Senin, 26 Oktober 2020

HUKUM MENGURUSKAN PIPI

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 175
🧕🏻 Nama : Khuliyyatul Ashfiya
Alamat : Pasuruan Jawa timur

✍🏻 DESKRIPSI :

Di zaman modern yang serba canggih sekarang, tidak dipungkiri semua kemajuan terjadi di beberapa hal dan sektor, sebut saja sektor farmasi dan lain-lain.
Dan bisa dibilang alat-alat kecantikan pun bertambah maju, kita ambil contoh alat untuk menguruskan pipi / membuat pipi tirus.

🌴 PERTANYAAN :

Bagaimana hukumnya mentiruskan pipi ⁉️

🍏 JAWABAN :

Boleh mentiruskan pipi, selama tidak mengurangi dan menambahkan sesuatu dari ciptaan Allah.

💧 R E F E R E N S I :

[فتح الباري، ج ١٠ ص ٣٧٧]📗
قَالَ الطَّبَرِيُّ لَا يَجُوزُ لِلْمَرْأَةِ تَغْيِيرُ شَيْءٍ مِنْ خِلْقَتِهَا الَّتِي خَلَقَهَا اللَّهُ عَلَيْهَا بِزِيَادَةٍ أَوْ نَقْصٍ الْتِمَاسَ الْحُسْنِ لَا لِلزَّوْجِ وَلَا لِغَيْرِهِ كَمَنْ تَكُونُ مَقْرُونَةَ الْحَاجِبَيْنِ فَتُزِيلُ مَا بَيْنَهُمَا تُوهِمُ الْبُلْجَ وَعَكْسُهُ وَمَنْ تَكُونُ لَهَا سِنٌّ زَائِدَةٌ فَتَقْلَعُهَا أَوْ طَوِيلَةٌ فَتَقْطَعُ مِنْهَا أَوْ لِحْيَةٌ أَوْ شَارِبٌ أَوْ عَنْفَقَةٌ فَتُزِيلُهَا بِالنَّتْفِ وَمَنْ يَكُونُ شَعْرُهَا قَصِيرًا أَوْ حَقِيرًا فَتُطَوِّلُهُ أَوْ تُغْزِرُهُ بِشَعْرِ غَيْرِهَا فَكُلُّ ذَلِكَ دَاخِلٌ فِي النَّهْيِ وَهُوَ مِنْ تَغْيِيرِ خَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى

[Fathul bary, juz 1, hal 377]
“Berkata imam thabary, tidak boleh bagi perempuan merubah sesuatu dari perawakannya, yang diciptakan Allah atasnya, dengan menambahkan atau mengurangi sentuhan yang baik, tidak untuk suami dan tidak juga untuk selainnya, seperti orang yang alisnya tersambung, maka ia menghilangkan apa yang ada di antara keduanya, dengan merontokkan yang tampak atau sebaliknya. Dan perempuan yang memiliki gigi tambahan, kemudian ia mencabutnya, atau gigi yang panjang dan ia memotongnya, atau janggut atau kumis atau bulu dibawah dagu, kemudian ia menghilangkannya, dengan cara mencabut. Atau orang yang rambutnya pendek atau kasar kemudian ia memanjangkannya atau melebatkannya, dengan rambut lainnya, maka semua itu termasuk ke dalam yang dilarang, yaitu merubah ciptaan Allah ta'ala”.


[تفسير البيضاوي، ج ٢ ص ١١٧]📗
(ولآمرنهم فليغيرن خلق الله) عن وجهه وصورته أو صفته ويندرج فيه ما قيل من فقد عين الحامي وحصاء العبيد والوشم والوشر واللواط والسحق ونحو ذلك وعبادة الشمس والقمر وتغيير فطرة الله تعالى التى هي الإسلام

[Tafsir al-baydhawy, juz 2, hal 117]
“(dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya) dari wajahnya, bentuknya, sifatnya dan merubah secara bertahap padanya, apa yang disebut kehilangan mata pelindung, dan kejantanan hamba, tato, meratakan gigi, homoseksual, melicinkan, atau sejenisnya dan menyembah matahari, bulan, merubah fitrah dari Allah yaitu islam”.


[فتاوي وردود شرعية معاصرة]📗
للحبيب محمد بن أحمد بن عمر الشاطري، ص ١٧٦
فالخلاصة أن عمليات التجميل يجب ألا يكون فيها شيء من الغش والخداع كحالة الخاطب أوالخاطبة أحدهما مع الآخر مثلا وأن لا تكون مما نص الشارع على أنه من تغيير خلق الله مما ذكرته آنفا

 [Fatawa wa rudud syar'iyyah mu'ashirah]
Lil habib muhammad bin ahmad bin umar as-syathiry, hal 176
“Adapun kesimpulannya adalah sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan untuk mempercantik, wajib untuk tidak ada di dalamnya sesuatu yang termasuk daripada kecurangan dan tipuan seperti keadaan pembicara laki-laki atau perempuan, salah satu dari mereka dengan yang lain misalnya. Dan agar tidak ada sesuatu yang di-nash-kan oleh syari'at, bahwa ia termasuk daripada mengubah ciptaan Allah, sebagaimana disebutkan tadi”.




MUHARRIR : Kiai Mahmulul Huda Jember

MUJAWWIB : Para member grup

TERJEMAH IBARAH : Ustadz Handoyo Tangerang

والله أعلم بالصواب




Tidak ada komentar:

Posting Komentar