Kamis, 30 April 2020

SHALAWAT NARIYYAH





☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 31_
Sa’il : @⁨M F H⁩

Faidah Sholawat Nariyah ????
*-----------------------*
*JAWABAN ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Ishadi'Aceh⁩


Dalam kitab Khazinatul Asrar disebutkan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita²kan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat dengan izin Allah (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. Dan Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

(ومن الصلوات المجربات) الصلاة التفريجية القرطبية ويقال لها عند المغاربة الصلاة النارية.

(Sebagian dari Shalawat yang mujarrabat) adalah Shalawat tafrijiyyah qurthubiyyah. 
Penduduk Negeri Maroko menyebut shalawat ini dengan nama shalawat NARIYYAH.

*Kenapa disebut Shalawat NARIYYAH?*

لأنهم إذا أرادوا تحصيل المطلوب أو دفع المرهوب يجتمعون فى مجلس واحد يقرؤن هذه الصلاة النارية بهذا العدد ٤٤٤٤ فينال مطلوبه سريعا كالنار

Karena, Apabila mereka hendak menghasilkan maqshud (tujuan), atau menolak marhub (sesuatu yang ditakuti), mereka berhimpun dalam satu majlis, lalu membacakan shalawat ini sebanyak 4444 x, maka cepatlah tercapai tujuan mereka seperti cepatnya api membakar.
📚[Khazinatul Asrar jalilatil adzkar. Hal 202].

@khalilurrahman :
👍🏻
جزاك الله خيرا
Ada aliran di sebelah, yang mengatakan shalawat nariyyah ini, adalah Shalawat neraka (arti nya yang mengamalkan nya akan masuk neraka dan terbilang bid'ah).
Mereka berpendapat pada kalimat *"nariyyah"* arti nya *"neraka"*, kata mereka.
🤭
SUNGGUH TERLALU.

@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
🙀😅
Betul ustadz, Shalawat Nariyah ini sering dipersoalkan dan dituduh syirik oleh Sarabi Wahabi dengan alasan karena memohon kepada Nabi ﷺ.
Untuk menjernihkan persoalan, mari kita cermati satu per satu kalimat tersebut.

تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ

✅ Pertama, تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ

Dalam kacamata ilmu sharaf, kata تَنْحَلُّ merupakan fi’il mudhari‘ dari kata انْحَلَّ. Bentuk ini mengikuti wazan انْفَعَلَ yang memiliki fungsi/faedah لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ (dampak dari فَعَلَ). Demikian penjelasan yang kita dapatkan bila kita membuka kitab sharaf dasar, al-Amtsilah at-Tashrifiyyah, karya Syekh Muhammad Ma’shum bin ‘Ali.

Contoh:
كَسَرْتُ الزُّجَاجَ فَانْكَسَرَ

“Saya memecahkan kaca maka pecahlah kaca itu.” Dengan bahasa lain, kaca itu pecah (انْكَسَر) karena dampak dari tindakan subjek “saya” yang memecahkan.

Contoh lain:
حَلّ اللهُ  العُقَدَ فَانْحَلَّ

“Allah telah melepas beberapa ikatan (kesulitan) maka lepaslah ikatan itu.” Dengan bahasa lain, ikatan² itu lepas karena Allah lah yang melepaskannya.

Di sini kita mencermati bahwa wazan انْفَعَلَ meng~andaikan adanya “pelaku tersembunyi” karena ia sekadar ekspresi dampak atau akibat dari pekerjaan sebelumnya.

Kalo تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ dimaknai bahwa secara muthlak Nabi Muhammad melepas ikatan² itu tentu adalah kesimpulan yang keliru, karena tambahan kalimat بِهِ disini menunjukkan pengertian perantara (wasilah). Pelaku tersembunyinya tetaplah Allah sebagaimana faedah لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ.

Hal ini mengingatkan kita pada kalimat doa:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي  وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah ikatan/kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

✅ Kedua, تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ
Senada dengan penjelasan di atas, تَنْفَرِجُ merupakan fi’il mudhari‘ dari kata انْفَرَجَ, yang juga mengikuti wazan انْفَعَلَ. Faedahnya pun sama لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ (dampak dari فَعَلَ).

Ketika dikatakan تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ maka dapat diandaikan bahwa فَرَجَ اللهُ الكُرَبَ فَانْفَرَجَ. Dengan demikian, Allah-lah yang membuka atau menyingkap bencana/kesusahan, bukan Nabi Muhammad.

✅ Ketiga, تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
Kata تُقْضَى adalah fi’il mudhari‘ dalam bentuk pasif (mabni majhul). Dalam ilmu nahwu, fi’il mabni majhul tdk menyebutkan fa’il karena dianggap sudah di maklumi atau sengaja disembunyikan. Kata الْحَوَائِجُ menjadi naibul fa’il (pengganti fa’il). Ini mirip ketika kita mengatakan “anjing dipukul” maka kita bisa mengandaikan adanya pelaku pemukulan yang sedang disamarkan.

Dengan demikian kita bisa mengandaikan kalimat lebih lengkap dari susunan tersebut.
يَقْضِي اللهُ الْحَوَائِجَ
“Allah akan mengabulkan kebutuhan².”

✅ Keempat, تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
Penjelasan ini juga nyaris sama dengan kasus تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ. Singkatnya, Nabi Muhammad bukan secara muthlak memiliki kemampuan memberikan keinginan² karena Allah-lah yang melakukan hal itu yang dalam kalimat tersebut disembunyikan. Fa’il tidak disebutkan karena dianggap sudah di maklum

Alhasil, dapat dipahami bahwa tuduhan syirik atas kalimat² itu sesungguhnya keliru. Sebab, kemampuan melepas kesulitan, menghilangkan bencana/kesusahan, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan² secara muthlak hanya dimiliki Allah. Dan ini pula yang dimaksudkan pengarang shalawat Nariyah, dengan susunan redaksi shalawat yang tidak sembrono. Hanya saja, dalam redaksi shalawat Nariyah tersebut diimbuhkan kata bihi(بِهِ) yang berarti melalui perantara Rasulullah, sebagai bentuk tawassul.

@khalilurrahman :
mantab
👍🏻💪🏻
جزاك الله خيرا
Shalawat Nariyyah ini, karya nya siapa, ya ustadz ?

@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Syeikh Ibrohim bin Muhammad attazy, salah satu ulama dan ahli wusul dr maroko.


والله أعلم بالصواب

BERPARFUM SAAT PUASA





☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
B-M-U

_soal antrian ke 30_
Sa’il : @⁨+62 815-1564-3279⁩

Assalamu'alaykum.... Mau nanya... Bolehkah qta memakai wangi wangian pada saat berpuasa..?  sperti halnya parfum.


JAWABAN : 


@⁨Mahsun_Bangkalan⁩ :
Boleh..

لاَيَضُرُّ وُصُولُ الرِّيحُ بِالشَّمِّ وَكَذَا مِنَ الْفَمِ كَرَائِحَةِ الْبُخُورِ أَوْ غَيْرِهِ إِلَى الْجَوْفِ وَإِنْ تَعَمَّدَهُ ِلأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًأ.

Artinya: “Tidak dianggap membatalkan puasa aroma yang dihirup, sebagaimana aroma asap kemenyan atau lainnya, yang terasa mencapai tenggorokan meskipun disengaja, karena bukan termasuk ‘ain (benda yang bisa membatalkan puasa).”

Dengan demikian, menghirup bau-bauan seperti minyak angin dan inhaler, tidak membatalkan puasa. Hal yang terpenting, jangan lupa menjaga kesehatan dan kebersihan diri selama berpuasa.
Wallahu a’lam.

@⁨+62 815-1564-3279⁩ :
Afwan ustadz..
Boleh dgn makruh itu beda kan..?
Gmna dgn ini..?
Disunnahkan menahan diri, diantaranya dari memakai dan mencium wewangian/parfum.
Jadi, makruh hukum memakai ny...

ﻭﺳﻦ ﻛﻒ ﻧﻔﺲ ﻋﻦ ﻃﻌﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﺷﺒﻬﺔ
ﻭﺷﻬﻮﺓ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﻣﻦ ﻣﺴﻤﻮﻉ ﻭﻣﺒﺼﺮ ﻭﻣﺲ ﻃﻴﺐ ﻭﺷﻤﻪ ﻭﻟﻮ ﺗﻌﺎﺭﺿﺖ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻣﺲ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﻭﺭﺩ ﺍﻟﻄﻴﺐ: ﻓﺎﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﻤﺲ ﺃﻭﻟﻰ ﻻﻥ ﻛﺮﺍﻫﺘﻪ ﺗﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﻧﻘﺼﺎﻥ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ .

📚 (فتح المعين).


@⁨Akhi'ibnu⁩ :
(ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﻣﺲ ﻃﻴﺐ ﻭﺷﻤﻪ) ﺃﻱ ﻓﻬﻤﺎ ﻣﺒﺎﺣﺎﻥ، ﻳﺴﻦ ﻛﻒ اﻟﻨﻔﺲ ﻋﻨﻬﻤﺎ.
ﻭﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ: ﺑﻞ ﻗﺎﻝ اﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﺑﻜﺮاﻫﺔ اﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ.
ﻭﺟﺰﻡ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﻜﺮاﻫﺔ ﺷﻢ ﻣﺎ ﻳﺼﻞ ﺭﻳﺤﻪ ﻟﺪﻣﺎﻏﻪ ﺃﻭ ﻣﻠﺒﻮﺳﻪ.

Mungkin yang makruh adalah mencium aroma yang sampe terlalu menusuk hingga masuk ke otak.

تَرْكُ وُصُولِ عَيْنٍ لاَ رِيحٍ وَطَعْمٍ مِنْ ظَاهِرٍ
( قَوْلُهُ لاَ رِيحٍ ) أَيْ وَلَوْ مِنْ نَجَسٍ وَهُوَ غَيْرُ بَعِيدٍ وَصَلَ بِالشَّمِّ إلَى دِمَاغِهِ وَلَوْ رِيحَ الْبُخُورِ ِ
📚حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 318 - 319
Minyak wangi disamakan dengan bukhur.


📚Kalo ibarat dalam kitab bughyah seperti ini :

فَائِدَةٌ : لاَيَضُرُّ وُصُولُ الرِّيحُ بِالشَّمِّ وَكَذَا مِنَ الْفَمِ كَرَائِحَةِ الْبُخُورِ أَوْ غَيْرِهِ إِلَى الْجَوْفِ وَإِنْ تَعَمَّدَهُ ِلأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًا 

Jadi tidak apa2 selama penggunaan minyak wangi normal dan tidak berlebihan.

📚Tambahan dalam kitab syarwani ;

أن وصول الدخان الذي فيه رائحة البخور أو غيره إلى الجوف لا يفطر به وإن تعمد

Walaupun sengaja menghirup bukhur maka tidak batal.

@⁨عبد خير🖋️⁩ :
Assalamu alaikum...maaf izin nanya tadz...
Jd bau bau an seperti apa yg di mksud 'ain di sini.soalnya.msh blm bsa menyimpulkan mksud bau yg sampai ke otak itu..hee..
Makasih💐

@⁨Akhi'ibnu⁩ :
Mungkin yang ain itu rokok ya..
Makanya itu batal.

Tapi rokok kan bukan mencium tapi menyedot ya.
--------------------📚


@Rubath'Saifuddin-Jember : Makruh.

@⁨Akhi'ibnu⁩ :
Tapi aroma yang tidak enak juga makruh saat sholat jum'at tadz.
@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Ya itu umum ustadz. .   Pada waktu sholat jumat atau jamaah.

@⁨+20 112 277 6434⁩ :
Berarti bisa diambil kaidah :

كل *عين* وصلت الى الجوف من *منفذ مفتوح* يفسد الصيام.

@⁨+62 815-1564-3279⁩ :
Betul kalo ain..
Tapi klo cuma bau/harum ya nggak...

@⁨Abd. Wahid⁩ :
Siap kyai, kalau roko itu membatalkan krn saking tebalnya membentuk apa yg disebut ain. Sehingga beda dg buhur. Itu yg saya baca di 100 masalah tentang puasa dan fatwa darul iftah mesir. 🙏


والله أعلم بالصواب.

SHALAT BERJAMA'AH




☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 29_
Sa’il : @⁨C melly⁩

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Mohon bantuan jawabannya ustadz...
Mau di antrikan ke berapa boleh..
Terserah para asatidz n asatidzah..

Mengenai sekarang bulan romadhon..juga di sunnahkan tarawih..
Dan di berbagai daerah teraweh ini dilakukan dengan berjamaah, tapi secepat kilat
Kemungkinan besar rasanya kami sebagai ma’mum kadang gak menututi bacaan2 yang harus kami baca..misal
Iftitah kami tinggal..
Cuma sempet baca alfaatihah aja..
Dan surat kadang sudah gak nututi juga..

Trus ruku' yang sebenernya sunnah dibaca 3 kali..ni rasanya cuma sempet dibaca 1 kali aja....dan begitu pun seterusnya....

Yang jadi pertanyaan...
Jika dengan kecepatan seperti itu, mungkin bisa jadi imam juga
Meninggalkan bacaan doa iftitah di awwal rokaat..
Trus di ruku' cuma baca tasbih 1 kali..
I'tidal cuma baca.
.سمع الله لمن حمده

Sujud  cuma baca tasbih 1 kali
Duduk diantara 2 sujud cuma baca
رب اغفرلي وارحمني

Kecuali tahiyyat di baca lengkap..
Gimana hukumnya..

Apakah tetep mendapatkan fahalanya jamaah
Sementara yang didalam sholatnya meninggalkan bacaan yang sunnah2...
??????

Sekian terima kasih ustadz ...
Maaf klo terlalu panjang penjelasannya..
Maqsudnya biar faham apa yang kami tanyakan..
*------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨C melly⁩ :
Maqsud saya..
Apakah mendapatkan fahala jamaah ..sementara imam meninggalkan baca'an² sunnah seperti meninggalkan baca doa iftitah ...ruku' cuma tasbih sekali..
I'tidal cuma di baca سمع الله لمن حمده ....gitu aja.. sampai seterusnya...
Cuma yang dikerjakan tuma'ninah aja...
Apakah dengan begitu..
Masih dapet fahala berjama'ah sholat

@⁨Afif_Minang-Sumbar⁩ :
selama rukun terpenuhi maka pahala tetap dapat ,ruju' ke hadits musi ' fi sholatih
@khalilurrahman :
Thuma'ninah nya tetap ada kan @⁨C melly⁩ ?
Dan pula bacaan tasbih tersebut, hukum membaca nya adalah sunnah, bukan termasuk daripada rukun qauli nya shalat.

@⁨C melly⁩ :
Na'am guru...
Maqshudnya dengan meninggalkan sunnah² yang ada dalam sholat..apa fahala jama'ahnya itu masih dapet...
Tapi itu sudah terjawab oleh ustdz IBNU HAWARI.
Masik dapat fahala jama'ahnya.


@⁨Hafiluddin⁩ :
وعلیکم السلام 
dalam sholat berjamaah asal syarat dan rukunnya terpunuhi dengan baik. maka sholatnya sah .bernilai fahala jamaah .dalam hukum fiqih apa pun nama sholatnya baik cepat atau lambat 
.
untuk menambah nilai fahala jamaah tentunya melakukan kesunnahan². ada yang namanya سنةابعاض dan سنةھیأت . ya`ni selain rukun dalam sholat.


@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ :
Selama syarat dan rukun nya terpenuhi, shalatnya sah
Perkara sunnah di dalam shalat yang ditinggalkan itu mengurangi keutamaan dalam shalat
ما يثاب فاعله ولا يعاقب تاركه
/
ما يثاب على فعله ولا يعاقب على تركه.

@⁨C melly⁩ :
Masyallah barokallah..
Syukron kastir ahsanal jaza' ya ustadzi...
Ni menurut pemikiran ana pribadi aja...
Soalnya ada sebagian terawih yang cepet banget..kan
Klo baca semua yang sunnah² itu kayaknya gak mungkin ...
Soalnya cepet banget banget gerakannya..n ada sebagian ma’mum gak bisa baca semua yang sunnah² itu..



والله أعلم بالصواب

Rabu, 29 April 2020

KERJA DI PEGADAIAN




☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 28_
Sa’il : @⁨C.Yunia_Trenggalik-JaTim⁩

Assalamualaikum
1⃣. Apa hukumnya kerja *di pegadaian* milik BUMN gimana ????

2⃣. Apa ada bunga² nya atau gimana ????

*Keterangan : BUMN (Badan Usaha Milik Negara).*
*------------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Hafiluddin⁩ :

وعلیکم السلام ورحمة الله وبركاته
pada dasarnya hukum mu'amalah dalam pegadaian adalah boleh dan halal, karena arti dari gadai adalah :

جعل عین مالیةوثیقةبدین یستوفی منھاعندتعذرالوفاء

menjadikan barang sebagai jaminan hutang. yang akan di ambil ketika yang menggadaikan tidak mampu melunasi .
kecuali di situ ada unsur riba yang mengambil keuntungan . maka tidak boleh

termasuk para pekerja yang menangani di situ, karena

کل قرض جر نفعافھو ربا

setiap hutang yang menghasilkan ke untungan maka itu riba .
maka untuk lebih hati hati, tentunya di hindari meskipun ada komentar pendapat  yang memperbolehkan.

praktek di lapangan tidak sesuai dengan kitab.


والله أعلم بالصواب

Selasa, 28 April 2020

ANAK INGAT ORANG TUA



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 27_
Sa’il : @⁨Ahmad Budiman.⁩

Assalamualaikum ana mau tanya

Ada kah amalan supaya bisa jumpa al-marhum orang tua di dalam mimpi .. ????
*----------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨C melly⁩ :
Ada ustadz...amalannyaa

Mungkin bisa jadi sma kasusnya....
Seperti kalo ana lagi rindu suamiku...
Ku tambahi berdoa buat dia alfatihah 100 kali khusus buat dia..
Baca alquran ana tambahin khusus buat dia..
Mau tidur kembali baca fatihah 100 kali khusus buat dia...
Saat kerinduan memuncak ...saat itu lah..
Mimpi indah diriku bertemu dengan senyuman indahnya..

Mungkin salah satunya amalannya ya...
Makin qita merindukan ...
Khayalan itu akan hadir dalam mimpi qita...
Sebut selalu namanya
Lakukan segala kebaikan buatnya..

Shodaqoh ngaji dan semacamnya khususkan buatnya..
Insyallah cepet ketemu dengannya ...🥰

من أحب شيئا أكثر من ذكره، ومن أكثر من ذكر شئ أحبه

Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan sering menyebutnya.
Siapa yang sering menyebut sesuatu, dia mencintainya


@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
ada salah satu guru saya pernah bilang, kalo memang pengen di inget sama orang, baca alfatihah buat orang itu dengan hadir qolbu dan dawamul qiroah, insyaa Alloh orang itu akan diingatkan Alloh sama kamu meskipun sudah meninggal
hadirul qolbunya yang susah

@⁨Hafiluddin⁩ :
وعلیکم السلام 
amalan agar bisa berjumpa almarhum yang sudah meninggal melewati mimpi .
sejauh ini masih belum saya temukan .

tapi ada macam " mimpi minurut Rasulullah .

الرٶیا ثلاث  فالرٶیا الحسنة بشری من الله.والرٶیا تحزین من الشیطان. والرٶیا ممایحدث به الانسان نفسه .

mimpi itu ada 3 macam
1.mimpi yang benar kabar baik dari Allah. 
2.mimpi menyedihkan datangnya dari شیطان
3.mimpi yang berasal dari lamunan diri seseorang sehingga terbawa mimpi.

NAMUN Yang ada amalan amalan, yang bisa sampai pada org tua yang sudah meninggal sebagaimana yang di sabdakan nabi

الصلاةعلیھما .والاستغفارلھما .وایفاءبعھودلھما من بعدموتھما .واکرم صدیقھما .وصلةالرحم التی لاتوصلا الابھما

amalan amalan yang bisa sampai pada org tua yang sudah meninggal 

1.mendoakan rohmat pada org tua
2.memohonkan ampunan untuk mereka
3.memenuhi janji setelah mereka meninggal
4.memulyakan kerabat mereka .
5.menyambung silaturrohmi yang terjalin, karena keberadaan mereka.

*📚-------------------------*


@⁨Ciamis⁩ :
Ini ingin bertemu nabi..

ѕеbuаh riwayat disebutkan bаhwа Syaikh al-Fakhihani berkata, ‘Tеlаh аku соbа untuk mеmbаса shalawat Ruhul Arwаh sebelm tіdur hingga аku tеrtіdur, dаn dalam tidur іtu aku bеrmіmрі mеlіhаt wаjаh Rаѕulullаh, уаng mulіа dаn penuh keindahan, mеlеbіhі іndаhnуа rembulan, dаn aku ѕеmраt bеrbісаrа kераdа bеlіаu, kеmudіаn beliau ѕіrnа dаlаm keindahan cahaya rеmbulаn.”

Adарun lаfаdz ѕhаlаwаt Ruhul Arwаh аdаlаh sebagai berikut;

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فىِ اْلأَرْوَاحِ وَعَلَى جَسَدِهِ فِى اْلأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِى اْلقُبُوْرِاَللَّهُمَّ اَبْلِغْ رُوْحَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِنِّيْ تَحِيَّةً وَسَلاَمًا



والله أعلم بالصواب.

Senin, 27 April 2020

NAFAQAH / POLIGAMI



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 26_
Sa’il : @⁨Ahmad Syakir⁩

Assalamu'alaikum
*Izin bertanya ustadz*

Setau saya seorang suami yang mempunyai istri lebih dari satu,
itu kan harus adil, dalam segi menafqahi atau penginapan di rumah istri (tidur dengan nya).
Misalkan memberi uang 100 ribu pada istri yang pertama, maka istri yang satunya juga harus di beri uang 100 ribu juga kan.

Dan seumpamanya istri yang A mempunyai anak 2
& istri yg B mempunyai anak 5.

Nah yang saya tanya : apakah harus tetap sama dalam menafqahi istri tersebut.
sedangkan kecukupan sehari harinya istri yang A uang 100rb & istri yang B sehari harinya 300rb.

*bagaimana ketika mau memberi uang pada istri*
*apakah yang A hrs 100rb & yang B 300rb, begitukah ustadz ????* 🙏🙏
*------------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Adil itu meletakan sesuatu pada tempatnya, adil dalam berpoligami berarti memenuhi kewajibannya sebagai suami. Salah satu kewajiban suami adalah memenuhi nafkah lahiriah sang istri. Setiap istri akan berbeda-beda kebutuhannya, sehingga sang suami harus mencukupinya dengan berbeda-beda pula. Kurang lebih begitu prolognya.
@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ :
Adil itu tak harus sama rata.

@khalilurrahman :
@⁨Handoyo_Tangerang⁩ @⁨Rama'Maulana'Bogor⁩
👍🏻
Adil itu adalah suatu perkara, suatu hal, yang di dalam nya ada keseimbangan, mitsal antara A dan B.
Juga di iringi dengan aqal yang matang serta syari'at yang di terapkan, dan di dalam nya ada berhajat tawakkal ilallah.
Silahkan yang lain nya, jika ingin menambahkan, ini tertuju kepada satu pokok, in syaa Allah, yaitu : *bagaimana cara nya adil dan solusinya, ketika seorang laki-laki di taqdir oleh Allah, untuk berpoligami ?*

@⁨Afif_Minang-Sumbar⁩ :
adapun nafqah, maka dia tidak di syarat kan harus sama bagi setiap istri, namun yang di perintahkan adalah memenuhi kebutuhan masing masing istri

وقال الطبري : الانفاق على الأهل واجب، والذي يعطيه يؤجر على ذلك بحسب قصده .أ.هـ 
*📚"الفتح" (9/623) .*

tambahan lagi

قال الشربيني رحمه الله : ويجب لها كسوة تكفيها .أ.هـ. "
*📚مغني المحتاج" (3/429). *

*---------------📚-------------*
Foto kiriman dari ustadz Saifuddin-Jember :

Yang di anggap kasih nafaqoh itu di lihat dari kemampuannya Si suami. .. bukan dari masing-masing istri.
Anak-anak beda lagi, gak ngikut bagiannya para istri.

@⁨Afif_Minang-Sumbar⁩ :
pendapat ini benar juga, sesuai dngan dalil ;

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibux dengan cara ma´ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
(Al Baqarah 2:233)

namun bagaimana menggabungkan nya dengan qaul asy-syarbini dibawah ini ?

قال الشربيني رحمه الله : ويجب لها كسوة تكفيها .أ.هـ. "مغني المحتاج" (3/429). 
*كسوة*
Arti nya pakaian.
🤝🏻
Seperti, di mulai dari hijab/kerudung, baju, celana, sendal dan lain² = pakaian anggota zhahir.


@⁨Hafiluddin⁩ :
وعلیکم السلام 
memang dalam islam boleh poligami, dengan syarat adil, sebagaimana firman Allah  
فإن خفتم الاتعتدلوا فواحدة .
apa bila kalian takut tidak bisa adil, hendaklah kawin satu saja . yang di maksud adil disini :
pertama dalam nafkah dhohir yaitu mencukupi dan memenuhi sesuai kebutuhan sang istri .

contoh istri pertama punya anak 3 satu hari kebutuhannya 300.000 .
sedangkan istri muda tidak punya anak misalnya, satu hari hanya membutuhkan 100.000 .
itu namanya adil sesuai kebutuhan sang istri .

kalau di sama ratakan justru tidak adil . bisa bisa istri pertama nuntut melihat istri mudanya kebutuhannya hanya sedikit . kok di sama ratakan.

kemudian yang ke 2 adil dalam مبیت bukan dalam دخول karena dukhul adalah selera rangsangan syahwat yang tidak bisa di paksa harus sama.


@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Wajib atas suami Adil kepada istri² nya. ....   sperti rumah, makanan, Minuman, Pakaian    Dan keperluan lain² 
Umpama punya istri 2 gak boleh di gabungin Kecuali dengan kerelaan keduanya.
Klo rumah sendiri². .. 
Wajib bergantian dari rumah istri satu ke yang kedua.

Klo nafaqoh anak², itu wajib juga menurut kebutuhan masing2. Dan gak ada sangkut pautnya dengan istri².

Seperti di contohkan ustadz @⁨Hafiluddin⁩
Di bagi dulu pembagian istri². ..    klo ada anak-anak di tambahin lagi kebutuhan yang buat si anak-anak.
Klo anak-anak berbeda-beda kebutuhan masing-masing
Anak sekolah SD, berbeda dengan yang skolah SMP, berbeda pula yang sekolah aliyah / mondok misalnya

Semua atas kemampuannya Si suami. ..  klo mampu pasti tidak masalah. .. klo kurang mampu ya di kira².

Umpama klo mampu 200
Dan kurang mampu 100
Nah begitu seterusnya.



والله أعلم بالصواب.

TANAH WAQAF



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_so’al antrian ke 25_
Sa’il : @⁨Ahmad Ade Mahfudzin⁩

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Deskripsi Mas'alah :*
Berdiri suatu perluasan bangunan Sekolah swasta, di lahan seorang warga sudah 20 tahun, dan 
lahan tersebut masih bersertifikat a/n (atas nama). warga tersebut. Sekarang ketika ahli waris warga tersebut, ingin memiliki dan membagi lahan dengan saudaranya, ternyata pihak sekolah keberatan dan memohon supaya warga dan ahli warisnya merelakan lahan tersebut, untuk sekolah yang sudah terlanjur bangun tersebut.

namun ahli waris keberatan, karena bangunan sebelah yang sudah lama juga, dari ahli waris pewaqif yang sama (ada dua tahap pembangunan).

Pertanyaannya :
1️⃣. Apakah keberatan ahli waris tersebut bisa dibenarkan hukum ?
2⃣. Apakah permohonan pihak sekolah, supaya merelakan lahan tersebut bisa dibenarkan ?
3⃣. Apakah pembagian lahan, yang terlanjur ada bangunan masih bersertifikat warga tersebut, bisa dibagi ?
Demikian, Semoga ada jawaban mashlahah untuk semua.. 🙏

*RALAT SEDIKIT DESKRIPSI NYA :*
di situ ada kesalahan awal .
pihak sekolah tidak berhubungan sama notaris sertifikat tanah sebagai tanah waqaf .
untuk di jadikan yayasan / lembaga .
biar ada kekuatan hukum.

memang tradisi org tua jaman dulu, kalo ngewakafin sesuatu cukup secara Fiqih saja, tidak pakai hukum positif.
*--------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Sekolah waqof apa bukan ustadz ?
@khalilurrahman :
di lihat dari deskripsi mas'alah nya, kayak nya bukan sekolah waqaf atau tanah waqaf, masih remang², antara waqaf dan tidak, tidak jelas pernyataannya di antara pihak sekolah nya dan di pihak ahli warits nya.
Namun ringkas nya, sekolah nya sudah berdiri, dan si ahli warits nya mau mengambil lahan tersebut, arti nya sekolah nya mau di bongkar.
Dan pertanya'an nya di situ ☝🏻 di sebutkan ada 3 macam.
Kira nya begitu, ustadz.
Betul gak @⁨Ahmad Ade Mahfudzin⁩ (si penanya) ????

@⁨Al-Fatih⁩ :
Ini kalau bisa dipastikan dulu Ustadz.  Apakah memang itu tanah wakaf atau tidak?.  Klo bukan, mengapa sampai bisa ada sekolah berdiri ditempat tersebut, pasti sebelumnya ada perjanjian atau bagaimana dengan pemilik lahan tanah. Si penanya harus jelas dalam menguraikan pertanyaannya.
@⁨Ahmad Ade Mahfudzin⁩ :
Betul
Tanah itu memang benar tanah waqaf

@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Wilayah yang diwakafkan sebesar apa?
@⁨Ahmad Ade Mahfudzin⁩ :
Tanahnya Luas

@⁨Hafiluddin⁩ :
وعلیکم السلام 
kalau memang itu tanah wakaf di hukumi sah sebagai mana syarat dan hukum nya .
maka tanah wakaf tersebut tidak boleh di jual dan di waris .
karena yang mewakafkan sudah menyerahkan hartanya menjadi milik Allah atas nama ummat.
maka pihak sekolah bisa di benarkan .
apa bila sebaliknya tidak sesuai syarat dan hukumnya .
maka pihak ahli waris bisa di benarkan .
di antara syarat wakaf ketika tejadi mengucapkan tanah yang di wakafkan harus jelas luas dan jumlahnya.

@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Kalau memang tanah perluasan itu memang sudah diwaqafkan untuk sekolah, hal pertama yang harus dilakukan mencari saksi atas pewakafan tanah tersebut, bila sudah terkumpul saksi dan menyatakan bahwa tanah tersebut telah diwakafkan, maka haram hukumnya tanah tersebut diambil kembali oleh ahli waris, tapi bila tidak ada saksi dan ahli waris, mengatakan itu tidak diwakafkan, maka boleh si ahli waris mengambil alih kembali.

@⁨Al-Fatih⁩ :
📚Dalam Mausu’ah Fiqhil Islami dijelaskan :

الوقف مال أخرجه الإنسان عن ملكيته لله عز وجل، فلا يجوز التصرف فيه ببيع أو هبة ونحوهما؛ لأن البيع يفتقر إلى ملكية، والوقف لا مالك له

“Wakaf adalah harta yang dikeluarkan seorang Muslim dari kepemilikannya karena Allah Azza wa Jalla. Maka tidak boleh melakukan transaksi terhadapnya baik berupa jual-beli, hibah, ataupun semisalnya. Karena jual-beli itu membutuhkan kejelasan kepemilikan, sedangkan harta wakaf itu tidak memiliki pemilik”.

Syaikh Muhammad Ali Farkus menjelaskan :

فالأصلُ أنَّ الوقف الصحيحَ اللازمَ الذي يحصل به مقصود الوقف من الانتفاع لا يجوز بيعه ويمتنع شراؤه، ولا يُشرع التصرُّف فيه بأيِّ شيءٍ يزيل وقفيتَه، لِمَا صحَّ من حديث ابن عمر رضي الله عنهما قال: «أَصَابَ عمرُ أرضًا بِخَيْبَرَ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأمِرُهُ فِيهَا فَقَالَ: يا رسولَ اللهِ، إنِّي أصَبْتُ أرضًا بخَيبَرَ لَمْ أُصِبْ مالاً قَطُّ هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْهُ، فَمَا تَأْمُرُنِي بِهِ ؟ قَالَ: إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقتَ بِهَا. قَالَ: فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ: أَنَّهُ لاَ يُبَاعُ أَصْلُهَا، وَلاَ يُبْتَاعُ وَلاَ يُورَثُ وَلاَ يُوهَبُ. قَالَ: فَتَصَدَّقَ عُمَرُ فِي الفُقَرَاءِ وَفِي القُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَالضَّيْفِ، لاَ جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالمَعْرُوفِ، أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيهِ». متفق عليه واللفظ لمسلم.
وفي رواية البخاري: «تَصَدَّقْ بِأَصْلِهِ: لاَ يُبَاعُ وَلَكِنْ يُنْفَقُ ثَمَرُهُ، فتَصَدَّقَ بِهِ».

“Hukum asalnya wakaf shahih yang sifatnya lazim (tetap) yang pemanfaatannya sudah sesuai dengan wakif, tidak boleh dijual dan terlarang untuk dibeli (oleh pembeli). Dan tidak boleh ditransaksikan dengan segala jenis transaksi, yang bisa menghilangkan hakekat wakafnya. Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma beliau berkata : Umar bin Khathab memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian beliau menemui Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam untuk menanyakan hal ini. Umar berkata: “Wahai Rasulullah! Saya mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, saya belum pernah mendapatkan harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?”. 

Rasulullah bersabda : “Bila kau mau, kau tahan tanah tersebut dan engkau sedekahkan“. Kemudian Umar menyedekahkannya, ia tidak menjualnya, tidak mewarisinya dan tidak juga menghibahkannya. Umar menyedekahkannya kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, para budak, orang yang berjihad sabilillah, orang dalam perjalanan (ibnu sabil) dan kepada tamu. Dan tidak dilarang bagi yang diberi kewenangan menguasai tanah wakaf itu, untuk mengambil keuntungan darinya, dengan cara yang ma’ruf, atau memberi makan temannya, dengan tanpa maksud untuk menumpuk harta darinya”.
(Muttafaq ‘Alaih, dan ini lafadz Muslim). 

Dalam riwayat Al-Bukhari: “Nabi bersabda: ‘Sedekahkan pokoknya, jangan dijual namun boleh di infakkan hasilnya‘. Maka Umar pun menyedekahkannya.
Biasanya dalam wakaf itu ada perjanjian sebelumnya, berapa luas tanah yang diwakafkan, dan itu juga ada saksi yang menyaksikan, jika lahan itu sudah diwakafkan maka tidak boleh dijual,  kecuali jika barang yang diwakafkan tidak memiliki manfaat lagi.
 
والله اعلم.

@⁨Handoyo_Tangerang :
syarat waqaf menurut jumhur ada 4 :
1. Waqif, 
2. Mawquf alayh, 
3. Mawquf lah, dan
4. Shigot

Pada shigot dicukupkan ucapan pernyataan waqafnya, sedang qobul tidak disyaratkan didalamnya. tetapi untuk menjaga agar tidak adanya pertentangan, maka beberapa ulama muta’akh-khirin memasukan syarat untuk menyesuaikan dengan peraturan wakaf di negara masing-masing, atau lembaga-lembaga keagamaan masing-masing. 

adapun di Indonesia, juga ada peraturan tentang wakaf yang mengatur adanya nazir (pengelola wakaf), dan lain-lain. adanya saksi ketika mewakafkan untuk menjaga agar tidak ada pertentangan di kemudian hari tentang aset wakaf.

*📚al washoya wal waqf fil fiqh al-islamy, Dr Wahbah Zuhaily*


Dalam Undang-undang No. 41 Tahun 2004 tentang
Wakaf juga mengatur tentang perubahan dan pengalihan harta wakaf, yang sudah dianggap tidak atau kurang.
berfungsi sebagaimana maksud wakaf itu sendiri. Secara
prinsip, harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang
:

a. dijadikan jaminan;
b. disita;
c. dihibahkan;
d. dijual;
e. diwariskan;
f. ditukar; atau
g. dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya.

Namun, ketentuan tersebut dikecualikan apabila harta
benda wakaf yang telah diwakafkan digunakan untuk
kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata
ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan
dengan syari'ah. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan setelah
memperoleh izin tertulis.



والله أعلم بالصواب

Minggu, 26 April 2020

JUAL BELI ONLINE






☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_so’al antrian ke 24_
Kita melanjutkan dan mengulang kembali pembahasan yang kemaren, tentang *JUAL BELI ONLINE*, yang di tanyakan oleh @⁨Shufy shalafy⁩ dan @⁨C melly⁩ .

Secara keseluruhan, kita simpulkan, pertanyaan nya :
Yaitu :

1⃣. *Bagaimana aqad jual beli online yang di benarkan oleh syari'at ????*

2⃣. *Dan apa kah berbeda-beda aqad jual beli nya, mitsalnya antara jual beli PAKAIAN dan MAKANAN MINUMAN dan atau BARANG² YANG SELAIN DARIPADA KE DUA NYA (PAKAIAN DAN MAKANAN ????*

*-----------------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

Kutipan dari sedikit pembahasan yang kemaren ;
@⁨M.Hendra_Aceh⁩ :
Namanya jual beli online akadnya menggunakan jual beli.
Namanya jual beli online akadnya salam.. 
Jadi yang mana


@⁨C melly⁩ :
Melly OLSHOP
Ana ikut yang antum ajarkan
jadi PO pesan order..
Pesan barang..
Aku pesan ni model ini ukuran ni ..
Klo sudah pasti ada barangnya ,
Baru kami transaksi lewat transfer 
Sebagai bukti ..diel pemesanan ....
Asal barang sesuai dengan apa yang qita pesan..
N disini ada kebingungan buat ana pribadi,
Hukum jual beli online tidak shah, apa bila pakai aqad jual beli, soal nya barang tidak terlihat secara langsung..
Maka dari itu kami pakai aqad salam, sebab di aqad salam tidak di syaratkan lihat barang.. tapi harus sesuai pesanan...

Yang ana tanyakan ..
Gimana hukum pesan online
Berupa makanan/ masakan ..
Sedangkan persyaratan di aqad salam..
Barang yang di pesan, tidak boleh berupa barang yang di bakar dengan Api/masakan ..misalnya daging dan sebagainya...

Terus klo emang dengan aqad salam, gak shah pesan makann...
Akad apa yang qita pakei sekiranya bisa shah dan halal

@⁨M.Hendra_Aceh⁩ :
Sebenarnya jual beli online bisa kita gunakan aqad jual beli..  Namun gak boleh transfer uang dulu sebelum barang kita lihat..  Ketika barang telah sampai dan kita lihat,  disitu kita beli..  Maka sah.

Jual beli ghaib : tidak sah menurut pendapat Azhar :

📚 Nihayah :

(وَالْأَظْهَرُ أَنَّهُ لَا يَصِحُّ) فِي غَيْرِ نَحْوِ الْفُقَّاعِ كَمَا مَرَّ (بَيْعُ الْغَائِبِ) وَهُوَ مَا لَمْ يَرَهُ الْمُتَعَاقِدَانِ أَوْ أَحَدُهُمَا ثَمَنًا أَوْ مُثَمَّنًا وَلَوْ كَانَ حَاضِرًا فِي مَجْلِسِ الْبَيْعِ وَبَالِغًا فِي وَصْفِهِ أَوْ سَمْعِهِ بِطَرِيقِ التَّوَاتُرِ كَمَا يَأْتِي أَوْ رَآهُ فِي ضَوْءٍ إنْ سَتَرَ الضَّوْءُ لَوْنَهُ كَوَرَقٍ أَبْيَضَ فِيمَا يَظْهَرُ

@⁨USA5H⁩ :
بيع الشيء الغائب عن المجلس أو غير المرئي: 
يصح في رأي الحنفية من غير رؤية ولا وصف، وللمشتري الخيار عند الرؤية،
ويصح في رأي المالكية على الصفة، ويثبت فيه خيار الرؤية. 
ولا يصح مطلقاً عند الشافعية، والحنابلة في الأظهر. (الفقه الإسلامي وأدلته-د. وَهْبَة بن مصطفى الزُّحَيْلِيّ)


@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
Akad jual beli melalui alat elektronik hukumnya di tafshil sebagai berikut:

1) Jika mabi’ (barang yang dijual) nya sudah dilihat dengan jelas oleh kedua belah pihak, sebelum melakukan transaksi, maka hukumnya sah.

2) Jika mabi’ belum dilihat dengan jelas maka hukumnya tidak sah, kecuali apabila mabi’ dijelaskan sifat dan jenisnya.

الثاني: التلفظ بحيث يسمعه من بقربه عادة، وإن لم يسمعه المخاطب - ويتصور وجود القبول منه مع عدم سماعه، بما إذا بلغه السامع فقبل فورا، أو حمل الريح إليه لفظ الايجاب فقبل كذلك، أو قبل اتفاقا كما في البجيرمي، نقلا عن سم فلو لم يسمعه من بقربه لم يصح.

Yang kedua adalah melafadzkannya, sekira didengar oleh orang didekatnya, meskipun mukhathab tidak mendengarnya, dan dapat digambarkan adanya serah terima darinya, meskipun tanpa mendengar suaranya, dengan sesuatu yang dapat didengarkan oleh pendengar, kemudian ia terima seketika atau suara ijabnya dibawa oleh angin, kemudian juga ia terima seketika atau ia terima sesuai kesepakatan.
📚[I’aanah at-Thalibiin. Juz. 3/ Hal. 9]


(قَوْلُهُ فَاعْتُبِرَ مَا يَدُلُّ عَلَيْهِ مِنْ اللَّفْظِ ) أَيْ أَوْ مَا فِي مَعْنَاهُ مِمَّا هُوَ عِبَارَةٌ عَنْهُ كَالْخَطِّ أَوْ قَائِمٍ مَقَامَهُ كَإِشَارَةِ الْأَخْرَسِ ا ه.

(Maka diperhitungkan apapun yang dapat menunjukkan pada lafadz/serah terima) artinya atau sesuatu yang sepadan, pengertiannya dengan ucapan serah terima secara langsung, seperti tulisan atau menduduki kedudukannya, seperti isyaratnya orang bisu.
📚[Hasyiyah al-Jamal. Juz. IV/Hal. 301]


والعبرة في العقود لمعانيها لا لصور الألفاظ.... وعن البيع و الشراء بواسطة التليفون والتلكس والبرقيات, كل هذه الوسائل وأمثالها معتمدة اليوم وعليها العمل.

Yang dipertimbangkan dalam akad² adalah subtansinya bukan bentuk lafadznya, dan jual beli via telpon, teleks, telegram dan sejenisnya telah menjadi alternatif yang utama dan dipraktekkan.
📚[Syarh al-Yaaquut an-Nafiis. Juz. 2/ Hal. 22]


(وينعقد ) البيع من غير السكران الذي لا يدري ; لأنه ليس من أهل النية على كلام يأتي فيه في الطلاق (بالكناية) مع النية ...والكتابة لا على مائع أو هواء كناية فينعقد بها مع النية ولو لحاضر فليقبل فورا عند علمه ويمتد خيارهما لانقضاء مجلس قبوله . ( قوله : والكتابة إلخ ) ومثلها خبر السلك المحدث في هذه الأزمنة فالعقد به كناية فيما يظهر.

Dan sah jual beli, dari selain orang yang mabuk, yang tidak mengerti, sebab ia tidak termasuk orang yang sah niatnya, seperti keterangan dalam bab Talak yang akan datang dengan sighat kinayah dengan disertai niat.... Menulis yang tidak pada zat cair dan udara termasuk kinayah, maka jual beli dengannya disertai niat, hukumnya sah, meskipun bertransaksi dengan orang yang hadir dalam majlis akad, maka ia harus segera menerima akad tersebut, ketika mengetahuinya dan khiyar bagi mereka berdua berlaku, hingga bubarnya majlis penerimaan akad. (Keterangan Ibn Hajar “dan menulis....”) dan sama dengannya berita via teknologi kabel -telepon- yang dikembangkan dizaman sekarang ini, maka akad dengannya termasuk kinayah menurut kajian yang kuat.
📚[Hawaasyi as-Syarwaani wal ‘Abbaadi ala at-Tuhfah. Juz. IV/ Hal. 221-222]


@⁨M.Hendra_Aceh⁩ :
Afwan,,  matan I'anah dan sebagainya itu berbicara masalah shighat (صيغة)..

Yang lagi kita permasalahkan, adalah barang belum pernah dilihat, klo dalam transaksi online.
Sedangkan menjual barang yang diberi sifat yang mana barang tersebut masih dalam tanggungan..  Ini namany bai' salam.

@⁨C melly⁩ :
Salah satu Akad salam...
Syaratnya tikak boleh berupa barang yang di bakar dengan api.. seperti daging dan lainnya yang di masak ....
Naah gimana jika qita memesan makanan..
Misal saya pesan makanan ini.. dengan ikan itu bla bla..
Dengan kata AKU PESAN..
Shah kah pemesanannya.
Di poin yang kedua..

Berarti jual beli online disini halal dan shah..walau gak pernah qita lihat dengan mata kepala qita secara langsung...????
Jika di situ ada penjelasan...
Bahan ni..ukuran ni model ini...
Jika kami cocok langsung transfer uang..
Asal sama² ridho, disini akad jual belinya shah...????
Sama hal nya seperti di shoppee atau yang lainnya ?????
Barang yang gak pernah qita lihat ...????


@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Setahu saya selama tidak mengandung unsur ghoror dan barang yang dikirim sesuai dengan deskripsi dan foto yg ditampilkan, sah jual belinya.

@⁨M.Hendra⁩_Aceh :
Foto tdk cukup sebagai ru’yah mabit..
Walaupon tidak terjadi penipuan, yang namun ru’yah mabit nya di mana.. 
Jadi Yang ditanyakan,,, jual beli melalui online, bukan salam melalui online,,, qalo aqad salam memalui hp dan telefon, itu sah karena aqad salam tidak disyaratkan melihat mabi", cuma yang dipertimbangkan dalam pesanan ialah sifat barang dan jenis nya, harus sesuai dengan pesanan, dan harga nya juga harus menentu tanpa melihat mabi"nya, oleh karena demikian, maka beli melalui online, itu dinamakan aqad salam, qalo dinamakan atas nama aqad jual beli itu tidak sah, qalo salam sah, maka berlakulah jual melalui online itu aqad salam (pesan barang melalui via internet, lalu uang nya dikirim melalui transfer diBANK)

Jadi jual beli ghaib /menjual barang yang samar, yang belum pernah dilihat, adalah tidak sah dalam madzhab Syafi'i, mutlak.
Jadi ini harus kita lihat akad yang digunakan dalam aplikasi itu apa,,  beda aplikasi beda sistemnya.


@⁨Handoyo_Tangerang⁩ :
Benar stadz tapi maliki, hanafi sah.

@⁨M.Hendra_Aceh⁩ :
Jadi di indonesia madzhab apa Ustadz?  Apakah boleh kita taqlid madzhab lain disini..  Yang mana tidak ada udzur yang dharurat disini, yang mengharuskan kita harus berpindah madzhab.. Karena ada hukum yang ringan, maka kita berpindah dan apakah kita telah menguasai bab jual beli dalam madzhab tersebut ?

Jadi yang saya ketahui pada dasarnya taqlid (mengikuti madzhab) adalah tidak talfiq, yaitu tidak mencampur antara dua pendapat dalam satu qadliyah (masalah), baik sejak awal, pertengahan dan seterusnya, yang nantinya, dari dua pendapat itu akan menimbulkan satu amaliyahz yang tak pernah dikatakan oleh orang yang berpendapat.

Satu lagi jual beli online, beda aplikasinya beda cara menjualnya..  Jadi tidak bisa disama ratakan.
Sepert di shoppee tidak mengindikasikan adanya akad salam, namun ada namany COD.  dan setelah saya tanya sama teman ternyata COD itu bayar ditempat..  Yaitu ketika barang telah sampai,  itu menurut penjelasan teman (ntah benar ntah salah)..  Jadi klo demikian maka sah,  karena barang telah dilihat dan dibayar disitu..
Sedangkan dilazada, tokopedia apakah seperti itu?


Klo dishopee oke lah setelah saya lihat ada disebut ciri cirinya (pada produk baju,  jelas) ..  Jadi jual beli online menggunakan akad salam
.

Klo di lazada dan tokopedia bagaimana pandangan syeikhuna bahtsul masail.. Klo saya tidak memadai klo demikian disebutkan

Klo dishopee lain lagi,,  tidak disebutkan sifat barang, namun ada namanya cod /bayar ditempat..  Jika pembayarannya ketika barang sampai dan sudah dilihat oleh sipembeli, dan melakukan transaksi disitu sah..  Jika tidak, artinya dibayar dulu sebelum barang di lihat maka tidak sah, walaupon namanya COD yang hakikatnya adalah jual beli ghaib.


@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ :
Sebagian besar di Lazada dan Tokopedia juga memberikan spesifikasi nya ..

Deskripsi produk :


Dan apabila ada yang kurang jelas (tentang produk), ada kolom diskusi untuk bertanya masalah produk tersebut.
Semua produk yang dijual online, semua keterangan itu di isi oleh penjual.

@M.Hendra_Aceh : 
Oke,,  berarti sah klo jual beli online menggunakan salam, walaupon uang dikirim duluan, mengenai syaratnya salamnya nanti saya foto matannya,,  namun jika jual beli online menggunakan akad jual beli, artinya tanpa dengan syarat salam, maka tidak sah, jika dibayar awal.. Karena dalam akad jual beli menghendaki ru’yah mabit..


*📚---------------------------*


@⁨M.Hendra_Aceh⁩ :
Gambar kitab 1 sampai 3 .. Membahas masalah syarat akad salam..
Jadi Akad salam hanya sah, pada barang yang memenuhi lima syarat..  Mungkin ini akan dirumuskan oleh guru².

Kemudian pada selanjutnya,, Yakni bajuri juz 1/hal-355-359, membahas syarat sahnya muslam fih (barang yang dipesan) memiliki delapan syarat.. 

Jika memenuhi itu semua, maka sah lah jual beli online, menggunakan akad salam..
Cetakan toha putra dan bisa juga dilihat dicetakan haramain, karena posisi halamannya sama.


@⁨Hasyim'Sum-Ut⁩ :

jual beli online sama hukumnya dengan ba'il ghoib, dan hukumnya boleh, menurut muqobil adzhar, jika spesifikasinya disebutkan dengan jelas. Namun, jika pesanan barang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan, maka pembeli diperbolehkan khiyar.


@⁨C melly⁩ :
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Poinnya sudah ketemu.
Klo olshop pakei aqad jual beli shah menurut imam hanafi..
Asal sama² ridho, sekalipun gak pernah lihat secara langsung..
Tapi kalo menurut imam Syafi'i, tidak shah secara muthlaq..aqad jual beli klo tanpa melihat secara langsung..

Kecuali pakei COD atau bayar di tempat...
Pengecualian BAI SALAM..
Boleh dan shah sekalipun tanpa melihat dan boleh bayar uang duluan.. dengan syarat menyebutkan apa yang di pesan, dan barang yang datang sesuai dengan pesanan....

ada lagi pertanyaan yang belum terjawab ustadz...??? Ini :


Di dalam kolom ini

Sesuatu yang di pesan, tidak boleh berupa sesuatu yang di bakar dengan api..
Jadi gak boleh memesan begitu..
Jadi gimana klo sekarang
Qita menerima pesanan makanan 

Apakah gak boleh pakei akad salam??????
Sementara sekarang kan banyak pesanan2 makanan...
Apakah yang qita pakei aqad jual beli....bukan akad salam...?????
Bingung yang disini.


@⁨Al-Fatih⁩ :

Begini, mungkin yang di maksudkan mengapa tidak boleh akad salam, barang yang diproses dengan api, karena akan menyebabkan makanan tersebut basi, seperti bubur ayam dan sejenisnya makanan yang mudah basi.

Jika api yang digunakan pada barang tersebut untuk memisahkan, seperti halnya madu dan minyak samin, maka tetap sah akad salamnya.
Bagaimana jual beli makanan secara online, seperti go food apakah itu di namakan aqad salam atau jual beli secara langsung..  

Menurut hemat ana itu jual beli secara langsung, karena tidak ada tanggungan waktu pemesanan disitu..  Sedangkan akad salam, itu syaratnya ada penangguhan waktu beberapa hari sebelum sampai ke pembeli.  Jadi jika barang makanan itu tidak mudah basi, tidak apa" dibeli dengan akad salam.   Wallahu a'lam

@khalilurrahman :
Ternyata ada yang japri, minta di perjelaskan :
*Aqad salam itu apa maqshud nya ?*
*Atau seperti apa kah aqad salam itu ?*
Monggo para asatidz, asatidzah 💪🏻


@⁨Hafiluddin⁩ :
akat salam itu adalah :

بیع شیء موصوف فی الذمة بلفظ السلم 

akad pemesanan suatu barang, yang berada dalam tanggungan, dengan kriteria yang telah di pastikan, sesuai gambar dan sifat yang di pesan.



@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Yang masalah jual online banyak pendapat khilaf. .. ngambil qoul madzhab
Jalan pertengahan yang enak. . Apalagi zaman sekarang.

Transaksi jual beli yang enak, kita tau orangnya, maksudnya kenal kedua belah pihak, kayak jual beli online sama kawan sendiri.....
Sekiranya bisa di tuntut/di kembalikan klo ada barang/uang yang cacat.
Klo yang aplikasi juga begitu.


والله أعلم بالصواب

Jumat, 24 April 2020

HAIDH-MANDI SUNNAH RAMADHAN



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_so’al antrian ke 23_
Sa’il : @⁨Najeh Bint Hamied⁩

Assalamu'alaikum idzin antri bertanya ustadz wa ustadzah..🙏🏻🙏🏻

wanita yang sedang haidh, apakah boleh mandi sunnah ramadhan🙏🏻 ????
*---------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Mahsun_Bangkalan⁩ :
Boleh, jika tidak dalam rangka menghilangkan hadats, baik wudhu maupun mandi.
Adapun klo bersuci yang sunnah itu (mandi sunnah Ramadhan,) 

Karena untuk kebersihan(للنظافة)، seperti mandi untuk Ihram, wuquf dan melempar jumrah dan lain².
Maka hukumnya tetap disunnahkan....
Monggo di cek..

*📚Dalam Kitab al Majmu’ :*

فَرْعٌ ) هَذَا الَّذِيْ ذَكَرْنَاهُ مِنْ أَنَّهُ لَا تَصِحُّ طَهَارَةُ حَائِضٍ ، هُوَ فِيْ طَهَارَةٍ لِرَفْعِ حَدَثٍ سَوَاءٌ كَانَتْ وُضُوْءًا أَوْ غُسْلًا ، وَأَمَّا الطَّهَارَةُ الْمَسْنُوْنَةُ لِلنَّظَافَةِ كَالْغُسْلِ لِلْإِحْرَامِ وَالْوُقُوْفِ وَرَمْيِ الْجَمْرَةِ فَمَسْنُوْنَةٌ لِلْحَائِضِ بِلَا خِلَافٍ


*📚فقه العباد ج ١ ص ١٠٠*
تَحْرُمُ عَلَى الْحَائِضِ وَالنُّفَسَاءِ اَلطَّهَارَةُ بِنِيَّةِ رَفْعِ الْحَدَثِ أَوْ نِيَّةِ الْعِبَادَةِ كَغُسْلِ الْجُمُعَةِ أَمَّا الطَّهَارَةُ الْمَسْنُوْنَةُ لِلنَّظَافَةِ كَالْغُسْلِ لِلْإٍحْرَامِ وَغُسْلِ الْعِيْدِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْأَغْسَالِ الْمَشْرُوْعة ِاَلَّتِيْ لَا تَفْتَقِرُ إٍلَى طَهَارَةٍ فَلَا تَحْرُمُ.
*------------------------*

@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ :
Diberi penegasan saja ustadz, bahwa *niatnya* ndak boleh untuk menghilangkan hadats, tapi hanya untuk kebersihan saja.

@khalilurrahman :
@⁨Rama'Maulana'Bogor⁩ : dari komentar antum ini ☝🏻, sudah di dapatkan ketegasan nya, ustadz.
Yaitu : tidak boleh (haram) di niyyatkan menghilangkan hadats (besar), tapi kalau di niyyatkan untuk bersih²/kebersihan/menyegarkan badan, maka itu di perbolehkan.

والله أعلم بالصواب

MENGGABUNG NIYYAT SHALAT SUNNAH



☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔
*B-M-U*

_soal antrian ke 22_
Pertanyaan titipan dari : @⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩

Assalamualaikum pak....

mau tanya menggabungkan niat di dalam sholat Sunnah apa boleh ?

Seumpama sholat tahajjud dengan sholat yang lain, seperti sholat witir atau hajat atau taubat ????
*----------------------*
*JAWABAN : ????*
✍🏻📚💪🏻

@⁨Ismail-Jak_Ut⁩ :

كان النبي صلى الله عليه وآله وسلم حث من دخل المسجد أن يصلي ركعتين قبل أن يجلس تحية للمسجد؛ فقال: «إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ» متفق عليه، ويجوز للمصلي أن يصلي تحية المسجد مع الركعتين اللتين بين الأذان والإقامة؛ نص على ذلك الشافعية وغيرهم.

@⁨Mahsun_Bangkalan⁩ :
Mungkin hal ini selaras dengan Qoidah; sebagai berikut.

Apabila ada dua perkara yang sejenis dan maksud (tujuannya) tidak berbeda berkumpul jadi satu ,
Maka secara umum salah satunya masuk kepada yang lain.

*📚 الأشباه والنظآئر*
ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﺘﺎﺳﻌﺔ ﺇﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﺃﻣﺮﺍﻥ ﻣﻦ ﺟﻨﺲﻭﺍﺣﺪ ، ﻭﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻒ ﻣﻘﺼﻮﺩﻫﻤﺎ ، ﺩﺧﻞ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﻏﺎﻟﺒﺎ.
ﻓﻤﻦ ﻓﺮﻭﻉ ﺫﻟﻚ
ﻭﻟﻮ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻔﺮﺽ ﺩﺧﻠﺖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺘﺤﻴﺔ ، ﻭﻟﻮﺩﺧﻞ ﺍﻟﺤﺮﻡ ﻣﺤﺮﻣﺎ ، ﺑﺤﺞ ﻓﺮﺽ ﺃﻭ ﻋﻤﺮﺓ . ﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻹﺣﺮﺍﻡﻟﺪﺧﻮﻝ ﻣﻜﺔ . ﻭﻟﻮ ﻃﺎﻑ ﺍﻟﻘﺎﺩﻡ ﻋﻦ ﻓﺮﺽ ﺃﻭ ﻧﺬﺭ ، ﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﻘﺪﻭﻡ ، ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﻟﻮ ﻃﺎﻑ ﻟﻺﻓﺎﺿﺔ ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﻮﺩﺍﻉ ﻷﻥ ﻛﻼ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻣﻘﺼﻮﺩ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ، ﻭﻣﻘﺼﻮﺩﻫﻤﺎﻣﺨﺘﻠﻒ ﻭﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﻟﻮ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ، ﻓﻮﺟﺪﻫﻢﻳﺼﻠﻮﻥ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻓﺼﻼﻫﺎ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﺗﺤﻴﺔ ﺍﻟﺒﻴﺖ ،ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻄﻮﺍﻑ ، ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺟﻨﺲ ﺍﻟﺼﻼﺓ

@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
Ini tidak berlaku untuk ibadah mustaqillah, ini berlaku untuk tadakhul
@⁨Mahsun_Bangkalan⁩ :
Ea kan boleh kang..
Yang tidak boleh jika ibadah مستقلة.
terus apakaitan dengan pertanyaan..
Wong itu pertanyaan Nya itu mengarah pada تداخل yang hukum nya boleh.
Sehingga sholat berkonsekwensi *Sah.*
🙏🙏

@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
Tidak sah, ini sangat berbahaya kalo di samakan istiqal sama tadakhul, dalam pertanyaan itu sudah di sebutkan contohnya shalat tahajjud atau witir. Sudah ada contohnya..maqsudah dengan ghairu maqsudah, istiqal dengan tadakhul tidak boleh di masukkan dalam qaedah itu hingga dikerjakan oleh orang lain.
@⁨Mahsun_Bangkalan⁩ :
Enggeh faham gus..
Coba Kita jangan terlalu fokus pada ibarot yang ana paparkan gus..
Itu cuma hanya penawaran aja..
Klo emang ada yang sudah pas.
Yoweslah kita tak usah pakek yang Asybah itu (yang ana tampilkan..)..


*📚الفوائد الجنية ج1 ص 153*
قوله : (كل ما المقصود منه الفعل) أي لا حصوله مستقبلا بنية. قوله : (وهي نحو ستة عشر سنة) منها غسل الجمعة هو سنة إذا نوى مع غسل الجنابة, ومنها سلام الخروج من الصلاة إذ نوى به السلام على الحاضرين, ومنها عمرة التطوع إذا نويت مقرونة بحج الفرض, ومنها الصوم عن عرفة إذا نوى معه صوم قضاء أو نذر أو كفارة.

*📚----------------------------*


Berarti kesimpulan nya : boleh atau tidak rusak, ya ustadz @⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ , seumpama menggabungkan niyyat shalat sunnah tahajjud dengan shalat sunnat witir sekaligus ?

@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Boleh ustadz. . Ibaroh yang ana tampilkan itu sholat² sunnah yang bisa masuk ke sholat lain. ..  maksudnya misal niat sholat sunnah banyak tapi cuman 2 rokaat saja.


Sholat² sunnah yang bermaksud dzatnya, seperti sholat sunnah khusuf  ( matahari dan bulan) / istisqo (minta hujan) / idul  (fitri dan adha) rowatib (qobliyah dan ba'diyah) itu gak boleh di gabung. ..

maksudnya
Misal pada waktu akan melaksanakan sholat idul adha, pas waktu gerhana matahari nah tu gak boleh di gabung. ... harus sendiri²

Sholat² sunnah yang gak maksud dzatnya seperti tahiyyatul masjid...  Sunnah wudhu. . Istikhoroh, Hajat dan lain²..   Boleh di gabung. ...  Dan sholat2 sunnah ini boleh di gabung juga dengan sholat sunnah yang bermaksud dzatnya.

والله أعلم بالصواب.


*----------------------------*
*TAMBAHAN*

@⁨ahmad dede supardi⁩ :
Assalamualaikum kiyai ustdz semuanyaa.ma'ap ijin nanya :
sudah melaksanakan sholat tarawih.+ witir .apa boleh malamnya melaksanakan sholat tahajjud..mohon penjelasannya kiyai ustadz semuanya.

@⁨C.Rabi'ah'Aceh⁩ :
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Boleh shalat tahajjud setelah Shalat witir, tapi tidak di anjurkan lagi shalat witir, setelah melakukan tahajjud, karena tidak ada dua witir dalam semalam.

لا وتران في ليلة

Tapi ada baiknya kalau rencana ingin mengerjakan tahajjud jangan shalat witir dulu, karena witir itu penutup shalat malam.

Referensi :

ويسن جعله آخر صلاة الليل لخبر الصحيحين: اجعلوا آخر صلاتكم من الليل وترا. فإن كان له تهجد أخر الوتر إلى أن يتهجد، فإن أوتر ثم تهجد لم يندب له إعادته، بل لا يصح، لخبر : لا وتران في ليلة اهـ

Disunnahkan menjadikan shalat witir sebagai akhir shalat malam, berdasarkan Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: “Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir” Apabila ia ingin melaksanakan shalat tahajud, maka sahalat witirnya diakhirkan setelah tahajud. Namun jika ia melakukan shalat witir lebih dulu, kemudian baru melakukan sholat tahajud, maka dia tidak disunnahkan mengulang shalat witir, bahkan (Menurut sebagian pendapat) tidak sah jika diulang, berdasarkan hadits: "tidak ada pelaksanaan shalat witir dua kali pada satu malam.
*📚Hasyiyah al-Baijuri, juz 1, hal. 132*


والله أعلم بالصواب


*TAMBAHAN :*

@⁨المراة الصالحة🌷⁩ :
Mohon ma'af terlambat, baru selesai shalat tarawih di daerah kami...
Mohon penjelasannya sedikit lagi mengenai shalat Sunnah yang boleh digabung niatnya..
Seperti yang telah disebutkan disini,, menggabungkan Sunnah wudhu,tahiyatul masjid, istikhoroh, hajat...
Lafadz dan niatnya shalat yang digabung ini bagaimana ustadz??
Mohon maaf...

@khalilurrahman :
Contoh : antum berwudhu, setelah itu masuk ke mesjid, lalu antum mengerjakan shalat sunnah wudhu (di masjid), nah ini sudah masuk di dalam 2 ibadah (shalat sunnah wudhu dan shalat sunnah tahiyyat masjid).
Arti nya : antum tidak di sunnahkan lagi untuk mengerjakan shalat Sunnah tahiyyat masjid, sebab sudah di cukupkan dengan antum mengerjakan shalat sunnah wudhu tadi (mau di gabungkan niyyat nya ataupun tidak).


*📚--------------------------*


Maksud pertanyaan nya apakah keempat shalat Sunnah ini boleh digabung sekalian? Lalu bagaimana lafadz dan niatnya ? Mohon ma'af ,,ilmu kami masih sangat terbatas.

@⁨Hafiluddin⁩ :
kalau bisa saya simpulkan, yang boleh hanya  menggabungkan dua niat, yang gerakan sholatnya sama dan sama sama رکعتین رکعتین .

@khalilurrahman :
Kayak nya terulang kembali lagi ini pembahatsan nya dan in Syaa Allah lumayan panjang.
Permas’alahan sebagai berikut :
1. Mengucap (melafalkan) Lafazh niyyat (hukum nya sunnat) di kalangan madzhab siapa ?
2. Niyyat/qashad adalah (rukun qalbi) nya shalat (yang wajib maupun yang sunnah) dan niyyat itu letak nya di dalam hati, betul kah ?
3. Cara menggabungkan lafazh atau niyyat shalat sunnah bagaimana ? Apa kah sama dengan niyyat puasa qadha (ramadhan) bersamaan dengan niyyat puasa sunnat (yang hanya menghajatkan 1 niyyat, akan tetapi sudah mencakup kepada 2 ibadah).


@⁨Ishadi'Aceh⁩ :
1}
Melafadz niat shalat sebelum takbiratul ihram.
Hukum melafadzkan niat shalat sebelum takbiratul ihram adalah di sunnah supaya :

1). lisan dapat membantu memudahkan hati.
2). untuk menghidari was² (gangguan setan dalam hati),,dan
3). untuk menghindari perselisihan dengan ulama yang mewajibkannya.

Reff:
📚[I'anatut thalibin. Juz. 1/ Hal. 130]:

(قوله: وسن نطق بمنوي) أي ولا يجب، فلو نوى الظهر بقلبه وجرى على لسانه العصر لم يضر، إذ العبرة بما في القلب. (قوله: ليساعد اللسان القلب) أي ولانه أبعد من الوسواس. وقوله: وخروجا من خلاف من أوجبه أي النطق بالمنوي

➖➖➖➖➖

( ويندب النطق ) بالمنوي ( قبل التكبير ) ليساعد اللسان القلب ولأنه أبعد عن الوسواس

Disunnnahkan melafadzkan niat sebelum takbir, agar lisan dapat membantu hati dan sesungguhnya untuk menghindari ke was2an (gangguan setan dalam hati)
📚[Mughnil muhtaj. Juz. 1 / Hal. 209]


2}
Benar, di semua ibadah yang di 'itibarkan ialah niat di dalam hati, sehingga belum di anggap Sah, bila hanya mengucapkan dengan lisan, dan jika sampai tidak cocok antara yang di lafadzkan dengan niatnya, maka yang dihukumi sah adalah niatnya, contoh: dalam hati ia meniatkan shalat dhuhur, sedang lafadznya shlat 'Ashar, maka yang di 'itibarkan adalah shalat dhuhurnya.

Dari sini bisa kita claim bahwa niat itu dalam hati.

📚[Kifayatul Akhyar. Juz. 1/ Hal. 101_102]:

وَاعْلَم أَن النِّيَّة فِي جَمِيع الْعِبَادَات مُعْتَبرَة بِالْقَلْبِ فَلَا يَكْفِي نطق للسان مَعَ غَفلَة الْقلب نعم لَا يضر مُخَالفَة اللِّسَان من قصد بِقَلْبِه الظّهْر وَجرى على لِسَانه الْعَصْر فَإِنَّهَا تَنْعَقِد ظَهره وَاعْلَم أَن شَرط النِّيَّة الْجَزْم ودوامه

@⁨المراة الصالحة🌷⁩ :
Alhamdulillah...
Terima kasih ustadz penjelasan nya..
Tetapi masih belum mencapai sasaran...🤔
@⁨C melly⁩ :
Ukhti ini yang bikin bingung..
Dan jawabannya belum sampai sasaran.

Gimana niatnya jika menggabung sholat istikharah n hajat..
Gitu kah ..???
@⁨Hafiluddin⁩ :
boleh yang terpenting tidak lebih dari 2 macam sholat .
dalam jama' pun hanya 2 waktu .
umpama boleh sekalian 4 waktu yang dijama'.

contoh yg paling mudah

اصلی سنةتحیةالمسجد وقبلیةالعشاء رکعتین لله تعالی

2 rokaat berfahala 2 waktu .
sama dengan sholat 4 rokaat

nantik witirnya
اصلی رکعة الوتر لله تعالی

itulah bedanya ibadah pakai ilmu .
2 rokaat bernilai 4 rokaat.


@⁨Rubath'Saifuddin-Jember⁩ :
Pada waktu bersamaan
Yang sholat tahiyatul masjid dan sunnah wudhu atau sholat sunnah lainnya,
Menurut syekh romli gak perlu niat wudhu dan tahiyatul masjid..   Cukup salah satunya saja...  

seperti :
 أصلي سنة التحية المسجد
Udeh dapat pahala sholat sunnah wudhu, tapi niat dua² nya juga boleh ,
Menurut syekh ibn hajar harus niat Dua²nya, jika sholat sunnahnya pada waktu yang bersamaan.
Jadi ihtiyat niatkan dua² biar keluar khilaf.

Klo sholat sunnah yang lainnya...
Umpama sholat ba'diah Maghrib, di ikutkan juga niat awwabin wa hifdzil iman.

أصلي سنة بعدية المغرب و الأوابين و حفظ الإيمان و تحية المسجد و سنن الوضوء

Niat ini pada waktu bersamaan tadi khilafnya udeh di sebutkan.
Yang sholat witir ama tahajud ama tobat misalnya.
Ya sholat 2 rokaat dulu, dengan banyak niat ntar tambah lagi satu rokaat melengkapi sholat witir.


والله أعلم بالصواب