli barang, Di taruh di keranjang, Seperti makanan, Tas, baju bahkan kitab dan lain-lain, Mereka memberikan jangka waktu, Misal 2 jam, Jadi mereka memberikan kode untuk kita bayar langsung, lewat perantara indomart, Alfamart, Atau langsung dibayar lewat M-banking, BCA, MANDIRI, BRI dan lain-lain.

Apabila dalam jangka waktu yang di tentukan oleh aplikasi, semisal shopee tersebut kita bayar, Lewat media m-banking atau alfamart/indomart, Maka barang fix langsung di kemas dan di kirim ke pembeli dengan data seperti nomor telefon dan alamat nya.
Sebalik nya, Klo dalam jangka waktu yang di tentukan itu kita biarkan, Artinya tidak membayar apa yang telah kita beli, Maka pembelian dianggap batal.
Begitu pula aplikasi seperti kita mau ijaroh hotel, Bayar tiket kereta, Lewat internet.
Cuma jatuh nya kebanyakan aplikasi itu, termasuk jual beli Aqad salam سلم Atau pesan memesan.



MUHARRIR : Kiai Mahmulul Huda

MUJAWWIB : @⁨Ibnu Agy⁩ @⁨U.M.Ridhwan_Cisa’at⁩ @⁨U.Saifuddin_Jember-Rubath⁩ / para member grup

TERJEMAH IBARAH : Ustadz Handoyo Tangerang

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar