Minggu, 09 Agustus 2020

MENIATKAN FAHALA QURBAN


☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 137_
👳🏻‍♂️Nama : Mauna ihsan @⁨Mauna Ihsan⁩
Alamat : Aceh besar_Montasik.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

*✍🏻 DESKRIPSI :*

Seorang penyembelih qurban (jagal) di minta menyembelih dua ekor kambing untuk 3 orang ( sekeluarga), namun penyembelih hanya mau meniatkan untuk seekor qurban, untuk seorang nama.
Dengan desakan shohibul qurban, akhirnya disembelih lah 2 ekor kambing tersebut, dengan meniatkan 3 nama tersebut (sekeluarga).
Shohibul qurban memaksa memasukkan 3 nama, karena ia berpendapat, bahwa boleh menyembelih seekor kambing atau dua ekor untuk sekeluarga, karena hanya demikian yang ia mampu.

*🌴 PERTANYAAN :*

1.) Apakah sah qurban demikian (2 ekor kambing untuk sekeluarga / 3 orang) ⁉️

*🍏 JAWABAN :*

_🔘Kalau yang di maksud adalah di niatkan dari segi fahala nya, maka qurban nya si yang berqurban : tetap sah dan boleh meniatkan berbagi fahala kepada keluarga (baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal), akan tetapi kalau dari segi (kesunnahan ainiyyah) qurban nya (bagi yang belum berqurban), dengan kata lain : dua ekor kambing untuk tiga orang atau lebih, maka ini yang tidak boleh, karena pada dasar nya, satu ekor kambing hanya boleh dan cukup hanya untuk satu orang saja (selebih nya hanya boleh di niatkan dari segi fahala), si keluarga atau orang yang belum berqurban, mereka masih ada tuntutan (tetap di sunnahkan untuk berqurban)._


👳🏻‍♂️  *[ @⁨syaifuddinahmad675⁩ ] :*

تُجْزِئُ ( الشَّاةُ ) الضَّائِنَةُ وَالْمَاعِزَةُ ( عَنْ وَاحِدٍ ) فَقَطْ اتِّفَاقًا لَا عَنْ أَكْثَرَ بَلْ لَوْ ذَبَحَا عَنْهُمَا شَاتَيْنِ مُشَاعَتَيْنِ بَيْنَهُمَا لَمْ يَجُزْ ؛ لِأَنَّ كُلًّا لَمْ يَذْبَحْ شَاةً كَامِلَةً وَخَبَرُ اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّةِ مُحَمَّدٍ مَحْمُولٌ عَلَى التَّشْرِيكِ فِي الثَّوَابِ وَهُوَ جَائِزٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالُوا لَهُ أَنْ يُشْرِكَ غَيْرَهُ فِي ثَوَابِ أُضْحِيَّتِهِ وَظَاهِرُهُ حُصُولُ الثَّوَابِ لِمَنْ أَشْرَكَهُ وَهُوَ ظَاهِرٌ إنْ كَانَ مَيِّتًا قِيَاسًا عَلَى التَّصَدُّقِ عَنْهُ وَيُفَرَّقُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَا يَأْتِي فِي الْأُضْحِيَّةِ الْكَامِلَةِ عَنْهُ بِأَنَّهُ يُغْتَفَرُ هُنَا لِكَوْنِهِ مُجَرَّدَ إشْرَاكٍ فِي ثَوَابِ مَا لَا يُغْتَفَرُ ثُمَّ رَأَيْت مَا يُؤَيِّدُ ذَلِكَ وَهُوَ مَا مَرَّ فِي مَعْنَى كَوْنِهَا سُنَّةَ كِفَايَةٍ الْمُوَافِقُ لِمَا بَحَثَهُ بَعْضُهُمْ أَنَّ الثَّوَابَ فِيمَنْ ضَحَّى عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ لِلْمُضَحِّي خَاصَّةً لِأَنَّهُ الْفَاعِلُ كَالْقَائِمِ بِفَرْضِ الْكِفَايَةِ

Artinya : _“(Seekor kambing) baik domba maupun kambing kacang, itu cukup untuk qurban (satu orang) saja, berdasarkan KESEPAQATAN ULAMA, tidak untuk lebih satu orang. Bahkan kalau misalnya ada dua orang, menyembelih dua ekor kambing, yang membaur sebagai qurban bagi keduanya, maka tidak boleh, karena masing-masing tidak menyembelihnya dengan sempurna. Dan Hadits «Tuhanku, inilah qurban untuk Muhammad dan ummat Muhammad ﷺ,’ mesti dipahami sebagai persekutuan dalam pahala. Ini boleh saja. Dari sini para ulama berpendapat, bahwa seseorang boleh menyertakan orang lain dalam pahala qurbannya. Secara tekstual, pahala itu didapat bagi orang yang menyertakan orang lain. Ini jelas, meskipun orang yang disertakan itu sudah wafat. Hal ini didasarkan pada qiyas shadaqah atas mayyit. Tentu harus dibedakan antara shadaqah biasa dan ibadah qurban sempurna. Karena di sini sekedar berbagi pahala qurban : dibolehkan. Saya melihat dalil yang memperkuat pernyataan ini, seperti pernah dijelaskan, di mana hukum ibadah qurban adalah sunnah kifayah. Hal ini sejalan dengan bahasan sejumlah ulama yang menyebutkan, bahwa pahala orang yang berqurban untuknya dan keluarganya, itu sejatinya untuk dirinya sendiri. Karena, orang pertama lah yang berqurban, sama halnya dengan orang yang menunaikan ibadah fardhu kifayah”._
📗(Lihat Ahmad bin Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan keempat, tahun 2011, juz 4, halaman 354-355).


👳🏻‍♂️  *[ @⁨M.Fadhil_Malaysia⁩ ] :*

Satu ekor kambing cukup qurban untuk satu orang, satu ekor sapi cukup qurban untuk 7 orang.

Tidak boleh berkongsi qurban kambing, lebih dari satu orang, dan qurban sapi lebih dari 7 orang.

Namun, boleh berkongsi pahala dengan orang lain, bila diniatkan pahalanya untuk si fulan, si fulan.

حاشية ﺍﻟﺒﺎﺟﻮﺭﻱ ـ (ﺝ 2 / ﺹ 297‏)
(ﻭﺗﺠﺰﺉ البدنة ﻋﻦ ﺳﺒﻌﺔ) ﺍﺷﺘﺮﻛﻮﺍ ﻓﻰ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﺑﻬﺎ (و) تجزئ (البقرة عن سبعة) كذلك (و) تجزئ (الشاة عن) شخص (واحد) وهي أفضل من مشاركته في بعير وأفضل أنواع الأضحية ابل وبقر ثم غنم.‏
(ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺍﺷﺘﺮﻛﻮﺍ ﻓﻰ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﺑﻬﺎ) ﺍﻱ ﺑﺎﻟﺒﺪﻧﺔ ﻭﻣﺜﻠﻬﺎ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻓﺎﻟﺘﻘﻴﻴﺪ ﺑﺎﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﻟﺨﺼﻮﺹ ﺍﻟﻤﻘﺎﻡ ﺳﻮﺍﺀ ﺍﺗﻔﻘﻮﺍ ﻓﻰ ﻧﻮﻉ ﺍﻟﻘﺮﺑﺔ ﺍﻡ ﺍﺧﺘﻠﻔﻮﺍ ﻓﻴﻪ ﻛﻤﺎ ﺍﺫﺍ ﻗﺼﺪ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﻬﺪى ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻣﺎﻟﻮ ﺍﺭﺍﺩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻻﻛﻞ ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﺒﻴﻊ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﺣﺪﻫﻢ ﺫﻣﻴﺎ ﻟﻢ ﻳﻘﺪﺡ ﻓﻴﻤﺎ ﻗﺼﺪﻩ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﺿﺤﻴﺔ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻭﻟﻬﻢ ﻗﺴﻤﺔ ﺍﻟﻠﺤﻢ ﻻﻧﻬﺎ ﻗﺴﻤﺔ ﺍﻓﺮﺍﺯ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺻﺢ ﻛﻤﺎ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻟﻠﺠﺰﺍﺭ ﺑﻴﻊ ﺧﺼﺘﻪ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ. ‏(ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺗﺠﺰﺉ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ﻋﻦ ﺳﺒﻌﺔ ﻛﺬﻟﻚ‏) ﺍﻱ ﺍﺷﺘﺮﻛﻮﺍ ﻓﻰ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻊ أﻥ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﺲ ﺑﻘﻴﺪ ﻛﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﻣﻤﺎ ﻣﺮ. ‏
*(ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺗﺠﺰﺉ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﻋﻦ ﺷﺨﺺ ﻭﺍﺣﺪ‏) ﺍﻱ ﻻ ﻋﻦ أﻛﺜﺮ ﻣﻨﻪ ﻓﻠﻮ ﺍﺷﺘﺮﻙ ﻣﻊ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻢ ﺗﻜﻒ ﻧﻌﻢ ﻟﻮ ﺿﺤﻰ ﻋﻨﻪ ﻭأشرك غيره معه في ثوابها لم يضر وكذلك لو ضحى عنه وﻋﻦ أﻫﻠﻪ ﻓﻼ ﻳﻀﺮ ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺣﻤﻞ ﺧﺒﺮ مسلم ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين وقال اللهم تقبل من محمد وأل محمد ومن أمة محمد.*

📗ﺑﻐﻴﺔ اﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ﻟﻠﺴﻴﺪ ﺑﺎﻋﻠﻮﻱ اﻟﺤﻀﺮﻣﻲ ـ (ص 257)
....ﻧﻌﻢ ﻗﺎﻝ اﻟﺨﻄﻴﺐ ﻭ (ﻣ ﺭ) ﻭﻏﻴﺮﻫﻤﺎ: *ﻟﻮ ﺃﺷﺮﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻲ ﺛﻮاﺏ ﺃﺿﺤﻴﺘﻪ ﻛﺄﻥ ﻗﺎﻝ: ﻋﻨﻲ ﻭﻋﻦ ﻓﻼﻥ ﺃﻭ ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﺟﺎﺯ ﻭﺣﺼﻞ اﻟﺜﻮاﺏ ﻟﻠﺠﻤﻴﻊ*، ﻗﺎﻝ ﻋ ﺷ: ﻭﻟﻮ ﺑﻌﺪ اﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ، ﻟﻜﻦ ﻗﻴﺪ ﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ ﺟﻮاﺯ اﻹﺷﺮاﻙ ﻓﻲ اﻟﺜﻮاﺏ ﺑﺎﻟﻤﻴﺖ ﻗﻴﺎﺳﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﺼﺪﻕ ﻋﻨﻪ



🔘NB :

1.) Sunnah 'Ainiyyah, yaitu : Sunnah yang di lakukan oleh setiap orang (muslim) yang mampu.
2.) Sunnah Kifayah, yaitu : Di sunnahkan di lakukan oleh sebuah keluarga, dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor atau lebih, untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

_imam ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan : Jika anggota keluarga berbilang, maka hukum qurban adalah : sunnah kifayah, artinya qurban dari salah satu anggota keluarga yang  "rasyid" (memenuhi  syarath untuk qurban), sudah mencukupi untuk keluarga yang lain nya, berdasar riwayat yang benar dari Abu Ayyub Al-Anshariy, "Kami menyembelih qurban 1 kambing, dengan cara seorang laki² menyembelih untuk diri nya sendiri dan anggota keluarga nya" dan jika tidak seperti itu (pengertian nya : jika tidak berbilang anggota keluarga atau berbilang, tapi kambing nya sama dengan bilangan anggota keluarga) maka menjadi sunnah ainiyyah._

ثُمَّ إنْ تَعَدَّدَ أَهْلُ الْبَيْتِ كَانَتْ سُنَّةَ كِفَايَةٍ فَتُجْزِئُ مِنْ وَاحِدٍ رَشِيدٍ مِنْهُمْ لِمَا صَحَّ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - كُنَّا نُضَحِّي بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ يَذْبَحُهَا الرَّجُلُ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَإِلَّا فَسُنَّةُ عَيْنٍ
📚 [ابن حجر الهيتمي، تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، ٣٤٤/٩]


تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية وقد سبقت المسألة في أول الباب

Seekor kambing qurban cukup untuk satu orang, dan tidak cukup untuk lebih dari satu orang. Tetapi kalau seseorang dari anggota keluarga berqurban dengan satu ekor, maka cukuplah syi'ar Islam di keluarga itu.
Ibadah Qurban dalam sebuah keluarga itu Sunnah kifayah dan sudah lalu masalah ini pada awwal bab.
📚 [Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab karangan al imam muhyiddin Abi zakaria yahya syarof an-nawawy, juz 8, halaman 397]

Kalau melihat pernyata'an imam nawawi, maka secara Fiqih, berqurban satu kambing itu untuk satu orang, adapun fahala syi'arnya adalah mencukupi untuk satu keluarga.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Adakah pendapat ulama yang mensahkan hal demikian, walaupun pendapatnya lemah, dan atau adakah pendapat madzhab arba'ah yang mensahkan hal demikian walaupun lemah ⁉️

*🍏 JAWABAN :*

_🔘Tidak ada, karena satu ekor kambing itu boleh dan cukup hanya lah untuk satu orang saja, ini sudah menjadi KESEPAQATAN 'ULAMA (berbeda dengan niatan berbagi fahala bagi orang lain), sebagaimana di jelaskan di kitab Tuhfatul Muhtaj di atas dan di tambah dengan keterangan di bawah ini :_


👳🏻‍♂️  *[ @⁨syaifuddinahmad675⁩ ] :*

Argumentasi yang di ajukan Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki. Ia menjelaskan kenapa ulama sepaqat qurban satu ekor kambing hanya untuk satu orang.

وذلك أن الأصل هو أن لا يجزي إلا واحد عن واحد، ولذلك اتفقوا على منع الاشتراك في الضأن. وإنما قلنا إن الأصل هو أن لا يجزي إلا واحد عن واحد، لأن الأمر بالتضحية لا يتبعض إذ كان من كان له شرك في ضحية ليس ينطلق اسم مضح إلا إن قام الدليل الشرعي على ذلك

Artinya : _“Karena memang pada dasarnya ibadah qurban seseorang itu hanya memadai untuk satu orang. Karenanya para ulama sepaqat dalam menolak persekutuan qurban beberapa orang, atas seekor kambing. Kenapa kami katakan ‘pada dasarnya ibadah qurban seseorang itu hanya memadai untuk satu orang ?' Pasalnya, perintah qurban tidak terbagi (untuk kolektif, tetapi per orang). Ketika orang bersekutu atas seekor hewan qurban, maka sebutan ‘orang berqurban’ tidak ada pada mereka. Lain soal kalau ada dalil syara’ yang menunjukkan itu”._
📗(Lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, halaman 396).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3.) Apakah si tukang jagal harus berniat buat sembelihan qurban tersebut (padahal ia hanya tukang jagal, bukan shohib qurban) ⁉️

*🍏 JAWABAN :*

👳🏻‍♂️  *[ @⁨U.Tajussubki_Aceh⁩ ] :*

Jika proses penyembelihannya diwakilkan, lantas kapan orang yang hendak berqurban itu memulai niatnya ? : Pada dasarnya niat dalam berqurban dilaksanakan saat penyembelihan hewan qurban. Jika penyembelihan hewan tersebut diwakilkan kepada orang lain, dan orang yang berqurban sudah berniat dalam hatinya, bahwa ia hendak berqurban, maka niatnya sudah sah :

وإذا وكل به كفت نية الموكل، ولا حاجة لنية الوكيل، بل لو لم يعلم أنه مضح لم يضر

Artinya : _“Apabila seseorang mewakilkan penyembelihan qurban, maka cukup niatnya orang yang mewakilkan saja. Tidak dibutuhkan niatnya orang yang menerima perwakilan (penyembelih), bahkan meskipun apabila penyembelih tidak mengetahui bahwa yang disembelih merupakan hewan qurban sekalipun, tidak menjadi menjadi masalah”._
📗(Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatho Ad-Dimyathi, I'anatuth Thalibin, [Darul Fikr: cet I, 1997], juz 2, halaman 379-380).


والله أعلم بالصواب

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

*_❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :_*
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
*_❤ WAKIL :_*
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
*_❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / PENTERJEMAH - PENJELASAN IBARAH & MUHARRIR & MODERATOR & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :_*
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Merumuskan Maupun Membantu, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tidak ada komentar:

Posting Komentar