☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*
_soal antrian ke 133_
👳🏻♂️ Nama : Abdun Khair
@عبد خير☕
Alamat : Nagara Kalimantan Selatan.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib.
*🌴 PERTANYAAN :*
Kalau ma’mum nya kelompok anak², yang masalah rukun² sembahyang nya belum kenal, misal nya kita meng-imami anak kita yang masih dalam tahap pembelajaran, sah kah sembahyang berjama'ah nya tersebut ⁉️
*🍏 JAWABAN :*
👳🏻♂️ *[ @U.M.Shalih_Lumajang ] :*
Sholat berjama'ah tersebut sah, karena ketidaktahuan terhadap rukun, tidak membatalkan sholat.
Imam tidak disyaratkan harus mengetahui rukun² shalat dalam shalatnya.
Referensi :
📗[Safinatun Najah hal 30] :
_“Tidak menganggap salah satu fardhu shalat, daripada segala fardhu shalat, sebagai perkara yang sunnah”_
وأن لا يعتقد فرضا من فروضها سنة
📗[Al-Hawasyi Al-Madaniyyah_J 1_H 231] :
قوله وان لا يعتقد أي وان كان عاميا
Keterangan dari Safinah dan Muqoddimah Hadromiyah mengisyaratkan, bahwa pengetahuan terhadap rukun-rukun itu *bukan* syarat sahnya sholat.
Memang betul, sebab ketidaktahuan ada kemungkinan berbuat salah, tapi adanya kemungkinan saja, tidaklah cukup untuk membatalkan sholat :
Orang yang tidak tahu hukumnya sholat yang dikerjakan, maka sholatnya tidak sah.
Dan apabila imam tahu bahwa sholat ma’mum nya batal, tapi dia tetap berniat menjadi imam bagi ma’mum tersebut, maka sholat imam tersebut batal, sebab ia mengikat sholatnya dengan sholat yang batal :
👳🏻♂️ *[ @U.Tajussubki_Aceh ] :*
Jika dia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan sembahyang, karena ketidaktahuannya itu, maka sah shalat dan jama'ahnya serta dapat fadhilatnya.
Jangan kan jadi ma’mum jadi imam pun boleh, bahkan imam Jum'at lagi, sebagaimana dalam kitab Al-Majmu' syarah Muhadzdzab, pada bab sifat imam :
Di bawah ini matan tentang shabi yang mumayyiz. Tapi tidak ada penjelasan di sini, tentang apakah dia paham rukun-rukun shalat atau tidak :
وَاخْتَلَفَ الْفُقَهَاءُ فِي انْعِقَادِ الْجَمَاعَةِ فِي صَلاَةِ الْفَرِيضَةِ لَوْ كَانَ الْوَاحِدُ مَعَ الإِْمَامِ صَبِيًّا مُمَيِّزًا، إِذْ غَيْرُ الْمُمَيِّزِ لاَ تَنْعَقِدُ بِهِ جَمَاعَةٌ بِالاِتِّفَاقِ.
فَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ - وَهُوَ رِوَايَةٌ عَنِ الإِْمَامِ أَحْمَدَ - إِلَى انْعِقَادِهَا بِاقْتِدَاءِ الصَّبِيِّ مَعَ حُصُول فَضْل الْجَمَاعَةِ لأَِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال فِي الرَّجُل الَّذِي فَاتَتْهُ الْجَمَاعَةُ: مَنْ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا *(3)* ، وَلأَِنَّهُ يَصِحُّ أَنْ يَكُونَ إِمَامًا، وَهُوَ مُتَنَفِّلٌ، فَجَازَ أَنْ يَكُونَ مَأْمُومًا بِالْمُفْتَرِضِ كَالْبَالِغِ *(1)* .
وَعِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ - وَهُوَ رِوَايَةٌ أُخْرَى عَنِ الإِْمَامِ أَحْمَدَ - لاَ يَحْصُل فَضْل الْجَمَاعَةِ بِاقْتِدَاءِ الصَّبِيِّ فِي الْفَرْضِ؛ لأَِنَّ صَلاَةَ الصَّبِيِّ نَفْلٌ، فَكَأَنَّ الإِْمَامَ صَلَّى مُنْفَرِدًا.
📗الموسوعة الفقهية الكويتية [مجموعة من المؤلفين]
(3) حديث: " من يتصدق على هذا. . . ". أخرجه أحمد (3 / 45 - ط. الميمنية) والحاكم (1 / 209 - ط. دائرة المعارف العثمانية) من حديث أبي سعيد الخدرى، وصححه الحاكم ووافقه الذهبي.
(1) البدائع 1 / 156 وابن عابدين 1 / 372 والمهذب 1 / 100، 104 ومغني المحتاج 1 / 229 و 240 وكشاف القناع 1 / 453 - 454 والمغنى 2 / 178.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
👳🏻♂️ *[ @U.Ishadi_Aceh ] :*
Wa 'Alaikumus Salam
Menjadi imamnya shabi yang belum baligh. Imam Syafi’i berkata: “Bila shabi yang belum baligh, namun ia telah mengerti tentang shalat dan tahu bacaan²nya, mengimami orang² yang telah dewasa, maka boleh keimamannya, namun dalam kondisi normal hendaknya tidak menjadikan imam shalat, kecuali yang telah dewasa yang tahu tentang shalat, agar dapat mengatasi hal² yang tiba² terjadi dalam shalat.
📚[Al-Umm. Juz. I/ Hal. 166]:
_Dan pula sah ma’mum nya laki² dewasa dengan anak laki²(shabi), karena 'Amr bin Salamah mengimami kaumnya, pada masa Rasulullah ﷺ pada usia 6 atau 7 tahun, sebagaimana hadits riwayat Bukhari”_
_“Jika ma’mum mengikuti seorang imam, karena sangkaan nya orang itu ahli sebagai imam, dan ternyata sebalik yang ia sangkakan, maka (shalatnya tidak sah), wajib mengulangi shalatnya”._
_“Ma’mum sebelum mengikuti imam, wajib memeriksa dulu mengenai hal imam, tidak wajib menurut pendapat Ashah”._
والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar