Sabtu, 29 Agustus 2020

HUKUM BISNIS UANG BERANAK


☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 149_
๐Ÿง•๐Ÿป Nama : Sholehatin
Alamat : Sampang_Madura

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

*✍๐Ÿป DESKRIPSI :*

Sholรจhatin (Atin) seorang yang ikut ke produk bedak, dia bayar, di situ dapat barang untuk di jual, nanti dia itu kalau ingin dapat uang tambahan (bonus), dari atasan nya, maka dia harus cari cabang (DI SINI ADA TA'LIQ ATAU BERSYARAT, DAN ATAU DAPAT BONUS = HASHIL DARI MEREKRUT ORANG), kemudian dia menemukan orang untuk di jadikan cabang.
Cabang kanan = dia menemukan satu orang (di sini si Sholehatin sudah dapat bonus, dari produk tersebut, (umpama sebesar 3 juta) = di Setiap menemukan 1 orang untuk di jadikan cabang nya).
Cabang kiri = dia menemukan orang lagi, dapat lagi bonus 3 juta.

Kemudian cabang yang dua ini (kanan dan kiri), kalau ingin bonus 3 juta (sama seperti si sholehatin), maka harus cari cabang juga (DAN  DENGAN SYARAT : HARUS ADA BEBERAPA PEMBELIAN PRODUK)
Kalau mereka sudah dapat cabang juga, maka mereka akan mendapatkan bonus juga (sama seperti si  sholehatin), dari cabang nya tersendiri.
Cabang kanan dan kiri tadi adalah termasuk ranting dari si sholehatin (si sholehatin dapat lagi bonus dari ranting nya tersebut).
Semakin bertambah orang yang ikut, semakin bertambah cabang nya atau ranting nya si sholehatin, maka semakin bertambah pula bonus yang di dapatkan oleh si sholehatin, terus menerus mengalir Bonus nya (UANG BERANAK).

Detailnya : Atin jadi beli sepaket produk, langsung jadi member, tapi sepaket itu sudah setara dengan harga, Atin beli di agen langsung.
Ketika Atin ingin mempercepat penjualan, maka Atin cari orang buat melancarkan penjualan, Dan ketika sudah dapat kaki (cabang) tersebut, Atin dapat uang bonus dari bos, Begitulah terus menerus bonus itu.
~ Aqad nya dengan kata sebagai hadiyyah, karena sudah dapat cabang tersebut.
~ Duit bonus itu sumber nya dari hasil penjualan produk (setiap sepaket hashil nya lumayan dan pasti) yang di berikan ke member, apabila si member dapat cabang (bukan uang yang lain daripada itu).
~ Kerja team, bos, dan para member adalah sama = sama² Penjual barang (Bonus nya atas nama personal), ketika member biar lebih semangat kerjanya lagi, pas ketika dapet kaki ke kaki, maka di kasih hadiah.
~ Dari bos punya kaki 2 >> Terus si kaki nya ini punya kaki juga >> Terus dari kaki lagi juga cari kaki >> begitu seterus nya biar cepat penjualan nya (Dan biar cepet jadi seorang leader).
~ Misal team Atin ingin lebih cepat lagi penjualan, team Atin harus cari kaki lagi untuk percepatan nya jualan.
~ Sama² berhasil, tapi bedanya keberhasilnya bos di bantu para members tersebut, semakin banyak member, semakin banyak penjualan.
~ Menjual nya eceran, ketika barang habis, mengambil barang lagi di bos ( kulakan ).
~ Beli 1 paket produk (sebagai member) dapat bonus sekian (nama nya cash back).
~ Namun Si Atin Masih sangat ragu², was² dan masih di hantui oleh beberapa kejanggalan tentang bonus tersebut.

*๐ŸŒด PERTANYAAN :*

Apa hukum menerima uang bonus (sesuai di deskripsi) yang di dapatkan (dengan ta'liq) oleh si sholehatin (Atin) tersebut ⁉️

*๐Ÿ JAWABAN :*

Ini adalah masuk ke hukum Syubhat, Terjerumus ke hal² yang syubhat maka dia telah terjerumus kepada hal yang haram.
Sebaik nya tinggalkan lah pekerjaan tersebut.


ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุณุงุฏุณ
«ุนู† ุฃุจูŠ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู†ุนู…ุงู† ุจู† ุจุดูŠุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„: ุณู…ุนุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„: ุฅู† ุงู„ุญู„ุงู„ ุจูŠู† ูˆุฅู† ุงู„ุญุฑุงู… ุจูŠู† ูˆุจูŠู†ู‡ู…ุง ุฃู…ูˆุฑ ู…ุดุชุจู‡ุงุช ู„ุง ูŠุนู„ู…ู‡ู† ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ، ูู…ู† ุงุชู‚ู‰ ุงู„ุดุจู‡ุงุช ูู‚ุฏ ุงุณุชุจุฑุฃ ู„ุฏูŠู†ู‡ ูˆุนุฑุถู‡، ูˆู…ู† ูˆู‚ุน ููŠ ุงู„ุดุจู‡ุงุช ูˆู‚ุน ููŠ ุงู„ุญุฑุงู… ูƒุงู„ุฑุงุนูŠ ูŠุฑุนู‰ ุญูˆู„ ุงู„ุญู…ู‰ ูŠูˆุดูƒ ุฃู† ูŠุฑุชุน ููŠู‡، ุฃู„ุง ูˆุฅู† ู„ูƒู„ ู…ู„ูƒ ุญู…ู‰، ุฃู„ุง ูˆุฅู† ุญู…ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญุงุฑู…ู‡، ุฃู„ุง ูˆุฅู† ููŠ ุงู„ุฌุณุฏ ู…ุถุบุฉ ุฅุฐุง ุตู„ุญุช ุตู„ุญ ุงู„ุฌุณุฏ ูƒู„ู‡ ูˆุฅุฐุง ูุณุฏุช ูุณุฏ ุงู„ุฌุณุฏ ูƒู„ู‡ ุฃู„ุง ูˆู‡ูŠ ุงู„ู‚ู„ุจ» .
ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู….
๐Ÿ“—[ุงู„ู†ูˆูˆูŠ، ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ، ุตูุญุฉ ูฅูง]

Artinya : _“Dari Abi Abdillah An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma berkata :_

_Aku telah mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda : Sesungguhnya *yang halal* telah jelas dan *yang haram* juga jelas, diantara keduanya ada hal *yang samar (syubhat)*, yang pada umumnya manusia tidak mengetahuinya, barang siapa yang berhati hati terhadap hal yang samar (syubhat), maka sesungguhnya dia telah menyelamatkan (menjaga) agamanya dan kehormatan nya, dan barang siapa yang *jatuh dalam perkara syubhat, maka ia telah terjatuh dalam perkara haram*. Seperti mengembala kambing yang berada didaerah terlarang dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya._

_Ketahuilah setiap penguasa mempunyai daerah larangan. Ketahuilah bahwa larangan ALLAH adalah yang di haramkan NYA.  Ketahuilah bahwa didalam jasad manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya . Ketahuilah itu adalah HATI”._
[H.R. Bukhari dan Muslim].



ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุญุงุฏูŠ ุนุดุฑ
«ุนู† ุฃุจูŠ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุญุณู† ุจู† ุนู„ูŠ ุจู† ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจ ุณุจุท ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุฑูŠุญุงู†ุชู‡ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„: ุญูุธุช ู…ู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุฏุน ู…ุง ูŠุฑูŠุจูƒ ุฅู„ู‰ ู…ุง ู„ุง ูŠุฑูŠุจูƒ» .
ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ، ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ: ุญุฏูŠุซ ุญุณู† ุตุญูŠุญ.
๐Ÿ“—[ุงู„ู†ูˆูˆูŠ، ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ، ุตูุญุฉ ูฆูฃ]

Artinya : _“Dari Abu  Muhammad, Al Hasan bin 'Ali bin Abu Thalib, cucu  Rasulullah ๏ทบ  dan  kesayangan beliau  radhiyallahu 'anhuma telah berkata : "Aku telah menghafal (sabda)  dari Rasulullah ๏ทบ  : *"Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu,  bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu”.*_
[H.R. Tirmidzi dan berkata  Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih].
[Tirmidzi no.2520, dan An-Nasa-i  no.5711].

Keterangan : Kalimat “yang meragukan kamu” maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan  kamu ragu-ragu dan bergantilah (berpegang lah • beralih lah) kepada hal yang tidak meragukan.
_~Hadits ini kembali kepada  pengertian Hadits keenam di atas._


MUJAWWIB :
@⁨U.Saifuddin_Cimahi⁩


ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar