Senin, 25 Januari 2021

JUAL BELI / BEDAH MAYYIT

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 197
👳🏻‍♂️ Nama : Ibnu Adam
Alamat : Aceh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Suatu ketika sekelompok mahasiswa FK ( Fakultas kedokteran ) melakukan praktek pembedahan menggunakan mayat laki-laki, mayat tersebut didapat dengan membeli kepada pihak rumah sakit, seharga 80 juta rupiah. Sementara itu pihak rumah sakit, mendapatkan mayat tersebut dari korban kecelakaan yang tidak diketahui .

🌴 PERTANYAAN :

Bagaimana hukum jual beli mayat dan membedah mayat tersebut, untuk praktek kedokteran yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa tadi ⁉️

🍏 JAWABAN :

Hukum jual beli tubuh manusia/mayat adalah Haram.
Membedah mayat karena hajat adalah boleh, seperti untuk tujuan belajar, apabila tidak ada cara yang lain, dan di syaratkan mayyit yang di bedah tersebut, adalah mayyit yang tidak muhtarom (tidak di hormati), seperti kafir Harbi.

💧 R E F E R E N S I :

[الفقه الإسلامي وأدلته، ج ١٠ ص ٣٠٢٤]📗
- أن يكون المعقود عليه مشروعا يشترط أن يكون محل العقد قابلاً لحكمه شرعاً، باتفاق الفقهاء، بأن يكون مالاً مملوكاً متقوماً، فإن لم يكن كذلك، كان العقد عليه باطلاً، فبيع غير المال كالميتة والدم، أو هبتها أو رهنها أو وقفها أو الوصية بها باطل؛ لأن غير المال لا يقبل التمليك أصلاً أجاز الشافعية والحنابلة خلافاً لأبي حنيفة ومالك بيع حليب المرأة المرضع للحاجة إليه وتحقيق النفع به، وأجاز الحنابلة بيع أعضاء الإنسان كالعين وقطعة الجلد إذا كان ينتفع بها ليرقع بها جسم الآخر لضرورة الإحياء، وبناء عليه يجوز بيع الدم الآن للعمليات الجراحية للضرورة

“Syarat sah produk yang dijual, adalah barang yang boleh sesuai Syari'at. Barang yang menjadi tempat aqad, disyaratkan bisa menerima jual-beli secara hukum syara’. Sesuai kesepakatan ulama, produk yang dijual itu harus berupa harta, bisa dimiliki, dan bernilai. Kalau syarat produk itu tidak terpenuhi, aqad terhadap barang itu batal (tidak sah). Menjual, meng-hibahkan, menggadaikan, mewaqafkan, atau mewashiatkan produk bukan harta, seperti bangkai dan darah, batal (tidak sah). Karena barang bukan harta pada dasarnya tidak menerima status kepemilikan. Berbeda dengan Imam Hanafi dan Imam Malik, ulama madzhab Syafi’i dan madzhab Hanbali membolehkan aqad jual beli air susu perempuan, untuk suatu kepentingan dan sebuah manfaat. Sementara ulama madzhab Hanbali membolehkan aqad jual-beli organ tubuh manusia, seperti bola mata atau potongan kulit, bilamana dimanfaatkan untuk menambal tubuh orang lain, sebagai kepentingan mendesak menghidupkan orang lain. Atas dasar ini, menjual darah untuk kepentingan operasi bedah seperti sekarang ini adalah dibolehkan”.


[موسوعة الفقه الإسلامي، ج ٥ ص ٥٦]📗
حكم بيع أعضاء الإنسان: لا يجوز بيع العضو أو الجزء من الإنسان قبل الموت أو بعده، وإذا لم يحصل عليه المضطر إلا بثمن جاز الدفع للضرورة، وحَرُم على الآخذ. وإن وهب العضو أو الجزء بعد الموت لأي مضطر، وأُعطي مكافأة عليها قبل الموت جاز له أخذها. ولا يجوز للإنسان حال الحياة أن يبيع أو يهب عضواً من أعضائه لغيره؛ لما في ذلك من إفساد البدن، وتعطيله عن القيام بما فرض الله عليه، وتصرفه في ملك الغير بغير إذنه.

“Hukum menjual organ tubuh manusia adalah : tidak boleh menjual organ atau salah satu anggota tubuh manusia, baik selagi hidup, maupun setelah wafat. Bila tidak ada unsur terpaksa, kecuali dengan harga tertentu, ia boleh menyerahkannya dalam keadaan dharurat. Tetapi ia diharamkan menerima uangnya. Jika seseorang meng-hibahkan organ tubuhnya setelah ia wafat, karena suatu kepentingan mendesak, dan ia menerima sebuah imbalan atas hibahnya itu saat ia hidup, ia boleh menerima imbalannya. Seseorang tidak boleh menjual atau meng-hibahkan organ tubuhnya selagi ia hidup, kepada orang lain. Karena praktek itu dapat merusak tubuhnya dan dapat melalaikannya dari kewajiban-kewajiban agamanya. Seseorang tidak boleh mendayagunakan (menjual, meng-hibah, dan aqad lainnya) milik orang lain tanpa se-idzin pemiliknya”.


[اسنى المطالب، ج ١ ص ١٧٣]📗
وأما فى الثانى فلأنه يحرم الانتفاع به وبسائر أجزاء الآدمي لكرامته

“Dan ada pun pada masalah kedua (menyambung rambut dengan rambut anak Adam, itu adalah haram), karena bahwasanya haram memanfaatkan rambut anak Adam dan segala bahagian/anggota anak Adam karena mulianya”.


[مغني المحتاج، ج ٦ ص ٢٧٠]📗
(ولا يصح بيع نصف ) مثلا ( معين من الإناء والسيف ونحوهما ) كثوب نفيس تنقص بقطعه قيمته للعجز عن تسليم ذلك شرعا ؛ لأن التسليم فيه لا يمكن إلا بالكسر أو القطع وفيه نقص وتضييع مال وهو حرام

“Tidak sah menjual separu dari suatu benda tertentu seperti wadah, pedang, dan selain keduanya. Seperti menjual potongan baju mahal. Harganya yang mahal menjadi merosot lantaran berupa potongan. Karenanya menjual sebagian benda tertentu, adalah tidak sah, karena kurang syarat dalam hal penyerahannya secara utuh menurut syara’ (agama). Penyerahan suatu produk dalam kasus ini, hanya mungkin dengan mematahkan atau memotongnya yang menjadi kekurangan dan penyia-nyiaan harta. Dan Itu adalah haram”.


[الفقه الإسلامي وأدلته، ج ٣ ص ٢٦٠٨]📗
وبناء على هذه الآراء المبيحة: يجوز التشريح عند الضرورة أو الحاجة بقصد التعليم لأغراض طبية، أو لمعرفة سبب الوفاة وإثبات الجناية على المتهم بالقتل ونحو ذلك لأغراض جنائية إذا توقف عليها الوصول إلى الحق في أمر الجناية، للأدلة الدالة على وجوب العدل في الأحكام، حتى لا يظلم بريء، ولا يفلت من العقاب مجرم أثيم. كذلك يجوز تشريح جثث الحيوان للتعليم؛ لأن المصلحة في التعليم تتجاوز إحساسها بالألم. وعلى كل حال ينبغي عدم التوسع في التشريح لمعرفة وظائف الأعضاء وتحقيق الجنايات، والاقتصار على قدر الضرورة أو الحاجة، وتوفير حرمة الإنسان

“Berdasarkan pendapat (Syafi’iyah dan Malikiyah) yang memperbolehkan (pembedahan mayyit, karena menelan harta) ini, maka diperbolehkan melakukan otopsi (operasi) pada tubuh mayyit dalam kondisi dharurat atau dibutuhkan, untuk kepentingan pendidikan kedokteran, mengetahui sebab kematian, menetapkan pidana atas tersangka kasus pembunuhan dan kepentingan pidana semisalnya. Yaitu ketika otopsi (operasi) tersebut menjadi satu-satunya jalan, dalam mengungkap kasus kriminalitas berdasarkan dalil-dalil wajibnya penegakan keadilan hukum. Sehingga seseorang tidak terzhalimi berdasarkan suatu asumsi (saja) dan seorang penjahat tidak bisa berkelit dari hukuman yang setimpal”.



[قضايا فقهية المعاصرة، ص ١٣٣]📗
أن توفير القدر الضروري من الأطباء في المجتمع الإسلامي فرض على مجموع المسلمين بالإتفاق بحيث لو أنهم أعرضو عن النهوض بهذا الواجب أثمو جميعا. ومن المعلوم أن كل ما توقف عليه تحقيق الواجب يندرج معه في حكم الواجب فيصبخ هو الأخر واجبا تطبيقا لقاعدة ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب، و على هذا فإن توقف القدر الكافي من الخبرة الطبية الواجب تحصيلها على إجراء تجارب عملية على بعض الجثة في نطاق الجراحة الطبية


[مناهل العرفان، ص ٣٧٥-٣٧٦]📗
حكم التشريح، إن تشريح جثة الميت لغرض الاستفادة منه علميا لا يجوز شرعا ، لأن فيه هتكا لحرمة الميت ، وإهانة لكرامته وإزراء به ، والفرض الواجب علينا اتباعه هو الرفق به واحترامه کهو حي في كل أموره ، ومجرد غرض الاستفادة العلمية ومعرفة سبب وفاته لا تكون سببا مجوزا لتشريحه المؤدي إلى بقر بطنه وشق جوفه ، بل ذلك بعد تمثيلا به ، وقد نهى الشارع عنه ، وليس ذلك من الضروريات التي جوزوا بها شق جوف الميت ، بل أوجبوا ذلك لها ؛ کشق بطنها لإخراج جنین رجي حياته كما لا يخفى ، ويلزم المنع منه.
ولا فرق بين جثة المسلم والكافر إذا كان محترما كذمي ومؤمن ، وأما الحربي الذي لا أمانة له ---إلى أن قال---

حكم نقل الأعضاء، نقل الأعضاء من جسد حي أو ميت لآخر لا يجوز ، لأنه لم يكن مأذونا فيه من الشارع ، بل نهى عن التغيير لخلق الله ، فإذا منع الشارع خصاء الآدمي لذلك .. فما بالك بنقل أعضائه من عين وقلب ونحو ذلك وإن كان میتا ؟ ففيه هتك لحرمته الواجب علينا صونها .
وكذلك بيع أعضاء الإنسان فلا يجوز ولا يصح ، لأنها غير مملوكة لصاحبها ، بل هي أمانة عنده ، والملك فيها لله سبحانه وتعالى ، والحر غير قابل للبيع لا كلا ولا بعضا .








➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Kamis, 21 Januari 2021

PERMAS'ALAHAN QURBAN SERTA AQIQAH

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 196
👳🏻‍♂️ Nama : Ari Azhari
Alamat : Bate iliek - Aceh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Didaerah kami pada saat penyembelihan, kebiasaan sang pemilik qurban menyerahkan qurbannya ke tokoh agama untuk di sembelihkan.
Yang anehnya, saya di ceritakan bahwa saat penyerahan tersebut, sang pemilik qurban berkata pada orang yang di wakilkan (ijab qabul nya) : “tolong ustadz belikan sapi atas saya dengan harga tujuh orang, atau tolong Ustadz belikan sapi atasku dengan harga satu orang (misalnya)” padahal sapinya sudah dibeli.

Tapi pada saat ijab Qabul disuruh beli lagi, yang beli tersebut hanya pada lafal, bukan beli yang sebenarnya, Entah apa itu tujuannya saya gak tau, Terus ada orang yang berqurban nadzar, Kemudian dia menyerahkan sapi qurban nadzar nya kepada orang lain untuk dimiliki sapi tersebut, Dengan demikian, dia beranggapan karena sudah berpisah kepemilikan, maka dia sudah dapat meni'mati daging qurban nya.
Dari segi lain, ada orang yang belum pernah sama sekali meng-aqiqahkan anaknya, sehingga bersamaan dengan menyembelih qurban, dia mengaqiqahkan daging tersebut atas anaknya, dengan sekali niat.

🌴 PERTANYAAN :

1.) Bagaimanakah lafal ijab qabul yang benar pada masalah penyembelihan qurban ⁉️

🍏 JAWABAN :

Ijab qobul yang benar di dalam penyembelihan qurban, adalah menggunakan shighat ijab dan qobul wakalah atau taukil, karena pemasrahan penyembelihan qurban tersebut adalah termasuk mewakilkan.
Contoh ijab : "saya mewakilkan kepadamu menyembelih qurban" atau " sembelihkan kambing qurban ku ini" dan lain-lain.
Contoh qabul : " ya saya terima".
Dan shiqat qabul dalam wakalah tidak harus diucapkan dengan lafazh atau ucapan, tetapi cukup dengan melakukan apa yang wakilkan.

💧 R E F E R E N S I :

[الفقه الإسلامي وأدلته، ج ٤ ص ١٥٢]📗
ركن الوكالة: ركن الوكالة: الإيجاب والقبول، الإيجاب من الموكل كأن يقول: وكلتك بكذا، أو افعل كذا، أو أذنت لك أن تفعل كذا ونحوه. والقبول من الوكيل كأن يقول: قبلت ونحوه. ولا يشترط في القبول كونه لفظاً أو قولاً، وإنما يصح أن يكون بالفعل. فإذا علم الوكيل بالتوكيل، فباشر التصرف الموكل فيه، اعتبر ذلك قبولاً، ولا يشترط في الوكالة (كما عرفنا في بحث مجلس العقد) اتحاد مجلس الإيجاب والقبول، وإنما يكفي العلم بالوكالة ومباشرة التصرف.
والوكالة بغير أجر عقد جائز غير لازم أي يجوز لأحد العاقدين فسخه متى شاء.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Apakah pada saat ijab qabul penyembelihan qurban, mestikah kita suruh belikan sapi yang pernah kita belikan sebelumnya pada si muwakkil ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak, karena hanya mewakilkan untuk menyembelih qurban, bukan untuk membeli binatang qurban.

NB : ini tidak memerlukan Referensi ‼️

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3.) Bolehkah kita meniatkan qurban dan aqiqah pada saat yang bersamaan atas satu sapi ⁉️

🍏 JAWABAN :

Terjadi khilaf Ulama, Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Haitami tidak mendapatkan, baik pahala aqiqah dan qurban. Sementara menurut Imam Al Ramli Al Shogir mendapat pahala ke dua-dua nya.

💧 R E F E R E N S I :

[إثمد العينين، ص ٧٧]📗
(مسئلة) لو نوي العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج ويحصل الكل عند م ر اهـ

“(Mas’alah) Apabila seseorang meniati aqiqah dan qurban, maka tidak hasil kecuali satu (niat) menurut Imam Ibnu Hajar, dan bisa hasil keseluruhannya menurut Imam Muhammad Ramli, selesai”.


[تحفة المحتاج، ج ٩ ص ٣٧٠]📗
وظاهر كلام المتن والأصحاب أنه لو نوى بشاة الأضحية والعقيقة لم تحصل واحدة منهما وهو ظاهر ؛ لأن كلا منهما سنة مقصودة ولأن القصد بالأضحية الضيافة العامة ومن العقيقة الضيافة الخاصة ولأنهما يختلفان في مسائل كما يأتي

“Jika seseorang berniat dalam satu kambing untuk qurban dan aqiqah, maka ia tidak mendapatkan dua-duanya, pendapat inilah yang kuat, karena masing-masing dari qurban dan aqiqah memiliki tujuan tersendiri”.


[زاد المقيم والمسافر، ص ٤٩٧]📗
وَلَوْ ذَبِحَ شَاةً وَنَوَى بِهَا الْاُضْحِيَّةَ وَالْعَقِيْقَةَ أَجْزَأَهُ عَنْهُمَا قَالَهُ م ر وَقَالَ ابْنُ حَجَرٍ لَا تَتَدَاخُلَانِ، كذا فى البغية بنوع زيادة

“Jikalau seseorang menyembelih kambing, dan ia meniatkannya qurban dan aqiqah memadailah keduanya, ini pendapat Syamsuddin Ar-Ramli (919-1004 H), berkata Ibn Hajar Al-Haitami (909-973 H) : kedua nya Tidak bisa saling menutupi”.


[حاشية الباجوري، ج ٢ ص ٣٩١]📗
قوله : (وَتَتعَدُّدُ الْعَقِيْقَةِ بِتعَددِ الْاَوْلَادِ) اَيْ فَلَا تَكْفِي عَنْهُمْ عَقِيْقَةٌ وَاحِدَةٌ، وَهَذَا مَبْنِيٌ عَلَى قَوْلِ الْعَلَّامَةِ ابْنِ حَجَرٍ، أَنَّهُ لَوْ اَرَادَ بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ الْاُضْحِيَّةِ وَالْعَقِيْقَةِ لَمْ يَكْفِ، لَكِنِ الَّذِي صَرَّحَ بِهِ الْعَلَّامَةُ الرَّمْلِيُّ : اَنَّهُ يَكْفِي، وَعَلَيْهِ : فَتَكْفِي عَقِيْقَةٌ وَاحِدَةٌ عَنِ الْاَوْلَادِ بِطَرِيْقِ الْاَوْلَى، فَتَتَدَاخَلُ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

4.) Apakah pada saat ingin menyembelih qurban, si muwakkil harus meminta idzin terlebih dahulu kepada sipemilik qurban ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak perlu meminta idzin, karena dengan ijab seorang yang mewakilkan (موكل) telah memberi haq untuk melaksanakan apa yang diwakilkan kepada wakil (وكيل).

💧 R E F E R E N S I :

[نهاية الزين، ج ١ ص ٢٥٠]📗
(ﺑﺈﻳﺠﺎﺏ) ﻭﻫﻮ ﻣﺎ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺇﺫﻥ اﻟﻤﻮﻛﻞ ﻓﻲ اﻟﺘﺼﺮﻑ ﻣﻦ ﻟﻔﻆ ﺃﻭ ﻛﺘﺎﺑﺔ ﺃﻭ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺃﺧﺮﺱ ﻣﻔﻬﻤﺔ ﻟﻠﻮﻛﻴﻞ ﻓﺈﻥ ﻓﻬﻤﻬﺎ ﻛﻞ ﺃﺣﺪ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﺮﻳﺤﺔ ﺳﻮاء ﻛﺎﻥ اﻹﻳﺠﺎﺏ ﺑﺼﻴﻐﺔ اﻟﻌﻘﺪ


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

5.) Apakah anak yang belum di aqiqah tidak bisa sampai doanya kepada orang tua, karena dia dianggap belum ditebus, sehingga dia tidak bisa memberi syafa'at kepada orang tua nya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Yang dimaksud anak tidak bisa memberi syafa'at kepada orang tuanya, karena tidak di aqiqahi menurut ulama' adalah apabila anak tersebut meninggal sebelum baligh ( kecil ). Dan sebagian pendapat, bahwa anak di aqiqahi adalah agar dapat terbebas dari syaithan, untuk dijadikan pengikutnya dan dihalangi untuk berbuat kebaikan, bukan tidak bisa sampainya doa anak kepada orang tua.

💧 R E F E R E N S I :

[فيض القدير، ج ٤ ص ٤١٥]📗
(اﻟﻐﻼﻡ) ﺃﺻﻠﻪ اﻟﺸﺎﺏ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ اﻟﻐﻠﻤﺔ ﻭﻫﻲ ﺷﺪﺓ ﻃﻠﺐ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﻫﻴﺠﺎﻥ ﺷﻬﻮﺗﻪ ﻟﻜﻦ اﻟﻤﺮاﺩ ﻫﻨﺎ اﻟﻤﻮﻟﻮﺩ (ﻣﺮﺗﻬﻦ ﺑﻌﻘﻴﻘﺘﻪ) ﺃﻱ ﻫﻲ ﻻﺯﻣﺔ ﻟﻪ ﻓﻴﺸﺒﻪ ﻓﻲ ﻋﺪﻡ اﻧﻔﻜﺎﻛﻪ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﺎﻟﺮﻫﻦ ﻓﻲ ﻳﺪ ﻣﺮﺗﻬﻦﻫ  ﻳﻌﻨﻲ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻌﻖ ﻋﻨﻪ ﻓﻤﺎﺕ ﻃﻔﻼ ﻻ ﻳﺸﻔﻊ ﻓﻲ ﺃﺑﻮﻳﻪ ﻛﺬا ﻧﻘﻠﻪ اﻟﺨﻄﺎﺑﻲ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﻭاﺳﺘﺠﻮﺩﻩ ﻭﺗﻌﻘﺐ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻤﻦ ﻳﺸﻔﻊ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﺮﻫﻮﻥ ﻓﺎﻷﻭﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﺇﻥ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﺳﺒﺐ ﻻﻧﻔﻜﺎﻛﻪ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ اﻟﺬﻱ ﻃﻌﻨﻪ ﺣﺎﻝ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﻓﻬﻲ ﺗﺨﻠﻴﺺ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺣﺒﺲ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺳﺮﻩ ﻭﻣﻨﻌﻪ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺳﻌﻴﻪ ﻓﻲ ﻣﺼﺎﻟﺢ ﺁﺧﺮﺗﻪ ﻓﻬﻲ ﺳﻨﺔ ﻣﺆﻛﺪﺓ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ

[شرح النووي على مسلم، ج ١١ ص ٨٥]📗
ﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (ﺇﺫا ﻣﺎﺕ اﻹﻧﺴﺎﻥ اﻧﻘﻄﻊ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﺔ ﺟﺎﺭﻳﺔ ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ) ﻗﺎﻝ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻥ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﺑﻤﻮﺗﻪ ﻭﻳﻨﻘﻄﻊ ﺗﺠﺪﺩ اﻟﺜﻮاﺏ ﻟﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻷﺷﻴﺎء اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺳﺒﺒﻬﺎ ﻓﺈﻥ الولد ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻪ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﻌﻠﻢ اﻟﺬﻱ ﺧﻠﻔﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺃﻭ ﺗﺼﻨﻴﻒ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﺼﺪﻗﺔ اﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﻭﻫﻲ اﻟﻮﻗﻒ ﻭﻓﻴﻪ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﺰﻭاﺝ ﻟﺮﺟﺎء ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻭﻗﺪ ﺳﺒﻖ ﺑﻴﺎﻥ اﺧﺘﻼﻑ ﺃﺣﻮاﻝ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﻭﺃﻭﺿﺤﻨﺎ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻟﺼﺤﺔ ﺃﺻﻞ اﻟﻮﻗﻒ ﻭﻋﻈﻴﻢ ﺛﻮاﺑﻪ ﻭﺑﻴﺎﻥ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ اﻻﺳﺘﻜﺜﺎﺭ ﻣﻨﻪ ﻭاﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ﻓﻲ ﺗﻮﺭﻳﺜﻪ ﺑﺎﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻭاﻟﺘﺼﻨﻴﻒ ﻭاﻹﻳﻀﺎﺡ ﻭﺃﻧﻪ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺨﺘﺎﺭ ﻣﻦ اﻟﻌﻠﻮﻡ اﻷﻧﻔﻊ ﻓﺎﻷﻧﻔﻊ ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ اﻟﺪﻋﺎء ﻳﺼﻞ ﺛﻮاﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻫﻤﺎ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻗﻀﺎء اﻟﺪﻳﻦ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺤﺞ ﻓﻴﺠﺰﻱ ﻋﻦ اﻟﻤﻴﺖ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

6.) Qurban nadzar setelah diserahkan kepada orang lain, sehingga menjadi berpindah kepemilikan atas qurban tersebut, boleh kah memakannya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Orang yang berqurban nadzar tidak boleh memakannya sedikitpun, karena harus di shadaqahkan semua nya kepada orang faqir dan miskin. Tetapi apabila sudah diberikan dan sudah menjadi milik penerima, maka apabila diberikan kepada orang yang qurban tersebut adalah boleh. Karena daging tersebut adalah bukan daging qurban, melainkan daging shadaqah.

💧 R E F E R E N S I :

[فتح المعين مع إعانة الطالبين، ج ٢ ص ٣٣٣]📗
وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ مِنْ اُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ. ___ (قوله وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ الخ) أَيْ وَيَحْرُمُ أَكْلُ الْمُضَحِّيْ وَالْمُهْدِيْ مِنْ ذَلِكَ فَيَجِبُ عَلَيِهِ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِهَا حَتَّي قَرْنِهَا وَظِلْفِهَا فَلَوْ أَكَلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ غَرَمَ بَدَلَهُ لِلْفُقَرَاَء

“Haram makan daging hewan qurban atau hadiah yang wajib sebab nadzar. Kalimat ‘haram makan dan seterusnya.’. Haram bagi orang yang qurban dan yang berhadiah, makan hewan qurban dan hadiahnya. Ia wajib menyedeqahkan semuanya, termasuk tanduk dan kukunya. Andaikan ia memakan sedikit saja, maka ia harus menggantinya untuk diserahkan kepada faqir”.


[حاشية البيجوري، ج ٢ ص ٥٥٧ دار الكتب العلمية]📗
و من نذر أضحية معينة كأن قال لله علي أن أضحي بهذه وفى معناه جعلت هذه أضحية او نذر أضحية في ذمته كأن قال لله علي أضحية ثم عينها لزمه ذبحها في وقتها وفاء بمقتضى ما التزمه فلو خرج الوقت لزمه ذبحها قضاء كما نقله الروياني عن الأصحاب فات تلفت الأولى بلا تقصير فلا شيئ عليه لأنها خرجت عن ملكه بالنذر وصارت وديعة عنده

[بشرى الكريم، ص ٧٠٠]📗
وتردد البلقيني في الشحم، وقياس ذلك أنه لا يجزئ كما في التحفة، وللفقير التصرف فيه ببيع وغيره أي لمسلم، بخلاف الغني إذا أرسل إليه شيء أو أعطيه، فإنما يتصرف فيه بنحو أكل وتصدق وضيافة، لأن غايته أنه كالمضحي


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Jumat, 15 Januari 2021

HUKUM AQAD NIKAH DENGAN MENAMBAH GELAR DAN ISYARAT

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 195
👳🏻‍♂️ Nama : Muhammad Khairil
Alamat : Serdang Bedagai Medan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Saat ini setiap orang-orang yang lulus dari perkuliahan atau orang-orang yang berangkat hajji, maka akan di sandingkan namanya dengan gelar akademik (S.Pd, MA, S.Sos dan lain-lain) atau gelar tambahan spiritual (Ustadz/ustadzah, kyai, Hajji dan lain-lain).
Sedangkan pada saat memberikan nama (di fatihahkan/di tasmiyahi) gelar tersebut tidak ada di sebutkan.

🌴 PERTANYAAN :

1.) Saat menikah Apa kah boleh nama nya di tambah dengan gelar suku atau gelar sekarang (contoh : Eka Fitriyani -S.Pd.I / Hajjah Eka Fithri Yani, Nur 'Aliya Nasution) ⁉️

🍏 JAWABAN :

Boleh menambah gelar suku atau gelar yang lain pada saat aqad nikah. Karena masalah nama tidak dijadikan ukuran sah dan tidaknya, tetapi yang menjadi syarat sah dalam aqad adalah tertentu nya mempelai putri, baik dengan nama atau isyarah dan yang lain.

💧 R E F E R E N S I :

[شرح الياقوت النفيس، ج ٣ ص ١١]📗
شروط الزوج سبعة : أن لا يكون محرما، وأن يكون معينا، وأن يكون مختارا، وأن يعلم اسم المرأة، بأنها فلانة بنت فلان، أو يعينها إذا كانت حاضرة. ولو سموها بغير اسمها، وأشاروا إليها، جاز.

[نهاية الزين، ص ٣٠١]📗
وَيشْتَرط لصِحَّة النِّكَاح ذكر الزَّوْجَة من الْجَانِبَيْنِ باسمها صَرِيحًا أَو بهاء الضَّمِير وَاسم إِشَارَة لَهَا أَو قَصدهَا ويلغى الِاسْم إِذا عَارضه الْقَصْد أَو الْوَصْف نَحْو زَيْنَب الْكَبِيرَة وَكَانَ قَصده الصَّغِيرَة

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Boleh kah ijab qobul dengan nama panggilan saja atau dengan Tidak menyebut nama, contoh : ku nikahkan anak ku ini ( ditunjuknya anaknya ) kepada mu maharnya 1 juta Rupiah tunai ⁉️

🍏 JAWABAN :

Boleh, karena dengan penunjukan menggunakan isyarah, sebagaimana dalam deskripsi, adalah sah dan termasuk Ta'yin (menentukan) terhadap calon istri.
Bahkan seandainya nama disebut dengan keliru adalah tetap Sah.

💧 R E F E R E N S I :

[بغية المسترشدين، ص ٢٠٠]📗
(مسألة: ش): غيرت اسمها ونسبها عند استئذانها في النكاح فزوّجها القاضي بذلك الاسم، ثم ظهر أن اسمها ونسبها غير ما ذكرته، فإن أشار إليها حال العقد بأن قال: زوّجتك هذه أو نوياها به صح النكاح سواء كان تغيير الاسم عمداً أو سهواً منه أو منها، إذ المدار على قصد الولي ولو قاضياً والزوج كما لو قال: زوّجتك هنداً ونويا دعداً عملا بنيتهما

“Mas’alah : Syin (Fatwa Syaikh Muhammad bin Abi Bakar Al-Asykhari Al-Yamani) : Ada seorang wanita dirubah namanya dan nasabnya, dengan seidzin wanita tersebut ketika menikah, lalu qadhi menikahkan dia dengan nama itu, kemudian ketahuan bahwa nama dan nasabnya lain

(Jawab) : Jika qadhi memberi isyarah (dengan menunjuk dan sebagainya) ketika aqad nikah, seperti : "Aku nikahkan kamu dengan wanita ini", atau jika calon suami dan qadhi melaksanakan aqad nikah, dengan diniati kepada wanita tersebut, maka sah nikahnya, baik itu dengan sengaja ataupun tidak dalam merubah nama.

Karena yang dihitung mempengaruhi sah ataupun tidaknya nikah, adalah maksud dari zauj dan wali (walaupun itu qadhi), seperti halnya seorang wali / qadhi berkata : "Aku nikahkan kamu dengan Hindun", namun wali berniat Da'dun maka yang sah adalah pernikahannya dengan Da'dun, karena sesuai dengan niatnya wali dan zauj”.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Rabu, 13 Januari 2021

HUKUM MENERIMA HADIAH DARI BANK

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 194
👳🏻‍♂️ Nama : Ibnu Adam
Alamat : Aceh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Tidak sedikit dari kita yang memiliki tabungan di bank.
Biasanya, kita membuka rekening di bank dengan tujuan untuk menampung gaji bulanan atau tabungan untuk masa depan. Dalam waktu tertentu, sebagian bank termasuk bank syari'ah terkadang memberikan hadiah kepada pemilik rekening tabungan, baik melalui undian maupun tidak.

🌴 PERTANYAAN :

Bagaimana hukum menerima hadiah dari bank syari'ah menurut perspektif Islam ⁉️

🍏 JAWABAN :

Hukum menerima Hadiah dari Bank adalah Makruh. Karena bunga bank hukumnya diperselisihkan oleh ulama, ada yang mengatakan Haram, Halal dan Syubhat.

💧 R E F E R E N S I :

[فتح المعين مع إعانة الطالبين، ج ٢ ص ٢٤١]📗
(فائدة) قال في المجموع: يكره الاخذ ممن بيده حلال وحرام – كالسلطان الجائر. وتختلف الكراهة بقلة الشبهة وكثرتها، ولا يحرم إلا إن تيقن أن هذا من الحرام .وقول الغزالي: يحرم الاخذ ممن أكثر ماله حرام وكذا معاملته: شاذ. ___ (قوله: قال في المجموع إلخ) مثله في التحفة والنهاية. (قوله: يكره الاخذ) أي أخذ الصدقة. ومثله المعاملة ببيع أو شراء.
(قوله: كالسلطان الجائر) أي الظالم. ومثله من أكثر ماله من الربا.(قوله: وتختلف الكراهة بقلة الشبهة وكثرتها) أي فإن كانت الشبهة في ماله أكثر من عدمها – بأن كان أكثر أمواله من الحرام – كانت الكراهة أشد، وإلا فهي كراهة غير شديدة..


[المواهب السنية، ج ٢ ص ٦٠-٦١]📗
ولو عامل) بنحو بيع (من) أي الذي (أكثر ماله) هل يدخل فيه مال أبيه الذي ورثه هو أم لا لأنه تام الملك؟ فيه نظر، والقياس الأول. (حرام) باعتبار عقيدة المعامل بكسر الميم فيما يظهر (لوهن) بكسر الواو وفتح الهاء، أي لضعف في دينه، واحترز بقوله أكثر ماله عمن كل ماله حرام فإن معاملته من ذلك حرام (ولم يكن يعرف عينه فلا يحرم) للحاجة إلى معاملته مع الشك أو الظن، والأصل عدم التحريم كذا قالوا. ويشكل عليه حرمة بيع العنب لعاصر الخمر، وقد يجاب بأن سبب التحريم وهو الإعانة متيقن بخلاف ما ذكر (لكن كرهه تأصلا) أي هو الأصل إذ لا يصير إلى التحريم مع الشك.


[بحوث في فقه المعاملات، ص ١٣٤]📗
إِنَّ اسْتِثْمَارَ الْأَمْوَالِ لَدَى الْبُنُوْكِ الَّتِيْ تُحَدِّدُ الرِّبْحَ أَوِ العَائِدَ مُقَدَّمًا حَلَالٌ شَرْعًا وَلَا بَأْسَ بِهِ

“Sesungguhnya menginvestasikan harta di bank-bank yang menentukan keuntungan atau bunga di depan, hukumnya halal menurut Syari'at, dan tidak apa-apa”.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Sabtu, 09 Januari 2021

HUKUM MEMODIFIKASI APLIKASI TANPA IDZIN

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 193
👳🏻‍♂️ Nama : Jefri
Alamat : Sampang Madura Jawa timur

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

Begini, kan memang sudah jalannya dan prosedurnya, bahwa di video youtube itu akan ada iklan, baik sebelum atau disela-selanya. Yang mana, dari iklan itu, ada beberapa pihak yang mendapat keuntungan, di antaranya :
1: Perusahaan yang memasang iklan.
2: YouTube / Google.
3: YouTuber.

Sedangkan, di dunia maya sendiri sangat mudah ditemukan aplikasi-aplikasi, yang telah dimodifikasi oleh pihak ketiga, hingga kita bisa mendapat vitur premium, meski tidak membayar.
Contohnya, aplikasi youtube mod seperti YouTube Vanced, yang mana jika menonton video lewat itu, maka tidak akan ada penayangan iklan selama nonton video.

🌴 PERTANYAAN :

Bagaimana hukumnya memodifikasi aplikasi tanpa idzin dari pencipta aplikasi ⁉️

NB : Modifikasi aplikasi ini ada dua macam. pertama adalah menambahkan fitur-fitur yang tidak ada di aplikasi aslinya, seperti whatsapp mod. (dan atau) kedua, memberikan fitur premium, tanpa harus membayar kepada pemilik aplikasi.

🍏 JAWABAN :

Hukum memodifikasi aplikasi tanpa izin pencipta adalah Tidak Boleh. Sebab, pemilik wa hanya memberi idzin kepada orang lain untuk menggunakan manfa'at nya saja. Tidak sampai pada taraf memberi kepemilikan, Melainkan hanya إباحة الإنتفاع saja.
Oleh karena itu, seseorang yang telah mendownloadnya tidak boleh merubahnya (melebihi batas yang diberikan), sebab status kepemilikan aplikasi tersebut adalah tetap milik developer.

💧 R E F E R E N S I :

[الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي، ج ٤ ص ٢٨٧٩]📗
الإباحة، وأما الإباحة:
فهي الإذن باستهلاك الشيء أو باستعماله، كالإذن بتناول الطعام أو الثمار، والإذن العام بالانتفاع بالمنافع العامة كالمرور في الطرقات والجلوس في الحدائق ودخول المدارس والمشافي. والإذن الخاص باستعمال ملك شخص معين كركوب سيارته، أو السكن في داره.
وسواء أكانت الإباحة مفيدة ملك الانتفاع بالشيء بالفعل أو بإحرازه كما يرى الحنفية، أو مجرد الانتفاع الشخصي كما يرى المالكية، فإن الفقهاء متفقون على أنه ليس للمنتفع إنابة غيره في الانتفاع بالمباح له، لا بالإعارة ولا بالإباحة لغيره.

الفرق بين الإباحة والملك، والفرق بين الإباحة والملك: 
هو أن الملك يكسب صاحبه حق التصرف في الشيء المملوك ما لم يوجد مانع. أما الإباحة: فهي حق الإنسان بأن ينتفع بنفسه بشيء بموجب إذن. والإذن قد يكون من المالك كركوب سيارته، أو من الشرع كالانتفاع بالمرافق العامة، من طرقات وأنهار ومراعي ونحو ذلك.
فالمباح له الشيء لا يملكه ولا يملك منفعته، بعكس المملوك.

“[IBAHAH] Ibahah adalah pemberian idzin untuk menghabiskan sesuatu, atau menggunakan sesuatu, seperti memberi idzin untuk mengkonsumsi makanan yang disuguhkan, atau buah-buahan. Dan seperti pemberian idzin yang bershifat umum, seperti idzin untuk pemanfa'atan fasilitas umum, seperti lalu-lalang di jalan, duduk di taman, masuk ke sekolah, dan ke rumah sakit. Juga, ibahah bisa berupa pemberian idzin yang bershifat khusus, seperti pemberian idzin untuk menggunakan sesuatu milik seseorang, seperti menunggangi kendaraannya, atau menempati rumahnya.

Sama saja pemberian idzin tadi berupa pemberian hak mengambil manfaat seketika, atau dengan disimpan terlebih dahulu (seperti pendapat hanafiyah), atau yang hanya berupa intifa' yang bershifat pribadi, Seperti yang dijelaskan oleh malikiyah. Sebab sesungguhnya para ulama fiqih mereka sepakat, bahwa orang yang diberi idzin intifa' tidak boleh memberikan haknya kepada orang lain untuk menggunakannya, tidak lewat jalur meminjamkan, juga tidak lewat jalur 'ibahah' kepada selainnya.

Perbedaan antara Ibahah (idzin intifa') dan Hak Milik.

Dan perbedaan antara keduanya adalah, yaitu 'hak kepemilikan' membuat seseorang bebas mentashorrufkan benda yang dimilikinya, selama tidak ada yang mencegah. Adapun 'Ibahah', ialah sebuah 'hak' bagi seseorang (secara pribadi) untuk mengambil manfaat dari sesuatu, dengan cara yang sesuai dengan idzin yang diberikan.

Dan pemberian idzin itu bisa saja dari pemiliknya, seperti menunggangi kendaraannya, atau dari syari'at, seperti intifa' terhadap fasilitas umum, berupa jalan, sungai, padang rumput dan semacamnya.

Maka dapat disimpulkan, bahwa "benda yang diidzinkan untuk di intifa'" itu tidak menjadi hak milik orang yang diberi idzin tadi, begitu juga manfaatnya, ia tidak memilikinya (hanya boleh menggunakan saja), beda halnya dengan 'sesuatu yang sudah dimiliki/hak milik”.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب


Jumat, 01 Januari 2021

HUKUM PERMAS'ALAHAN DI DALAM SHALAT

☔BAHTSU۞۩MASA’ILIL۩UMMAH☔

B-M-U

soal antrian ke 192
👳🏻‍♂️ Nama : Ari Azhari
Alamat : Bireun - Aceh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para ustadz Ustadzah mujawwib

✍🏻 DESKRIPSI :

David _(nama samaran)_ adalah seorang pekerja berat, tapi dia rajin sekali shalat 5 waqtu dengan tepat waqtu nya, namun semua itu tidak lepas daripada yang nama nya gangguan dalam shalat, kadang ia ketika shalat ingat kerja, apa yang selanjutnya dia kerjakan dari pekerjaan nya itu, terbayang-bayang di ketika shalat nya, sehingga menjadi kurang khusyu bahkan menjadi tidak khusyu, dan macam-macam kesalahan yang pernah ia alami ketika sedang shalat.

🌴 PERTANYAAN :

1.) Batalkah shalat orang yang tidak khusyu' ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak batal. Karena menurut pendapat yang shahih, bahwa khusyu' didalam shalat hukumnya adalah Sunnah.

💧 R E F E R E N S I :

[تحفة المحتاج، ج ٢ ص ١٠١]📗
(وَ) يُسَنُّ (الْخُشُوعُ) فِي كُلِّ صَلَاتِهِ بِقَلْبِهِ بِأَنْ لَا يَحْضُرَ فِيهِ غَيْرُ مَا هُوَ فِيهِ وَإِنْ تَعَلَّقَ بِالْآخِرَةِ وَبِجَوَارِحِهِ بِأَنْ لَا يَعْبَثَ بِأَحَدِهَا وَظَاهِرٌ أَنَّ هَذَا هُوَ مُرَادُهُ لِأَنَّهُ سَيَذْكُرُ الْأَوَّلَ بِقَوْلِهِ وَفَرَغَ قَلْبٌ إلَّا أَنْ يَجْعَلَ ذَاكَ سَبَبًا لَهُ وَلِذَا خَصَّهُ بِحَالَةِ الدُّخُولِ وَفِي الْآيَةِ الْمُرَادُ كُلٌّ مِنْهُمَا كَمَا هُوَ ظَاهِرٌ أَيْضًا وَذَلِكَ لِثَنَاءِ اللَّهِ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيزِ عَلَى فَاعِلِيهِ وَلِانْتِفَاءِ ثَوَابِ الصَّلَاةِ بِانْتِفَائِهِ كَمَا دَلَّتْ عَلَيْهِ الْأَحَادِيثُ الصَّحِيحَةُ وَلِأَنَّ لَنَا وَجْهًا اخْتَارَهُ جَمْعٌ أَنَّهُ شَرْطُ الصِّحَّةِ لَكِنْ فِي الْبَعْضِ فَيُكْرَهُ الِاسْتِرْسَالُ مَعَ حَدِيثِ النَّفْسِ وَالْعَبَثِ كَتَسْوِيَةِ رِدَائِهِ أَوْ عِمَامَتِهِ لِغَيْرِ ضَرُورَةٍ مِنْ تَحَصُّلِ سُنَّةٍ أَوْ دَفْعِ مَضَرَّةٍ، وَقِيلَ يَحْرُمُ وَمِمَّا يُحَصِّلُ الْخُشُوعَ اسْتِحْضَارُهُ أَنَّهُ بَيْنَ يَدَيْ مِلْكِ الْمُلُوكِ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى يُنَاجِيهِ وَأَنَّهُ رُبَّمَا تَجَلَّى عَلَيْهِ بِالْقَهْرِ لِعَدَمِ قِيَامِهِ بِحَقِّ رُبُوبِيَّتِهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ صَلَاتَهُ.

[إحياء علوم الدين، ج ١ ص ١٨]📗
وأما الصلاة فالفقيه يفتي بالصحة إذا أتى بصورة الأعمال مع ظاهر الشروط وإن كان غافلا في جميع صلاته من أولها إلى آخرها مشغولا بالتفكير في حساب معاملاته في السوق إلا عند التكبير وهذه الصلاة لا تنفع في الآخرة كما أن القول باللسان في الإسلام لا ينفع ولكن الفقيه يفتي بالصحة أي أن ما فعله حصل به امتثال صيغة الأمر وانقطع به عنه القتل والتعزير فأما الخشوع وإحضار القلب الذي هو عمل الآخرة وبه ينفع العمل الظاهر لا يتعرض له الفقيه ولو تعرض له لكان خارجا عن فنه وأما الزكاة فالفقيه ينظر إلى ما يقطع به مطالبة السلطان حتى إنه إذا امتنع عن أدائها فأخذها السلطان قهرا حكم بأنه برئت ذمته

[تفسير القرطبي، ج ١٢ ص ١٠٤]📗
اخْتَلَفَ النَّاسُ فِي الْخُشُوعِ، هَلْ هُوَ مِنْ فَرَائِضِ الصَّلَاةِ أَوْ مِنْ فَضَائِلِهَا وَمُكَمِّلَاتِهَا عَلَى قَوْلَيْنِ. وَالصَّحِيحُ الْأَوَّلُ، وَمَحَلُّهُ الْقَلْبُ، وَهُوَ أَوَّلُ عمل يُرْفَعُ مِنَ النَّاسِ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2.) Sampai mana khusyu' yang dianggap memadai dalam shalat, sehingga jika seseorang lalai dalam shalat tidak dianggap membatalkan shalat nya ⁉️

🍏 JAWABAN :

Batasan khusyu' yang disyaratkan ulama' adalah pada saat takbiratul ihram.

💧 R E F E R E N S I :

[إحياء علوم الدين، ج ١ ص ١٦٠]📗
قال الله تعالى لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يناله التقوى منكم أي الصفة التي استولت على القلب حتى حملته على امتثال الأوامر هي المطلوبة فكيف الأمر في الصلاة ولا أرب في أفعالها فهذا ما يدل من حيث المعنى على اشتراط حضور القلب، فإن قلت إن حكمت ببطلان الصلاة وجعلت حضور القلب شرطاً في صحتها خالفت إجماع الفقهاء فإنهم لم يشترطوا إلا حضور القلب عند التكبير

[المجموع شرح المهذب، ج ٤ ص ٩٧]📗
قَالَ الْعُلَمَاءُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى حُضُورِ الْقَلْبِ فِي الصَّلَاةِ وَتَدَبُّرِ تِلَاوَتِهَا وَأَذْكَارِهَا وَمَقَاصِدِهَا مِنْ الِانْقِيَادِ وَالْخُضُوعِ وَمَنْعِ النَّظَرِ مِنْ الِامْتِدَادِ إلَى مَا يَشْغَلُ وَإِزَالَةِ كل ما يخاف اشتغال الْقَلْبِ بِسَبَبِهِ وَكَرَاهَةِ تَزْوِيقِ مِحْرَابِ الْمَسْجِدِ وَحَائِطِهِ وَنَقْشِهِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ الشَّاغِلَاتِ وَفِيهِ أَنَّ الصَّلَاةَ تَصِحُّ وَإِنْ حَصَلَ فِيهَا فِكْرٌ وَاشْتِغَالُ قَلْبٍ بِغَيْرِهَا وَهَذَا بِإِجْمَاعِ مَنْ يُعْتَدُّ بِهِ فِي الْإِجْمَاعِ وَهَذَانِ الْحُكْمَانِ اللَّذَانِ ذَكَرَهُمَا الْمُصَنِّفُ متفق عليهما

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3.) Batalkah shalat seseorang yang salah menempatkan bacaan shalat, seperti baca Fatihah, tanpa sadar, dibacanya pas duduk tahiyyat awwal ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak batal menurut qoul al-Ashah, karena fatehah termasuk rukun qauli, dan penempatan rukun qauli tidak merubah kepada bentuk sholat.

💧 R E F E R E N S I :

[تحفة المحتاج، ج ٢ ص ١٧٦]📗
(وَلَوْ نَقَلَ رُكْنًا قَوْلِيًّا) لَا يُبْطِلُ فَخَرَجَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَتَكْبِيرُ التَّحَرُّمِ بِأَنْ كَبَّرَ يَقْصِدُهُ وَحِينَئِذٍ لَا نَظَرَ فِيهِ خِلَافًا لِلْإِسْنَوِيِّ (كَفَاتِحَةٍ فِي رُكُوعٍ أَوْ) جُلُوسِ (تَشَهُّدٍ) آخِرٍ أَوْ أَوَّلَ وَتَقْيِيدُ شَارِحٍ بِالْآخِرِ لَيْسَ فِي مَحَلِّهِ وَكَتَشَهُّدٍ فِي قِيَامٍ أَوْ سُجُودٍ (لَمْ يُبْطِلْ عَمْدُهُ فِي الْأَصَحِّ) لِأَنَّهُ غَيْرُ مُخِلٍّ بِصُورَتِهَا بِخِلَافِ الْفِعْلِيِّ (وَيَسْجُدُ لِسَهْوِهِ فِي الْأَصَحِّ)

[نهاية المحتاج وحاشية الشبراملسي، ج ٢ ص ٧٣]📗
(وَلَوْ) (نَقَلَ رُكْنًا قَوْلِيًّا) غَيْرَ مُبْطِلٍ فَخَرَجَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَتَكْبِيرَةُ الْإِحْرَامِ بِأَنْ كَبَّرَ بِقَصْدِهِ (كَفَاتِحَةٍ فِي رُكُوعٍ أَوْ) جُلُوسِ (تَشَهُّدٍ) آخَرَ أَوْ أَوَّلَ، وَقَوْلُ بَعْضِ الشُّرَّاحِ أَوْ تَشَهُّدٍ آخَرَ لَيْسَ بِقَيْدٍ، أَوْ نَقْلِ تَشَهُّدٍ أَوْ بَعْضِ ذَلِكَ إلَى غَيْرِ مَحَلِّهِ، أَوْ نَقْلِ قِرَاءَةٍ مَنْدُوبَةٍ كَسُورَةٍ إلَى غَيْرِ مَحَلِّهَا (لَمْ تَبْطُلْ بِعَمْدِهِ فِي الْأَصَحِّ) ؛ لِأَنَّهُ غَيْرُ مُخِلٍّ بِصُورَتِهَا بِخِلَافِ الْفِعْلِيِّ (وَ) عَلَى الْأَصَحِّ (يَسْجُدُ لِسَهْوِهِ) وَلِعَمْدِهِ أَيْضًا (فِي الْأَصَحِّ) لِتَرْكِهِ التَّحَفُّظَ الْمَأْمُورَ بِهِ فِي الصَّلَاةِ فَرْضِهَا وَنَفْلِهَا أَمْرًا مُؤَكَّدًا كَتَأَكُّدِ التَّشَهُّدِ الْأَوَّلِ. نَعَمْ لَوْ قَرَأَ السُّورَةَ قَبْلَ الْفَاتِحَةِ لَمْ يَسْجُدْ كَمَا قَالَهُ ابْنُ الصَّبَّاغِ؛ لِأَنَّ الْقِيَامَ مَحَلُّهَا فِي الْجُمْلَةِ، وَقِيَاسُهُ أَنَّهُ لَوْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَبْلَ التَّشَهُّدِ لَمْ يَسْجُدْ؛ لِأَنَّ الْقُعُودَ مَحَلُّهَا فِي الْجُمْلَةِ. ___ (قَوْلُهُ: وَلَوْ نَقَلَ رُكْنًا قَوْلِيًّا) قَضِيَّةُ مَا ذَكَرَ أَنَّهُ لَا يَسْجُدُ لِتَكْرِيرِ الْفَاتِحَةِ أَوْ التَّشَهُّدِ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يَنْقُلْهُ إلَى غَيْرِ مَحَلِّهِ، لَكِنَّ عِبَارَةَ حَجّ فِي شَرْحِ الْإِرْشَادِ وَيُضَمُّ إلَى هَذِهِ: أَيْ نَقْلِ الرُّكْنِ الْقَوْلِيِّ الْقُنُوتُ فِي وِتْرٍ لَا يُشْرَعُ فِيهِ، وَتَكْرِيرُ الْفَاتِحَةِ خِلَافًا لِبَعْضِهِمْ اهـ. وَخَرَجَ بِتَكْرِيرِ الْفَاتِحَةِ تَكْرِيرُ السُّورَةِ فَلَا يَسْجُدُ لَهُ؛ لِأَنَّهُ كُلُّهُ يَصْدُقُ عَلَيْهِ أَنَّهُ قُرْآنٌ مَطْلُوبٌ، وَقِيَاسُ مَا ذَكَرَهُ فِي تَكْرِيرِ الْفَاتِحَةِ أَنَّهُ يَسْجُدُ بِتَكْرِيرِ التَّشَهُّدِ إلَّا أَنَّ مَا ذَكَرَهُ الشَّارِحُ مِنْ أَنَّهُ لَوْ قَدَّمَ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ لَا يَسْجُدُ؛ لِأَنَّ الْقُعُودَ مَحَلُّهَا فِي الْجُمْلَةِ يَقْتَضِي عَدَمَ السُّجُودِ بِتَكْرِيرِ الرُّكْنِ الْقَوْلِيِّ، إلَّا أَنْ يُقَالَ: التَّكْرِيرُ عِبَادَةٌ عَنْ ذِكْرِهِ بَعْدَ الْإِتْيَانِ بِهِ، وَمُجَرَّدُ تَقْدِيمِهِ لَيْسَ فِيهِ ذَلِكَ، وَيُؤَيِّدُهُ أَنَّ الْقَوْلَ بِإِبْطَالِ تَكْرِيرِهِ إنَّمَا يَكُونُ بَعْدَ الْإِتْيَانِ بِهِ عَلَى وَجْهٍ يُعْتَدُّ بِهِ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

4.) Batalkah shalat orang yang ketika takbir intiqalat, setelah mengangkat tangan kepala nya pun ikut bergerak ⁉️

🍏 JAWABAN :

Tidak batal sholatnya orang yang ketika takbir intiqal setelah mengangkat tangan dan kemudian di ikuti kepalanya bergerak, karena gerakan tangan tersebut di hitung satu gerakan dan kepala satu gerakan.

💧 R E F E R E N S I :

[كاشفة السجا، ص ١٦٤]📗
وسابعها ب(ثلاث حركات متواليات) أي يقينا بأعضاء متعددة كأن حرك رأسه ويديه وذهاب الرجل وعودها يعد مرتين مطلقا سواء حصل اتصال أم لا بخلاف ذهاب اليد وعودها على الاتصال فإنه يعد مرة واحدة وكذا رفعها ثم وضعها ولو في غير موضعها وأما رفع الرجل فإنه يعد مرة ووضعها ولو في غير موضعها مرة والفرق بين اليدين والرجل أن الرجل عادها السكوت بخلاف اليد

“Tingkah laku ketujuh yang dapat merusak shalat, adalah gerakan tiga kali secara berturut-turut dan yaqin, walaupun anggota badan yang bergerak itu berbeda-beda, misalnya gerakan kepala dan kedua tangan. Berpindahnya kaki ke tempat lain dan kembalinya ke tempat semula dihitung dua kali gerakan secara muthlaq, artinya gerakan pindah pertama dan kedua itu bersambung ataupun tidak. Berbeda dengan gerak pindahnya tangan dan kembali ke tempat semula, yang mana gerak pindah pertama dan kedua itu bersambung, maka dihitung satu kali gerakan. Begitu juga, mengangkat tangan dan menurunkannya, meskipun tidak sesuai pada tempat semula, maka dihitung satu kali gerakan, demikian juga dengan mengangkat tangan kemudian meletakkannya, walaupun dilain tempat tetap terhitung satu kali gerakan. Sedangkan perpedaan antara kedua tangan dan kaki, bahwa sesungguhnya kaki kebiasaannya adalah diam, berbeda dengan tangan”.


[حاشية الشرواني، ج ٢ ص ١٥٣]📗
(قَوْلُهُ كَتَحْرِيكِ يَدَيْهِ وَرَأْسِهِ مَعًا) يَنْبَغِي التَّنَبُّهُ لِذَلِكَ عِنْدَ رَفْعِ الْيَدَيْنِ لِلتَّحَرُّمِ أَوْ الرُّكُوعِ أَوْ الِاعْتِدَالِ فَإِنَّ ظَاهِرَ هَذَا بُطْلَانُ صَلَاتِهِ إذَا حَرَّكَ رَأْسَهُ حِينَئِذٍ وَرَأَيْت فِي فَتَاوَى الشَّارِحِ مَا يُصَرِّحُ بِهِ وَفِيهِ مِنْ الْحَرَجِ مَا لَا يَخْفَى لَكِنْ اغْتَفَرَ الْجَمَّالُ الرَّمْلِيُّ أَيْ وَالْخَطِيبُ تَوَالِي التَّصْفِيقِ وَالرَّفْعِ فِي صَلَاةِ الْعِيدِ وَهَذَا يَقْتَضِي أَنَّ الْحَرَكَةَ الْمَطْلُوبَةَ لَا تُعَدُّ فِي الْمُبْطِلِ

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

5.) Didalam shalat, di sunnahkan berdo'a dalam beberapa keadaan. Diantaranya, ketika selesai membaca "ولا الضآلين", ketika sujud dan ketika selesai membaca tasyahhud akhir. Apakah perlu/wajib diniatkan dzikir ketika berdoa didalam keadaan tersebut, baik itu do'a nya yang karya sendiri maupun yang dari anjuran Rasulullah ?
Jika tidak di niatkan batalkah shalat nya ⁉️

🍏 JAWABAN :

"Doa yang dibaca ketika shalat tidak perlu diniati dzikir, karena antara doa dan dzikir beda definisi dan substansi, sehingga keduanya tidak bisa dicampur aduk. Namun jika dalam membaca doa tersebut ada maksud lain, seperti untuk memberi faham kepada orang lain, maka harus disertai NIAT BERDOA agar shalatnya tidak batal."

💧 R E F E R E N S I :

[شرح المحلى وحاشية القليوبي، ج ١ ص ٢١٥]📗
(وَلَوْ نَطَقَ بِنَظْمِ الْقُرْآنِ بِقَصْدِ التَّفْهِيمِ كَ {يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ} [مريم: ١٢] مُفْهِمًا بِهِ مَنْ يَسْتَأْذِنُ فِي أَخْذِ شَيْءٍ أَنْ يَأْخُذَهُ (إنْ قَصَدَ مَعَهُ) أَيْ التَّفْهِيمَ (قِرَاءَةً لَمْ تَبْطُلْ) كَمَا لَوْ قَصَدَ الْقِرَاءَةَ فَقَطْ. (وَإِلَّا) بِأَنْ قَصَدَ التَّفْهِيمَ فَقَطْ. (بَطَلَتْ) بِهِ وَإِنْ لَمْ يَقْصِدْ بِهِ شَيْئًا فَفِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ ظَاهِرُ كَلَامِ الْمُصَنِّفِ وَغَيْرِهِ أَنَّهَا تَبْطُلُ، لِأَنَّهُ يُشْبِهُ كَلَامَ الْآدَمِيِّ، فَلَا يَكُونُ قُرْآنًا إلَّا بِالْقَصْدِ، وَفِي الدَّقَائِقِ وَالتَّحْقِيقِ الْجَزْمُ بِالْبُطْلَانِ (وَلَا تَبْطُلُ بِالذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ إلَّا أَنْ يُخَاطِبَ) بِهِ (كَقَوْلِهِ لِعَاطِسٍ: رَحِمَك اللَّهُ) فَتَبْطُلُ بِهِ خِلَافٌ رَحِمَهُ اللَّهُ، وَخِطَابُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ لَا يَضُرُّ كَأَعْلَمُ مِنْ أَذْكَارِ الرُّكُوعِ وَغَيْرِهِ وَمِنْ التَّشَهُّدِ ___ قَالَ شَيْخُنَا، وَلَا بُدَّ مِنْ قَصْدِ الذِّكْرِ فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ، وَاكْتَفَى الْعَلَّامَةُ الْخَطِيبُ بِقَصْدِ ذَلِكَ، فِي جَمِيعِ الصَّلَاةِ عِنْدَ أَوَّلِ تَكْبِيرَةٍ

[مغني المحتاج، ج ١ ص ٤١٤]📗
وَسُومِحَ فِي أَخْذِ الْأُولَى وَالرَّابِعَةِ مِنْ كَلَامِهِ لِأَنَّهُ جَعَلَ الْكَلَامَ فِيمَا لَوْ قَصَدَ التَّفْهِيمَ، وَجَعَلَ فِي ذَلِكَ قِسْمَيْنِ وَهُمَا: قَصْدُ الْقِرَاءَةِ مَعَهُ، وَعَدَمُ قَصْدِهَا مَعَهُ، فَلَا يَنْدَرِجُ فِي ذَلِكَ قَصْدُ الْقِرَاءَةِ فَقَطْ، وَعَدَمُ قَصْدِ شَيْءٍ أَصْلًا؛ لِأَنَّ مَا قُصِدَ فِيهِ التَّفْهِيمُ يَسْتَحِيلُ أَنْ يَنْدَرِجَ فِيهِ مَا لَا يُقْصَدُ فِيهِ التَّفْهِيمُ، وَهَذَا التَّفْصِيلُ يَجْرِي فِي الْفَتْحِ عَلَى الْإِمَامِ بِالْقُرْآنِ وَالْجَهْرِ بِالتَّكْبِيرِ أَوْ التَّسْمِيعِ، فَإِنَّهُ إنْ قَصَدَ الرَّدَّ مَعَ الْقِرَاءَةِ أَوْ الْقِرَاءَةَ فَقَطْ أَوْ قَصَدَ التَّكْبِيرَ أَوْ التَّسْمِيعَ فَقَطْ مَعَ الْإِعْلَامِ لَمْ تَبْطُلْ، وَإِلَّا بَطَلَتْ، وَإِنْ كَانَ فِي كَلَامِ بَعْضِ الْمُتَأَخِّرِينَ مَا يُوهِمُ خِلَافَ ذَلِكَ

[حاشية الشرواني، ج ٢ ص ١٨]📗
(قَوْلُهُ لَكِنْ إلَخْ) مُعْتَمَدٌ ع ش وَشَيْخُنَا (قَوْلُهُ إنْ نَوَيَا) أَيْ الْإِمَامُ وَالْمُبَلِّغُ وَكَذَا غَيْرُهُمَا بِالْأَوْلَى لَوْ جَهَرَ عَلَى خِلَافِ السُّنَّةِ (قَوْلُهُ وَإِلَّا بَطَلَتْ) يَدْخُلُ فِيهِ الْإِطْلَاقُ وَالْكَلَامُ مَفْرُوضٌ فِي الْجَهْرِ بِالتَّكْبِيرِ وَقَضِيَّتُهُ أَنَّهُ مَعَ عَدَمِ الْجَهْرِ لَا ضَرَرَ مُطْلَقًا لَكِنْ إنْ قَصَدَ حِينَئِذٍ الْإِعْلَامَ فَقَطْ إنْ تَصَوَّرَ فَيَنْبَغِي أَنْ يَضُرَّ سم قَالَ الْبُجَيْرِمِيُّ وَشَيْخُنَا وَالْبُطْلَانُ بِقَصْدِ الْإِعْلَامِ فَقَطْ أَوْ الْإِطْلَاقِ فِي حَقِّ الْعَالِمِ وَأَمَّا الْعَامِّيُّ وَلَوْ مُخَالِطًا لِلْعُلَمَاءِ فَلَا يَضُرُّ قَصْدُهُ الْإِعْلَامَ فَقَطْ وَلَا الْإِطْلَاقَ اهـ

[فتح المعين مع إعانة الطالبين، ج ١ ص ٢٥١-٢٥٢]📗
(وبنطق) عمدا ولو بإكراه (بحرفين) إن تواليا كما استظهره شيخنا - من غير قرآن وذكر أو دعاء لم يقصد بها مجرد التفهيم، كقوله لمن استأذنوه في الدخول: (ادخلوها بسلام آمنين) فإن قصد القراءة أو الذكر وحده أو مع التنبيه لم تبطل، وكذا إن أطلق على ما قاله جمع متقدمون لكن الذي في التحقيق والدقائق البطلان، وهو المعتمد. ___ (قوله: وذكر) قال الكردي: بحث في الإمداد أنه ما ندب الشارع إلى التعبد بلفظه، والدعاء أنه ما تضمن حصول شئ وإن لم يكن اللفظ نصا فيه، كقوله: كم أحسنت إلي وأسأت، وقوله: أنا المذنب. اه. •••••••• إلى أن قال •••••••• (قوله: لم يقصد بها) أي بالقرآن والذكر والدعاء مجرد التفهيم، فإن قصد بها ذلك بطلت صلاته، لأن عروض القرينة أخرجه عن موضعه من القراءة والذكر والدعاء إلى أن صيره من كلام الناس. •••••••••• إلى أن قال •••••••• (وقوله: البطلان) قال في النهاية: لأن القرينة متى وجدت صرفته إليها ما لم ينو صرفه عنها. وفي حالة الإطلاق لم ينو شيئا فأثرت. اه. (قوله: وهو) أي الذي في التحقيق والدقائق من البطلان في حالة الإطلاق المعتمد.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

❤ KETUA / PIMPINAN UMUM / PENASHIHAT :
🖍️ Abuya Al-Habib Seqqaf bin Hasan bin Ahmad Baharun_Pasuruan_Jawa Timur.
🖍️ Al-Habib Ahmad Al-Haddar_Bogor_Jawa Barat.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Guru Naufal_Martapura_Kalimantan Selatan.
🖍️ Ustadz Wakid Yusuf_Sumenep_Jawa Timur.
🖍️ Ustadz Hasyim_Sumatera Utara.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ WAKIL :
🖍️ Al-Habib Hisyam Al-Habsyi_Bogor_Jawa Barat.
🖍️ As-Sayyid Abdullah Al-Khayrid_Jakarta.
Dan Para Habaib lain nya.
🖍️ Ustadz Ahmad Saifuddin_Cimahi_Jawa Barat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MUHARRIR :
🖍️ Kiai Mahmulul Huda_Jember_Jawa timur.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ TERJEMAH / PENJELASAN IBARAH :
🖍️ Ustadz Handoyo_Tangerang.
🖍️ Ustadz Jefri_Sampang Madura.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ MODERATOR/KORDINATOR SOAL/PENDIRI GRUP :
🖍️ Khalilurrahman_Kalimantan Selatan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
❤ SECARA UMUM = MUJAWWIB / MUSHAHHIH & SEBAGAI NYA (SESUAI KEMAMPUAN NYA) :
🖍️ Tidak Di Tentukan, Siapa Saja Di Perkenankan, (Kepada Semua Anggota Grup), Sesuai Dengan Kemampuan nya, Untuk Menambahkan Jawaban, Mempertegas, Meluruskan, Mengoreksikan, Maupun Membantu Merumuskan, Mudah-mudahan Menjadi Amal Jariyah Kebaikan Di Alam Yang Kekal Kelak, Yang Di Ridhai Allah dan Rasulullah ﷺ, Aamiin Ya Allah Ya Mujibas-Sa’iliin.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله أعلم بالصواب