☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*
_so’al antrian ke 24_
Kita melanjutkan dan mengulang kembali pembahasan yang kemaren, tentang *JUAL BELI ONLINE*, yang di tanyakan oleh @Shufy shalafy dan @C melly .
Secara keseluruhan, kita simpulkan, pertanyaan nya :
Yaitu :
1⃣. *Bagaimana aqad jual beli online yang di benarkan oleh syari'at ????*
2⃣. *Dan apa kah berbeda-beda aqad jual beli nya, mitsalnya antara jual beli PAKAIAN dan MAKANAN MINUMAN dan atau BARANG² YANG SELAIN DARIPADA KE DUA NYA (PAKAIAN DAN MAKANAN ????*
*-----------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻
Kutipan dari sedikit pembahasan yang kemaren ;
@M.Hendra_Aceh :
Namanya jual beli online akadnya menggunakan jual beli.
Namanya jual beli online akadnya menggunakan jual beli.
Namanya jual beli online akadnya salam..
Jadi yang mana
@C melly :
Melly OLSHOP
Melly OLSHOP
Ana ikut yang antum ajarkan
jadi PO pesan order..
Pesan barang..
Aku pesan ni model ini ukuran ni ..
Klo sudah pasti ada barangnya ,
Baru kami transaksi lewat transfer
Sebagai bukti ..diel pemesanan ....
Aku pesan ni model ini ukuran ni ..
Klo sudah pasti ada barangnya ,
Baru kami transaksi lewat transfer
Sebagai bukti ..diel pemesanan ....
Asal barang sesuai dengan apa yang qita pesan..
N disini ada kebingungan buat ana pribadi,
Hukum jual beli online tidak shah, apa bila pakai aqad jual beli, soal nya barang tidak terlihat secara langsung..
Maka dari itu kami pakai aqad salam, sebab di aqad salam tidak di syaratkan lihat barang.. tapi harus sesuai pesanan...
Maka dari itu kami pakai aqad salam, sebab di aqad salam tidak di syaratkan lihat barang.. tapi harus sesuai pesanan...
Yang ana tanyakan ..
Gimana hukum pesan online
Berupa makanan/ masakan ..
Gimana hukum pesan online
Berupa makanan/ masakan ..
Sedangkan persyaratan di aqad salam..
Barang yang di pesan, tidak boleh berupa barang yang di bakar dengan Api/masakan ..misalnya daging dan sebagainya...
Barang yang di pesan, tidak boleh berupa barang yang di bakar dengan Api/masakan ..misalnya daging dan sebagainya...
Terus klo emang dengan aqad salam, gak shah pesan makann...
Akad apa yang qita pakei sekiranya bisa shah dan halal
Akad apa yang qita pakei sekiranya bisa shah dan halal
@M.Hendra_Aceh :
Sebenarnya jual beli online bisa kita gunakan aqad jual beli.. Namun gak boleh transfer uang dulu sebelum barang kita lihat.. Ketika barang telah sampai dan kita lihat, disitu kita beli.. Maka sah.
Sebenarnya jual beli online bisa kita gunakan aqad jual beli.. Namun gak boleh transfer uang dulu sebelum barang kita lihat.. Ketika barang telah sampai dan kita lihat, disitu kita beli.. Maka sah.
Jual beli ghaib : tidak sah menurut pendapat Azhar :
📚 Nihayah :
(وَالْأَظْهَرُ أَنَّهُ لَا يَصِحُّ) فِي غَيْرِ نَحْوِ الْفُقَّاعِ كَمَا مَرَّ (بَيْعُ الْغَائِبِ) وَهُوَ مَا لَمْ يَرَهُ الْمُتَعَاقِدَانِ أَوْ أَحَدُهُمَا ثَمَنًا أَوْ مُثَمَّنًا وَلَوْ كَانَ حَاضِرًا فِي مَجْلِسِ الْبَيْعِ وَبَالِغًا فِي وَصْفِهِ أَوْ سَمْعِهِ بِطَرِيقِ التَّوَاتُرِ كَمَا يَأْتِي أَوْ رَآهُ فِي ضَوْءٍ إنْ سَتَرَ الضَّوْءُ لَوْنَهُ كَوَرَقٍ أَبْيَضَ فِيمَا يَظْهَرُ
@USA5H :
بيع الشيء الغائب عن المجلس أو غير المرئي:
يصح في رأي الحنفية من غير رؤية ولا وصف، وللمشتري الخيار عند الرؤية،
ويصح في رأي المالكية على الصفة، ويثبت فيه خيار الرؤية.
ولا يصح مطلقاً عند الشافعية، والحنابلة في الأظهر. (الفقه الإسلامي وأدلته-د. وَهْبَة بن مصطفى الزُّحَيْلِيّ)
@Ishadi'Aceh :
Akad jual beli melalui alat elektronik hukumnya di tafshil sebagai berikut:
Akad jual beli melalui alat elektronik hukumnya di tafshil sebagai berikut:
1) Jika mabi’ (barang yang dijual) nya sudah dilihat dengan jelas oleh kedua belah pihak, sebelum melakukan transaksi, maka hukumnya sah.
2) Jika mabi’ belum dilihat dengan jelas maka hukumnya tidak sah, kecuali apabila mabi’ dijelaskan sifat dan jenisnya.
الثاني: التلفظ بحيث يسمعه من بقربه عادة، وإن لم يسمعه المخاطب - ويتصور وجود القبول منه مع عدم سماعه، بما إذا بلغه السامع فقبل فورا، أو حمل الريح إليه لفظ الايجاب فقبل كذلك، أو قبل اتفاقا كما في البجيرمي، نقلا عن سم فلو لم يسمعه من بقربه لم يصح.
Yang kedua adalah melafadzkannya, sekira didengar oleh orang didekatnya, meskipun mukhathab tidak mendengarnya, dan dapat digambarkan adanya serah terima darinya, meskipun tanpa mendengar suaranya, dengan sesuatu yang dapat didengarkan oleh pendengar, kemudian ia terima seketika atau suara ijabnya dibawa oleh angin, kemudian juga ia terima seketika atau ia terima sesuai kesepakatan.
📚[I’aanah at-Thalibiin. Juz. 3/ Hal. 9]
(قَوْلُهُ فَاعْتُبِرَ مَا يَدُلُّ عَلَيْهِ مِنْ اللَّفْظِ ) أَيْ أَوْ مَا فِي مَعْنَاهُ مِمَّا هُوَ عِبَارَةٌ عَنْهُ كَالْخَطِّ أَوْ قَائِمٍ مَقَامَهُ كَإِشَارَةِ الْأَخْرَسِ ا ه.
(Maka diperhitungkan apapun yang dapat menunjukkan pada lafadz/serah terima) artinya atau sesuatu yang sepadan, pengertiannya dengan ucapan serah terima secara langsung, seperti tulisan atau menduduki kedudukannya, seperti isyaratnya orang bisu.
📚[Hasyiyah al-Jamal. Juz. IV/Hal. 301]
📚[Hasyiyah al-Jamal. Juz. IV/Hal. 301]
والعبرة في العقود لمعانيها لا لصور الألفاظ.... وعن البيع و الشراء بواسطة التليفون والتلكس والبرقيات, كل هذه الوسائل وأمثالها معتمدة اليوم وعليها العمل.
Yang dipertimbangkan dalam akad² adalah subtansinya bukan bentuk lafadznya, dan jual beli via telpon, teleks, telegram dan sejenisnya telah menjadi alternatif yang utama dan dipraktekkan.
📚[Syarh al-Yaaquut an-Nafiis. Juz. 2/ Hal. 22]
📚[Syarh al-Yaaquut an-Nafiis. Juz. 2/ Hal. 22]
(وينعقد ) البيع من غير السكران الذي لا يدري ; لأنه ليس من أهل النية على كلام يأتي فيه في الطلاق (بالكناية) مع النية ...والكتابة لا على مائع أو هواء كناية فينعقد بها مع النية ولو لحاضر فليقبل فورا عند علمه ويمتد خيارهما لانقضاء مجلس قبوله . ( قوله : والكتابة إلخ ) ومثلها خبر السلك المحدث في هذه الأزمنة فالعقد به كناية فيما يظهر.
Dan sah jual beli, dari selain orang yang mabuk, yang tidak mengerti, sebab ia tidak termasuk orang yang sah niatnya, seperti keterangan dalam bab Talak yang akan datang dengan sighat kinayah dengan disertai niat.... Menulis yang tidak pada zat cair dan udara termasuk kinayah, maka jual beli dengannya disertai niat, hukumnya sah, meskipun bertransaksi dengan orang yang hadir dalam majlis akad, maka ia harus segera menerima akad tersebut, ketika mengetahuinya dan khiyar bagi mereka berdua berlaku, hingga bubarnya majlis penerimaan akad. (Keterangan Ibn Hajar “dan menulis....”) dan sama dengannya berita via teknologi kabel -telepon- yang dikembangkan dizaman sekarang ini, maka akad dengannya termasuk kinayah menurut kajian yang kuat.
📚[Hawaasyi as-Syarwaani wal ‘Abbaadi ala at-Tuhfah. Juz. IV/ Hal. 221-222]
📚[Hawaasyi as-Syarwaani wal ‘Abbaadi ala at-Tuhfah. Juz. IV/ Hal. 221-222]
@M.Hendra_Aceh :
Afwan,, matan I'anah dan sebagainya itu berbicara masalah shighat (صيغة)..
Afwan,, matan I'anah dan sebagainya itu berbicara masalah shighat (صيغة)..
Yang lagi kita permasalahkan, adalah barang belum pernah dilihat, klo dalam transaksi online.
Sedangkan menjual barang yang diberi sifat yang mana barang tersebut masih dalam tanggungan.. Ini namany bai' salam.
@C melly :
Salah satu Akad salam...
Syaratnya tikak boleh berupa barang yang di bakar dengan api.. seperti daging dan lainnya yang di masak ....
Salah satu Akad salam...
Syaratnya tikak boleh berupa barang yang di bakar dengan api.. seperti daging dan lainnya yang di masak ....
Naah gimana jika qita memesan makanan..
Misal saya pesan makanan ini.. dengan ikan itu bla bla..
Dengan kata AKU PESAN..
Shah kah pemesanannya.
Di poin yang kedua..
Berarti jual beli online disini halal dan shah..walau gak pernah qita lihat dengan mata kepala qita secara langsung...????
Jika di situ ada penjelasan...
Jika di situ ada penjelasan...
Bahan ni..ukuran ni model ini...
Jika kami cocok langsung transfer uang..
Asal sama² ridho, disini akad jual belinya shah...????
Sama hal nya seperti di shoppee atau yang lainnya ?????
Sama hal nya seperti di shoppee atau yang lainnya ?????
Barang yang gak pernah qita lihat ...????
@Handoyo_Tangerang :
Setahu saya selama tidak mengandung unsur ghoror dan barang yang dikirim sesuai dengan deskripsi dan foto yg ditampilkan, sah jual belinya.
Setahu saya selama tidak mengandung unsur ghoror dan barang yang dikirim sesuai dengan deskripsi dan foto yg ditampilkan, sah jual belinya.
@M.Hendra_Aceh :
Foto tdk cukup sebagai ru’yah mabit..
Foto tdk cukup sebagai ru’yah mabit..
Walaupon tidak terjadi penipuan, yang namun ru’yah mabit nya di mana..
Jadi Yang ditanyakan,,, jual beli melalui online, bukan salam melalui online,,, qalo aqad salam memalui hp dan telefon, itu sah karena aqad salam tidak disyaratkan melihat mabi", cuma yang dipertimbangkan dalam pesanan ialah sifat barang dan jenis nya, harus sesuai dengan pesanan, dan harga nya juga harus menentu tanpa melihat mabi"nya, oleh karena demikian, maka beli melalui online, itu dinamakan aqad salam, qalo dinamakan atas nama aqad jual beli itu tidak sah, qalo salam sah, maka berlakulah jual melalui online itu aqad salam (pesan barang melalui via internet, lalu uang nya dikirim melalui transfer diBANK)
Jadi jual beli ghaib /menjual barang yang samar, yang belum pernah dilihat, adalah tidak sah dalam madzhab Syafi'i, mutlak.
Jadi ini harus kita lihat akad yang digunakan dalam aplikasi itu apa,, beda aplikasi beda sistemnya.
@Handoyo_Tangerang :
Benar stadz tapi maliki, hanafi sah.
Benar stadz tapi maliki, hanafi sah.
@M.Hendra_Aceh :
Jadi di indonesia madzhab apa Ustadz? Apakah boleh kita taqlid madzhab lain disini.. Yang mana tidak ada udzur yang dharurat disini, yang mengharuskan kita harus berpindah madzhab.. Karena ada hukum yang ringan, maka kita berpindah dan apakah kita telah menguasai bab jual beli dalam madzhab tersebut ?
Jadi di indonesia madzhab apa Ustadz? Apakah boleh kita taqlid madzhab lain disini.. Yang mana tidak ada udzur yang dharurat disini, yang mengharuskan kita harus berpindah madzhab.. Karena ada hukum yang ringan, maka kita berpindah dan apakah kita telah menguasai bab jual beli dalam madzhab tersebut ?
Jadi yang saya ketahui pada dasarnya taqlid (mengikuti madzhab) adalah tidak talfiq, yaitu tidak mencampur antara dua pendapat dalam satu qadliyah (masalah), baik sejak awal, pertengahan dan seterusnya, yang nantinya, dari dua pendapat itu akan menimbulkan satu amaliyahz yang tak pernah dikatakan oleh orang yang berpendapat.
Satu lagi jual beli online, beda aplikasinya beda cara menjualnya.. Jadi tidak bisa disama ratakan.
Sepert di shoppee tidak mengindikasikan adanya akad salam, namun ada namany COD. dan setelah saya tanya sama teman ternyata COD itu bayar ditempat.. Yaitu ketika barang telah sampai, itu menurut penjelasan teman (ntah benar ntah salah).. Jadi klo demikian maka sah, karena barang telah dilihat dan dibayar disitu..
Sedangkan dilazada, tokopedia apakah seperti itu?
Klo dishopee oke lah setelah saya lihat ada disebut ciri cirinya (pada produk baju, jelas) .. Jadi jual beli online menggunakan akad salam
.
.
Klo di lazada dan tokopedia bagaimana pandangan syeikhuna bahtsul masail.. Klo saya tidak memadai klo demikian disebutkan
Klo dishopee lain lagi,, tidak disebutkan sifat barang, namun ada namanya cod /bayar ditempat.. Jika pembayarannya ketika barang sampai dan sudah dilihat oleh sipembeli, dan melakukan transaksi disitu sah.. Jika tidak, artinya dibayar dulu sebelum barang di lihat maka tidak sah, walaupon namanya COD yang hakikatnya adalah jual beli ghaib.
@Rama'Maulana'Bogor :
Sebagian besar di Lazada dan Tokopedia juga memberikan spesifikasi nya ..
Sebagian besar di Lazada dan Tokopedia juga memberikan spesifikasi nya ..
Deskripsi produk :
Dan apabila ada yang kurang jelas (tentang produk), ada kolom diskusi untuk bertanya masalah produk tersebut.
Semua produk yang dijual online, semua keterangan itu di isi oleh penjual.
@M.Hendra_Aceh :
Oke,, berarti sah klo jual beli online menggunakan salam, walaupon uang dikirim duluan, mengenai syaratnya salamnya nanti saya foto matannya,, namun jika jual beli online menggunakan akad jual beli, artinya tanpa dengan syarat salam, maka tidak sah, jika dibayar awal.. Karena dalam akad jual beli menghendaki ru’yah mabit..
*📚---------------------------*
@M.Hendra_Aceh :
Gambar kitab 1 sampai 3 .. Membahas masalah syarat akad salam..
Gambar kitab 1 sampai 3 .. Membahas masalah syarat akad salam..
Jadi Akad salam hanya sah, pada barang yang memenuhi
lima syarat.. Mungkin ini akan dirumuskan oleh guru².
Kemudian pada selanjutnya,, Yakni bajuri juz 1/hal-355-359, membahas syarat sahnya muslam fih (barang yang dipesan) memiliki delapan syarat..
Jika memenuhi itu semua, maka sah lah jual beli online, menggunakan akad salam..
Cetakan toha putra dan bisa juga dilihat dicetakan haramain, karena posisi halamannya sama.
@Hasyim'Sum-Ut :
jual beli online sama hukumnya dengan ba'il ghoib, dan hukumnya boleh, menurut muqobil adzhar, jika spesifikasinya disebutkan dengan jelas. Namun, jika pesanan barang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan, maka pembeli diperbolehkan khiyar.
@C melly :
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Poinnya sudah ketemu.
Klo olshop pakei aqad jual beli shah menurut imam hanafi..
Asal sama² ridho, sekalipun gak pernah lihat secara langsung..
Asal sama² ridho, sekalipun gak pernah lihat secara langsung..
Tapi kalo menurut imam Syafi'i, tidak shah secara muthlaq..aqad jual beli klo tanpa melihat secara langsung..
Kecuali pakei COD atau bayar di tempat...
Pengecualian BAI SALAM..
Boleh dan shah sekalipun tanpa melihat dan boleh bayar uang duluan.. dengan syarat menyebutkan apa yang di pesan, dan barang yang datang sesuai dengan pesanan....
ada lagi pertanyaan yang belum terjawab ustadz...??? Ini :
Di dalam kolom ini
Sesuatu yang di pesan, tidak boleh berupa sesuatu yang di bakar dengan api..
Jadi gak boleh memesan begitu..
Jadi gimana klo sekarang
Qita menerima pesanan makanan
Qita menerima pesanan makanan
Apakah gak boleh pakei akad salam??????
Sementara sekarang kan banyak pesanan2 makanan...
Apakah yang qita pakei aqad jual beli....bukan akad salam...?????
Bingung yang disini.
Bingung yang disini.
@Al-Fatih :
Begini, mungkin yang di maksudkan mengapa tidak boleh akad salam, barang yang diproses dengan api, karena akan menyebabkan makanan tersebut basi, seperti bubur ayam dan sejenisnya makanan yang mudah basi.
Jika api yang digunakan pada barang tersebut untuk memisahkan, seperti halnya madu dan minyak samin, maka tetap sah akad salamnya.
Bagaimana jual beli makanan secara online, seperti go food apakah itu di namakan aqad salam atau jual beli secara langsung..
Menurut hemat ana itu jual beli secara langsung, karena tidak ada tanggungan waktu pemesanan disitu.. Sedangkan akad salam, itu syaratnya ada penangguhan waktu beberapa hari sebelum sampai ke pembeli. Jadi jika barang makanan itu tidak mudah basi, tidak apa" dibeli dengan akad salam. Wallahu a'lam
@khalilurrahman :
Ternyata ada yang japri, minta di perjelaskan :
Ternyata ada yang japri, minta di perjelaskan :
*Aqad salam itu apa maqshud nya ?*
*Atau seperti apa kah aqad salam itu ?*
*Atau seperti apa kah aqad salam itu ?*
Monggo para asatidz, asatidzah 💪🏻
@Hafiluddin :
akat salam itu adalah :
akat salam itu adalah :
بیع شیء موصوف فی الذمة بلفظ السلم
akad pemesanan suatu barang, yang berada dalam tanggungan, dengan kriteria yang telah di pastikan, sesuai gambar dan sifat yang di pesan.
@Rubath'Saifuddin-Jember :
Yang masalah jual online banyak pendapat khilaf. .. ngambil qoul madzhab
Jalan pertengahan yang enak. . Apalagi zaman sekarang.
Yang masalah jual online banyak pendapat khilaf. .. ngambil qoul madzhab
Jalan pertengahan yang enak. . Apalagi zaman sekarang.
Transaksi jual beli yang enak, kita tau orangnya, maksudnya kenal kedua belah pihak, kayak jual beli online sama kawan sendiri.....
Sekiranya bisa di tuntut/di kembalikan klo ada barang/uang yang cacat.
Klo yang aplikasi juga begitu.
والله أعلم بالصواب









Tidak ada komentar:
Posting Komentar