Kamis, 21 Januari 2021

PERMAS'ALAHAN QURBAN SERTA AQIQAH

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 196
👳🏻‍♂️ Nama : Ari Azhari
Alamat : Bate iliek - Aceh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Didaerah kami pada saat penyembelihan, kebiasaan sang pemilik qurban menyerahkan qurbannya ke tokoh agama untuk di sembelihkan.
Yang anehnya, saya di ceritakan bahwa saat penyerahan tersebut, sang pemilik qurban berkata pada orang yang di wakilkan (ijab qabul nya) : “tolong ustadz belikan sapi atas saya dengan harga tujuh orang, atau tolong Ustadz belikan sapi atasku dengan harga satu orang (misalnya)” padahal sapinya sudah dibeli.

Tapi pada saat ijab Qabul disuruh beli lagi, yang beli tersebut hanya pada lafal, bukan beli yang sebenarnya, Entah apa itu tujuannya saya gak tau, Terus ada orang yang berqurban nadzar, Kemudian dia menyerahkan sapi qurban nadzar nya kepada orang lain untuk dimiliki sapi tersebut, Dengan demikian, dia beranggapan karena sudah berpisah kepemilikan, maka dia sudah dapat meni'mati daging qurban nya.
Dari segi lain, ada orang yang belum pernah sama sekali meng-aqiqahkan anaknya, sehingga bersamaan dengan menyembelih qurban, dia mengaqiqahkan daging tersebut atas anaknya, dengan sekali niat.

🌴 PERTANYAAN :

1.) Bagaimanakah lafal ijab qabul yang benar pada masalah penyembelihan qurban ⁉️

🍏 JAWABAN :

Ijab qobul yang benar di dalam penyembelihan qurban, adalah menggunakan shighat ijab dan qobul wakalah atau taukil, karena pemasrahan penyembelihan qurban tersebut adalah termasuk mewakilkan.
Contoh ijab : "saya mewakilkan kepadamu menyembelih qurban" atau " sembelihkan kambing qurban ku ini" dan lain-lain.
Contoh qabul : " ya saya terima".
Dan shiqat qabul dalam wakalah tidak harus diucapkan dengan lafazh atau ucapan, tetapi cukup dengan melakukan apa yang wakilkan.

💧 R E F E R E N S I :

[الفقه الإسلامي وأدلته، ج ٤ ص ١٥٢]📗
ركن الوكالة: ركن الوكالة: الإيجاب والقبول، الإيجاب من الموكل كأن يقول: وكلتك بكذا، أو افعل كذا، أو أذنت لك أن تفعل كذا ونحوه. والقبول من الوكيل كأن يقول: قبلت ونحوه. ولا يشترط في القبول كونه لفظاً أو قولاً، وإنما يصح أن يكون بالفعل. فإذا علم الوكيل بالتوكيل، فباشر التصرف الموكل فيه، اعتبر ذلك قبولاً، ولا يشترط في الوكالة (كما عرفنا في بحث مجلس العقد) اتحاد مجلس الإيجاب والقبول، وإنما يكفي العلم بالوكالة ومباشرة التصرف.
والوكالة بغير أجر عقد جائز غير لازم أي يجوز لأحد العاقدين فسخه متى شاء.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Apakah pada saat ijab qabul penyembelihan qurban, mestikah kita suruh belikan sapi yang pernah kita belikan sebelumnya pada si muwakkil ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak, karena hanya mewakilkan untuk menyembelih qurban, bukan untuk membeli binatang qurban.

NB : ini tidak memerlukan Referensi ‼️

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3.) Bolehkah kita meniatkan qurban dan aqiqah pada saat yang bersamaan atas satu sapi ⁉️

🍏 JAWABAN :

Terjadi khilaf Ulama, Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Haitami tidak mendapatkan, baik pahala aqiqah dan qurban. Sementara menurut Imam Al Ramli Al Shogir mendapat pahala ke dua-dua nya.

💧 R E F E R E N S I :

[إثمد العينين، ص ٧٧]📗
(مسئلة) لو نوي العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج ويحصل الكل عند م ر اهـ

“(Mas’alah) Apabila seseorang meniati aqiqah dan qurban, maka tidak hasil kecuali satu (niat) menurut Imam Ibnu Hajar, dan bisa hasil keseluruhannya menurut Imam Muhammad Ramli, selesai”.


[تحفة المحتاج، ج ٩ ص ٣٧٠]📗
وظاهر كلام المتن والأصحاب أنه لو نوى بشاة الأضحية والعقيقة لم تحصل واحدة منهما وهو ظاهر ؛ لأن كلا منهما سنة مقصودة ولأن القصد بالأضحية الضيافة العامة ومن العقيقة الضيافة الخاصة ولأنهما يختلفان في مسائل كما يأتي

“Jika seseorang berniat dalam satu kambing untuk qurban dan aqiqah, maka ia tidak mendapatkan dua-duanya, pendapat inilah yang kuat, karena masing-masing dari qurban dan aqiqah memiliki tujuan tersendiri”.


[زاد المقيم والمسافر، ص ٤٩٧]📗
وَلَوْ ذَبِحَ شَاةً وَنَوَى بِهَا الْاُضْحِيَّةَ وَالْعَقِيْقَةَ أَجْزَأَهُ عَنْهُمَا قَالَهُ م ر وَقَالَ ابْنُ حَجَرٍ لَا تَتَدَاخُلَانِ، كذا فى البغية بنوع زيادة

“Jikalau seseorang menyembelih kambing, dan ia meniatkannya qurban dan aqiqah memadailah keduanya, ini pendapat Syamsuddin Ar-Ramli (919-1004 H), berkata Ibn Hajar Al-Haitami (909-973 H) : kedua nya Tidak bisa saling menutupi”.


[حاشية الباجوري، ج ٢ ص ٣٩١]📗
قوله : (وَتَتعَدُّدُ الْعَقِيْقَةِ بِتعَددِ الْاَوْلَادِ) اَيْ فَلَا تَكْفِي عَنْهُمْ عَقِيْقَةٌ وَاحِدَةٌ، وَهَذَا مَبْنِيٌ عَلَى قَوْلِ الْعَلَّامَةِ ابْنِ حَجَرٍ، أَنَّهُ لَوْ اَرَادَ بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ الْاُضْحِيَّةِ وَالْعَقِيْقَةِ لَمْ يَكْفِ، لَكِنِ الَّذِي صَرَّحَ بِهِ الْعَلَّامَةُ الرَّمْلِيُّ : اَنَّهُ يَكْفِي، وَعَلَيْهِ : فَتَكْفِي عَقِيْقَةٌ وَاحِدَةٌ عَنِ الْاَوْلَادِ بِطَرِيْقِ الْاَوْلَى، فَتَتَدَاخَلُ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

4.) Apakah pada saat ingin menyembelih qurban, si muwakkil harus meminta idzin terlebih dahulu kepada sipemilik qurban ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak perlu meminta idzin, karena dengan ijab seorang yang mewakilkan (موكل) telah memberi haq untuk melaksanakan apa yang diwakilkan kepada wakil (وكيل).

💧 R E F E R E N S I :

[نهاية الزين، ج ١ ص ٢٥٠]📗
(ﺑﺈﻳﺠﺎﺏ) ﻭﻫﻮ ﻣﺎ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺇﺫﻥ اﻟﻤﻮﻛﻞ ﻓﻲ اﻟﺘﺼﺮﻑ ﻣﻦ ﻟﻔﻆ ﺃﻭ ﻛﺘﺎﺑﺔ ﺃﻭ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺃﺧﺮﺱ ﻣﻔﻬﻤﺔ ﻟﻠﻮﻛﻴﻞ ﻓﺈﻥ ﻓﻬﻤﻬﺎ ﻛﻞ ﺃﺣﺪ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﺮﻳﺤﺔ ﺳﻮاء ﻛﺎﻥ اﻹﻳﺠﺎﺏ ﺑﺼﻴﻐﺔ اﻟﻌﻘﺪ


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

5.) Apakah anak yang belum di aqiqah tidak bisa sampai doanya kepada orang tua, karena dia dianggap belum ditebus, sehingga dia tidak bisa memberi syafa'at kepada orang tua nya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Yang dimaksud anak tidak bisa memberi syafa'at kepada orang tuanya, karena tidak di aqiqahi menurut ulama' adalah apabila anak tersebut meninggal sebelum baligh ( kecil ). Dan sebagian pendapat, bahwa anak di aqiqahi adalah agar dapat terbebas dari syaithan, untuk dijadikan pengikutnya dan dihalangi untuk berbuat kebaikan, bukan tidak bisa sampainya doa anak kepada orang tua.

💧 R E F E R E N S I :

[فيض القدير، ج ٤ ص ٤١٥]📗
(اﻟﻐﻼﻡ) ﺃﺻﻠﻪ اﻟﺸﺎﺏ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ اﻟﻐﻠﻤﺔ ﻭﻫﻲ ﺷﺪﺓ ﻃﻠﺐ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﻫﻴﺠﺎﻥ ﺷﻬﻮﺗﻪ ﻟﻜﻦ اﻟﻤﺮاﺩ ﻫﻨﺎ اﻟﻤﻮﻟﻮﺩ (ﻣﺮﺗﻬﻦ ﺑﻌﻘﻴﻘﺘﻪ) ﺃﻱ ﻫﻲ ﻻﺯﻣﺔ ﻟﻪ ﻓﻴﺸﺒﻪ ﻓﻲ ﻋﺪﻡ اﻧﻔﻜﺎﻛﻪ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﺎﻟﺮﻫﻦ ﻓﻲ ﻳﺪ ﻣﺮﺗﻬﻦﻫ  ﻳﻌﻨﻲ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻌﻖ ﻋﻨﻪ ﻓﻤﺎﺕ ﻃﻔﻼ ﻻ ﻳﺸﻔﻊ ﻓﻲ ﺃﺑﻮﻳﻪ ﻛﺬا ﻧﻘﻠﻪ اﻟﺨﻄﺎﺑﻲ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﻭاﺳﺘﺠﻮﺩﻩ ﻭﺗﻌﻘﺐ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻤﻦ ﻳﺸﻔﻊ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﺮﻫﻮﻥ ﻓﺎﻷﻭﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﺇﻥ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﺳﺒﺐ ﻻﻧﻔﻜﺎﻛﻪ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ اﻟﺬﻱ ﻃﻌﻨﻪ ﺣﺎﻝ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﻓﻬﻲ ﺗﺨﻠﻴﺺ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺣﺒﺲ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺳﺮﻩ ﻭﻣﻨﻌﻪ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺳﻌﻴﻪ ﻓﻲ ﻣﺼﺎﻟﺢ ﺁﺧﺮﺗﻪ ﻓﻬﻲ ﺳﻨﺔ ﻣﺆﻛﺪﺓ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ

[شرح النووي على مسلم، ج ١١ ص ٨٥]📗
ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (ﺇﺫا ﻣﺎﺕ اﻹﻧﺴﺎﻥ اﻧﻘﻄﻊ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﺔ ﺟﺎﺭﻳﺔ ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ) ﻗﺎﻝ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻥ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﺑﻤﻮﺗﻪ ﻭﻳﻨﻘﻄﻊ ﺗﺠﺪﺩ اﻟﺜﻮاﺏ ﻟﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻷﺷﻴﺎء اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺳﺒﺒﻬﺎ ﻓﺈﻥ الولد ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻪ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﻌﻠﻢ اﻟﺬﻱ ﺧﻠﻔﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺃﻭ ﺗﺼﻨﻴﻒ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﺼﺪﻗﺔ اﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﻭﻫﻲ اﻟﻮﻗﻒ ﻭﻓﻴﻪ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﺰﻭاﺝ ﻟﺮﺟﺎء ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻭﻗﺪ ﺳﺒﻖ ﺑﻴﺎﻥ اﺧﺘﻼﻑ ﺃﺣﻮاﻝ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﻭﺃﻭﺿﺤﻨﺎ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻟﺼﺤﺔ ﺃﺻﻞ اﻟﻮﻗﻒ ﻭﻋﻈﻴﻢ ﺛﻮاﺑﻪ ﻭﺑﻴﺎﻥ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ اﻻﺳﺘﻜﺜﺎﺭ ﻣﻨﻪ ﻭاﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ﻓﻲ ﺗﻮﺭﻳﺜﻪ ﺑﺎﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻭاﻟﺘﺼﻨﻴﻒ ﻭاﻹﻳﻀﺎﺡ ﻭﺃﻧﻪ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺨﺘﺎﺭ ﻣﻦ اﻟﻌﻠﻮﻡ اﻷﻧﻔﻊ ﻓﺎﻷﻧﻔﻊ ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ اﻟﺪﻋﺎء ﻳﺼﻞ ﺛﻮاﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻫﻤﺎ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻗﻀﺎء اﻟﺪﻳﻦ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺤﺞ ﻓﻴﺠﺰﻱ ﻋﻦ اﻟﻤﻴﺖ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

6.) Qurban nadzar setelah diserahkan kepada orang lain, sehingga menjadi berpindah kepemilikan atas qurban tersebut, boleh kah memakannya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Orang yang berqurban nadzar tidak boleh memakannya sedikitpun, karena harus di shadaqahkan semua nya kepada orang faqir dan miskin. Tetapi apabila sudah diberikan dan sudah menjadi milik penerima, maka apabila diberikan kepada orang yang qurban tersebut adalah boleh. Karena daging tersebut adalah bukan daging qurban, melainkan daging shadaqah.

💧 R E F E R E N S I :

[فتح المعين مع إعانة الطالبين، ج ٢ ص ٣٣٣]📗
وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ مِنْ اُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ. ___ (قوله وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ الخ) أَيْ وَيَحْرُمُ أَكْلُ الْمُضَحِّيْ وَالْمُهْدِيْ مِنْ ذَلِكَ فَيَجِبُ عَلَيِهِ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِهَا حَتَّي قَرْنِهَا وَظِلْفِهَا فَلَوْ أَكَلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ غَرَمَ بَدَلَهُ لِلْفُقَرَاَء

“Haram makan daging hewan qurban atau hadiah yang wajib sebab nadzar. Kalimat ‘haram makan dan seterusnya.’. Haram bagi orang yang qurban dan yang berhadiah, makan hewan qurban dan hadiahnya. Ia wajib menyedeqahkan semuanya, termasuk tanduk dan kukunya. Andaikan ia memakan sedikit saja, maka ia harus menggantinya untuk diserahkan kepada faqir”.


[حاشية البيجوري، ج ٢ ص ٥٥٧ دار الكتب العلمية]📗
و من نذر أضحية معينة كأن قال لله علي أن أضحي بهذه وفى معناه جعلت هذه أضحية او نذر أضحية في ذمته كأن قال لله علي أضحية ثم عينها لزمه ذبحها في وقتها وفاء بمقتضى ما التزمه فلو خرج الوقت لزمه ذبحها قضاء كما نقله الروياني عن الأصحاب فات تلفت الأولى بلا تقصير فلا شيئ عليه لأنها خرجت عن ملكه بالنذر وصارت وديعة عنده

[بشرى الكريم، ص ٧٠٠]📗
وتردد البلقيني في الشحم، وقياس ذلك أنه لا يجزئ كما في التحفة، وللفقير التصرف فيه ببيع وغيره أي لمسلم، بخلاف الغني إذا أرسل إليه شيء أو أعطيه، فإنما يتصرف فيه بنحو أكل وتصدق وضيافة، لأن غايته أنه كالمضحي


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Tidak ada komentar:

Posting Komentar